
"Ceritakan padaku yang sebenarnya terjadi"
Dirga melihat manik mata nya menuntut jawaban pembenaran atas semua permasalahan rumit ini.Disatu sisi ia merasa senang karena alea sedikit mempercayainya,namun disisi lain,apakah dengan kejujurannya akan membuat alea semakin dekat atau justru semakin menjauh darinya?
Lidahnya seakan kelu untuk menceritakan yang sebenarnya terjadi,namun jika ia memilih diam,maka alea pasti akan semakin mencurigai nya dan tidak akan percaya padanya.
Dengan tarikan nafas panjang,dirga mulai membuka mulut nya,
"Dulu kamu sekretaris diperusahaanku,lalu kita sama-sama jatuh cinta hingga kita memutuskan untuk bersama,kemudian..."
Dirga terlihat menjeda kalimatnya sejenak,manik mata mereka kembali bertemu,saling memandang dalam.
Pandangan mata alea yang tertangkap di indera penglihatan dirga seakan menarik segala kenangan indah yang mereka habiskan ketika bersama dulu.
__ADS_1
Masa-masa manis yang mereka lalui,membuat dirga hingga detik ini tidak pernah melupakan nya dan akan ada terus dalam ingatan nya.
Entah siapa yang memulai,entah apa karena situasi yang mendukung,kini bibir keduanya saling berpagut,dirga menyesap bibir wanitanya itu begitu dalam namun terasa lembut dan memabukkan.
Ia merasa debaran jantungnya memompa cepat,untuk saat ini kadar kewarasannya tidak bekerja dengan baik.Ia tidak mengerti mengapa ia dengan senang hati menerima sentuhan bibir lelaki asing itu yang entah mengapa seakan ia juga sangat mendamba dan merindukan kecupannya itu.
Dirga semakin memperdalam ciuman mereka,dia dapat merasakan jika lidah lelaki itu mencoba menerobos masuk untuk memberikan sensasi nikmat yang ahh....entahlah dia sendiri sangat sulit untuk dapat menolak nya karena rasanya yang begitu membuat hatinya menggelora akan sentuhan itu.
Dirga semakin merapatkan tubuh mereka dengan memeluk erat pinggang ramping alea,sementara dengan gerakan reflek,jemari tangan nya merangkak dari dada lelaki itu ke pundak dan berakhir pada tengkuk leher.
Jantungnya berdebar kencang mendengar kalimat pengakuan dan penekanan itu.Ia seperti merasakan kesungguhan dalam tiap kata yang lelaki itu ucapkan padanya.Manik mata cokelat lelaki itu seakan mencoba menarik manik mata miliknya untuk terus menatapnya dan memandang lekat agar pandangan keduanya tidak terputus.
Namun,kesadarannya kembali dan mengatakan bahwa ini sebuah kesalahan,bagaimana bisa ia dengan mudahnya mempercayai begitu saja pada lelaki asing itu.
__ADS_1
"Maaf,saya rasa ini sebuah kesalahan" dirga melihat wajah alea berpaling dan mencoba mengedarkan pandangan nya ke arah lain,membuat dirga tersenyum kecut seakan tertampar akan kenyataan pahit itu.
Dirga membelai sisi wajah nya lembut agar wanitanya itu kembali memandang nya.
"Aku tahu ini terlalu cepat dan tidak bisa diterima olehmu,namun aku tak mampu membendung rasa rindu yang begitu dalam padamu,maafkan aku atas sikap kurang ajarku tadi"
Lelaki itu begitu tulus saat mengatakan nya.bagaimana bisa ia mengatakan bahwa sikap lelaki itu begitu kurang ajar ,padahal ia sendiri juga seakan sangat menikmati setiap sentuhan lembut bibir nya yang terasa memabukkan baginya.
"Tak apa-apa,maaf karena aku tidak bisa mengingatmu"
"Kau tak perlu meminta maaf karena memang itu bukan kesalahanmu,apa yang terjadi dalam hidupmu itu semua kesalahanku,aku ingin menebusnya,aku ingin memperbaiki sikap burukku padamu dulu,untuk itu bisakah kau berikan aku kesempatan untuk membuktikan kesungguhanku?"
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE ,KIRIM HADIAH DAN JANGAN SKIP IKLAN YA KAWAN🥰
__ADS_1
TERIMA KASIH😊