
Alea mencoba menenangkan dirinya sebelum masuk ke ruangan dirga.
Dihembuskannya nafasnya dengan pelan,
Tok..tok..
"Masuk"
Alea membuka pintu namun tidak menemukan pak dirga di kursi kerjanya,alea mengangkat alisnya,
'Lhoh pak dirga dimana ya' ketika alea tengah menutup pintunya tiba-tiba ada gerakan tangan yang menariknya dengan paksa,dicengkeramnya kedua tangan alea dengan kuat,tubuh alea diapit oleh tubuh dirga,alea melihat kilatan amarah dalam diri dirga membuat alea sedikit ketakutan,
Tidak ada suara terdengar,hanya mata yang saling memandang,
Alea mencoba menenangkan perasaannya,lalu menjelaskan kejadian yang dilihatnya tadi,
"Sayang,dengerin penjelasan aku dulu,pak devan itu dulu kakak kelas aku sewaktu masih SMA udah itu aja"
"Cuman kakak kelas kenapa bisa tertawa lepas dan kenapa bisa dia memanggilmu nindi seakan-akan terlihat akrab"
Alea mencoba melepaskan tangannya dari cengkeram dirga,lalu dibelainya dengan lembut pipi dirga seraya melanjutkan bicaranya,
"Dia dari dulu memanggilku nindi sayang,dan kami nggak akrab,cuman pernah dipasangkan diacara prome night,udah itu aja,tadi ketawa soalnya inget kalau ada kejadian lucu waktu disekolah"
Tangan alea terus membelai pipi dirga,sentuhan alea yang lembut membuat dirga sedikit mereda amarahnya,alea yang melihat perubahan lelakinya yang sudah sedikit tenang tersenyum simpul lalu melanjutkan aksinya,tangan alea bergerak membelai bibir dirga dengan sentuhan magic nya membuat dirga langsung ******* bibir wanitanya itu dengan ganas,alea membalas ciuman itu dengan tak kalah ganasnya,tangannya memeluk erat lelakinya itu,
__ADS_1
Tubuh alea diangkat sembari kedua bibir mereka masih menempel,saling memagut dengan gairah,berjalan menuju sofa untuk melanjutkan kegiatan panas mereka.
Alea memimpin permainan,dia berada diatas tubuh lelakinya itu sembari menciuminya dengan gairah membara,
yang terdengar diruangan itu hanya suara cecapan serta ******* dari keduanya yang tengah bercumbu mesra.
"****" dirga merasa lemas tidak berdaya oleh pergerakan lincah alea yang selalu bisa memuaskan hasratnya.
Disela kegiatan panasnya,terdengar bunyi ketukan pintu,
Tok..tok...
Dirga dan alea terkesiap mendengarnya,alea membenarkan rambutnya yang acak-acakan serta pakaiannya yang berantakan.sementara dirga merapikan kembali dasi serta kemejanya yang juga tidak berbentuk.
"Masuk"
"Permisi pak dirga,ini ada beberapa dokumen dari tim pemasaran yang perlu anda tanda tangani"
"Oh ya taroh saja dimeja,anda bisa kembali bekerja,nanti biar sekretaris saya yang mengantarkan dokumennya"
"Baik pak,kalau begitu saya permisi"
Alea melihat jam nya menunjukkan pukul 11.00,itu artinya dirga dengan alea harus bersiap-siap bertemu dengan pak rashad dari mega film untuk membicarakan kerjasama,apalagi jarak antara kantor ritztoon dengan mega film lumayan jauh,memerlukan waktu 30menit.Awalnya jadwal temu dengan pak rashad jam 3 sore namun karena suatu hal,jam nya diubah menjadi 12.30.
"Pak dirga,setengah jam lagi kita harus kekantor mega film untuk bertemu dengan pak rashad,saya siapin dulu berkas-berkas yang perlu dibawa"
__ADS_1
Alea melangkah keluar begitu saja,membuat dirga mendengus kesal.
MEGA FILM PRODUCTION
Dirga dan alea tengah duduk menunggu kedatangan CEO mega film rashad arga hartono yang tengah rapat,tidak lama tibalah rashad diruangannya,
"Halo selamat siang pak dirga,nona alea"
rashad mengulurkan tangannya bergantian dari dirga ke alea.
"Halo selamat siang juga pak rashad,kita langsung mulai saja karena saya masih banyak pekerjaan yang harus saya tangani"
"Baik pak dirga,begini mengenai china group corporation yang saya sudah sebutkan ingin bekerja sama dengan nona alea dalam pembuatan naskah film,kebetulan mereka berhalangan hadir karena kesibukan,untuk itu mereka meminta nona alea meluangkan waktunya 3 hari untuk terbang di china minggu depan hari jum'at,sabtu dan minggu untuk tanda tangan kontrak serta supaya nona alea melihat langsung tempat lokasi syuting agar lebih mudah dalam membuat naskah film tersebut,untuk itu saya meminta ijin pak dirga untuk mengajak nona alea selaku sekretaris pak dirga"
"Saya nggak apa-apa,semua tergantung alea,bagaimana pendapat kamu alea?"
"Kalau di ijinkan pak dirga, saya bersedia karena jujur saja itu cita-cita saya dari dulu membuat cerita yang bisa dinikmati orang banyak,terlebih karya saya akan dibuatkan film,suatu kepuasan tersendiri bagi saya"
Dilihatnya dengan lekat wanitanya itu memancarkan matanya yang penuh harap,membuat dirga akhirnya luluh
"Baik,saya ijinkan sekretaris saya terbang ke china karena saya juga bukan bos yang kejam yang menghambat potensi karyawan saya untuk menjadi lebih baik lagi"
"Kalau seperti itu kita sepakat ya pak dirga,nona alea,silahkan dinikmati teh nya serta dessert cake chocolate red velvet yang pasti akan disukai oleh nona alea"
Mata rashad tidak pernah lepas memandang alea dengan tatapan penuh arti,membuat dirga ingin rasanya mengatakan kalau dia wanitaku!
__ADS_1