
Alea hanya bisa terpaku dan tidak membalas pelukan kedua orang tuanya.
Alea melepaskan pelukannya,
"Maaf saya permisi ke toilet sebentar"
tanpa menunggu jawaban, Alea langsung melesat menjauh dari mereka,dia butuh menjernihkan pikirannya.
Sesampainya di dalam toilet,Alea memandangi dirinya di cermin,entah dia harus bahagia atau sedih mendengar kenyataan itu,
"Bagaimana caranya aku bersikap didepan orang tua kandungku,huft...aku sungguh pusing dengan semua ini,baiknya aku kembali saja karena gimanapun aku tidak bisa selamanya menghindar"
Alea Kembali menuju meja makan yang mereka tempati,ternyata di sana masih ada keluarga Soetedjo,
"Kamu lama sekali dikamar mandinya nak,mama sampai khawatir" danira dengan lugasnya menyebut dirinya 'mama'.
Alea terkesiap mendengarnya,dia mencoba bersikap senormal mungkin.
"Emm iya tadi agak sakit perut sedikit"
"Kamu sakit perut,ayo kita kerumah sakit nak" melihat wajah danira penuh kecemasan,membuat hati alea sedikit berdesir dengan perhatian yang diberikannya.
"Emm aku gapapa kok,kebetulan juga ini aku masih ada urusan pekerjaan sama rashad"
"Kamu ada pekerjaan apa disini nak?" tanya danira sembari mengusap lembut rambut alea.
belum sempat alea menjawabnya,rashad berbicara kepada danira Soetedjo.
"Alea seorang penulis tante,dia di sini karena karyanya terpilih oleh produksi China group Corporation,yang nantinya karya dari Alea akan dijadikan film drama China"
"Wah kamu hebat sekali nak,mama papa bangga sama kamu"
Alea melirik papanya sekilas,terlihat beliau sedari tadi hanya diam memandangi alea dengan lekat,alea melihat di pelupuk matanya seperti ada air mata,namun dia tahan agar air matanya tidak jatuh ke pipi.
"Papa ada satu permintaan,bisa tidak alea menginap di mansion kami sehari saja,setelah urusan pekerjaan kamu selesai juga tidak apa-apa" katanya lembut,seakan penuh pengharapan dilihat dari sorot matanya.
"Hmm iya pa,ma,nanti alea usahakan kalau masih ada waktu luang" alea mencoba berdamai dengan diri sendiri,menerima kenyataan bahwa darah yang mengalir dalam tubuhnya berkaitan erat dengan keluarga soetedjo.
Mata wijaya dan danira berkaca-kaca mendengar alea bersedia memanggilnya 'ma', 'pa' ,
"Iya nak,kamu selesaikan urusan pekerjaan kamu dulu"
"Alea pergi dulu ya ma,pa" alea berpamitan dengan bergantian memeluk mereka.
"Rashad juga pamit dulu ya tante,om"
"Iya tolong jaga alea ya rashad"
"pasti tante"
Rashad dan alea berjalan bersama keluar hotel,rashad sejenak melirik alea yang hanya diam saja,
"Maaf ya alea aku dengan lancangnya diam-diam mencari tau asal usul kamu,aku hanya ingin kamu tau kebenarannya saja"
__ADS_1
"Iya gapapa kok rashad,aku ngerti niat baik kamu,terima kasih ya" alea tersenyum tulus membuat dada rashad berdesir.
"Kamu sudah bisa menerimanya" selidik rashad.
"Huft...bagaimanapun mereka orang tua kandungku,aku mencoba berdamai dengan diri sendiri untuk lapang hati menerimanya"
jawaban alea membuat rashad bangga dengan kebesaran hati alea,sehingga membuatnya semakin mengagumi alea.
"Kamu memang perempuan istimewa alea" mata keduanya bertemu,saling memandang dalam diam,hingga sebuah deringan telepon milik rashad memutus pandangan keduanya.
Drtt drttt
"Halo iya ada apa"
"Ini semua kru dan tim sudah menunggu,kalian kapan sampai"
"Oh oke saya segera kesana ini sedang dalam perjalanan kesitu,10 menit sampai,kami tinggal dekat dengan perusahaan anda" rashad menutup teleponnya,kemudian berbicara dengan alea.
"Kita sudah ditunggu alea,mari kita jalan"
"Ah iya rashad ayok"
CHINA GROUP CORPORATION
Alea kagum akan kemegahan gedung pencakar langit didepannya itu,ditengah kekagumannya,alea merasakan sentuhan tangan lembut memegangi tangannya,
"Ayo kita masuk alea" rashad melangkah dengan tangan keduanya masih terpaut,alea pikir tidak masalah karena hanya berpegangan tangan saja,namun tidak bagi rashad,melihat alea tidak melepaskan genggaman tangannya dari rashad,membuat rashad sedikit bersemangat untuk bisa merebut hati alea.
Keduanya sampai dilobi kantor,dengan sudah ditunggu oleh CEO dan sutradara china gruop corporation,
"Halo juga Mr. Jong hun,maaf kami sedikit terlambat karena suatu hal,oh iya ini perkenalkan Mrs nindi alea penulis novel yang kalian pilih"
"Halo Mr,perkenalkan nama saya nindi alea,kalian bisa memanggil saya alea,senang bisa berjumpa orang-orang hebat seperti kalian,dan mohon bimbingannya"
CEO jung hun berusia 35tahun usia yang masih terbilang masih muda,terpesona melihat kecantikan alea.
"Mari silahkan kita ke ruang produksi,semua orang sudah menunggu" ucap Mr.jung hun.
Diruang tim produksi,
"Selamat pagi semuanya,saya perkenalkan ini nona nindi alea dari indonesia,seorang penulis novel yang karyanya 'Berjumpa kembali' akan saya jadikan proyek film diperusahaan kita,untuk itu mari kita bahas tentang naskahnya terlebih dulu agar secepatnya bisa memulai proses syuting"
"Baiklah mari kita mulai saja adegan salah satu dalam naskah bagian pahlawan pria utama menyelamatkan protagonis wanita,mulai action" sutradara menyuruh para pemain untuk melakukan sebuah adegan.
"...Okey cut,bravo,menurut anda sebagai sudut penulis apa yang perlu direvisi?"
"Saya menyaksikan adegan dari aktor dan aktris yang hebat,menurut saya itu sudah cukup memuaskan"
"Saya punya pertanyaan untuk penulis,pada naskah pahlawan wanita berjumpa kembali dengan pahlawan lelaki setelah 5 tahun dan pahlawan lelaki nya membelai lembut wajah wanitanya,bisa dicontohkan sebentar adegan yang bisa membuatnya terlihat masuk akal namun tetap ada kesan romantis"
Ucap salah satu aktris wanita yang akan berperan dalam karya novel nya.
"Menurut saya karena mereka tidak bertemu satu sama lain selama 5 tahun,perasaan pahlawan pria harus bersikap sedikit dominan,sedangkan protagonis wanita mencoba menghindarinya karena kesalahan masa lalu pahlawan pria"
__ADS_1
" Emosi seperti itu agak sulit dikendalikan,bisakah penulis mencoba sedikit bagian adegan ini"
Alea melambaikan tangannya menandakan dia tidak bisa,
"Maaf,saya tidak bisa berakting dalam adegan,saya hanya seorang penulis saja"
"Ayo nona alea,kami semua ingin melihatnya sedikit saja bagian itu"
"Benar nona alea,silahkan anda coba mencontohkannya,anda tau karakter lebih baik dari kita semua" ucap sutradara.
"Saya juga ingin mengetahui sebagai sudut pandang penonton,untuk mengetahui emosi para pemeran" kata sang aktris tersebut.
"Saya sungguh tidak bisa" alea menggelengkan kepalanya karena dirinya tidak yakin akan kemampuan berakting.
"Kami yakin pasti kamu bisa,semangat" semua kru dan tim film bersorak menyemangati alea.
"Ayo alea,saya juga yakin kamu bisa" rashad jug turut menyemangati alea.
"Bagaimana kalau mr.rashad sebagai contoh pahlawan pria dan nona alea sebagai tokoh utama wanitanya,siapa setuju angkat tangan"
ucap sutradara dan disambut dengan angkat tangan tanda setuju.
"Kalau begitu,saya akan mencobanya" ucap alea.
Dalam dialog,
Keduanya berdiri berhadapan,mata mereka saling memandang,
"Apa ini sikapmu padaku,selalu datang dan menghilang sesuka hati tanpa memikirkan perasaanku jessika,sekali aku menangkapmu,maka kau tidak akan bisa lari dariku" jason mencengkeram kuat tangan jessika dengan kedua tangannya serta menekan tubuhnya dengan tubuh kekarnya,tangannya membelai rambut jessika lembut dan menatap matanya penuh dengan kerinduan yang dalam,
"Jangan sentuh aku,aku tidak ingin lagi dipermainkan olehmu,sudah cukup luka yang kau berikan padaku" mata jessika berpaling dari tatapan jason.
Prok prok prok....
"Luar biasa akting nona alea dan mr.rashad,saya rasa nona alea akan cocok menjadi konsultan dalam tim kami" ucap sang aktris.
"Baik,saya setuju karena agar menghadirkan film 'berjumpa kembali' dengan lebih sempurna,saya percaya nona alea tidak akan menolak karena itu berkaitan dengan karya nona alea sendiri,bagaimana?"
Alea sejenak berpikir bagaimana dengan pekerjaannya sebagai sekretaris,tapi dia tidak mungkin melepaskan kesempatan langka seperti ini,terlebih ini merupakan impian alea sejak dulu.alea menarik nafas pelan,
"Baik,saya setuju"
Setelah kurang lebih 4 jam,naskah yang didiskusikan telah selesai.
"Oke hari ini sampai disini dulu pembacaan naskahnya,untuk besok saya kabari lagi waktunya,selamat siang semuanya"
Semua kru,tim dan pemain telah pergi ketempat masing-masing,tinggallah alea dan rashad serta sutradara dan mr.jung hon,
"Mr.rashad dan nona alea,kalian jangan pergi dulu,saya sudah mempersiapkan jamuan makan siang,mari kita makan bersama"
Karena tidak enak hati,rashad dan alea menuruti permintaannya,
ditengah perjalanan,alea baru sadar sedari tadi pagi handphonnya dia matikan dan lupa untuk mengaktifkannya,setelah layar handphonennya hidup,terlihat ada notifikasi panggilan sebanyak 50x,mata alea melotot kalau yang melakukan panggilan ialah dirga,namun dalam situasi seperti ini,tidak mungkin alea mengangkatnya karena nanti akan dianggap tidak sopan.
__ADS_1
'Nanti saja kalau sudah sampai hotel,lebih baik aku matikan saja dulu' pikirnya dalam hati.