
"Baik,akan saya buat kau melebur dan meminta ampun akan perlakuanku malam ini" seringai devil dirga terlihat lagi,namun dina menafsirkan jika gairah didalam dirga tidak bisa ditahannya lagi.
Mobil ferrari melaju dengan kecepatan tinggi,dirga sengaja memilih mobil ferrari yang belum pernah digunakannya agar tidak ada yang mengenalinya.
Sudah 2 jam mereka menempuh perjalanan,kening dina berkerut melihat mobil dirga masuk ke hutan belantara yang dipenuhi dengan pepohonan yang rimbun.
"Kita akan kemana dirga?"
"Kita akan bersenang-senang malam ini sampai kau tidak bisa melupakannya seumur hidupmu"
Api gairah dina semakin berkobar,dirinya sungguh tidak sabar untuk menghabiskan malam panasnya bersama lelaki sempurna sepertu dirga.Dikepalanya terbayang bagaimana dirinya akan bercinta dengan dirga diranjang yang panas.
Sedangkan dirga tersenyum miring melihat respon wanita itu begitu berbinar,dia salah mengartikan perkataan dirga.
Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lamanya,akhirnya mobil ferrari milik dirga telah sampai pada hunian rumah kabin penuh kaca dengan didepannya terdapat perapian dan tempat duduk untuk bersantai menikmati suasana alam.Dina tak nampak rumah yang lain,yang ada hanya satu rumah itu saja,membuat pipi dina merona karena merasa dirga ingin menghabiskan malam panasnya dengannya tanpa mendapat gangguan dari siapapun.
"Ini rumah kamu dirga?"
"Ya"
"Dan kita akan disini semalaman berdua?"
"Perlu kau tau,kau wanita pertama yang saya bawa kesini,karena ini tempat rahasia saya"
"Jadi aku spesial bagimu? Oh dirga,aku tidak sabar kita melebur bersama malam ini" mendengar kalimat itu rasanya dirga ingin muntah,namun sebentar lagi pertunjukkan menyenangkan akan segera dimulai.
Keduanya memasuki kamar dengan didalamnya terdapat ranjang king size serta sampingnya terlihat ada tempat duduk ayunan,
"Lepaskan bajumu"
Ucapan dirga dengan suara berat membuat gairah didalam diri dina berkobar,dengan cepat ia menanggalkan seluruh pakaian yang melekat ditubuhnya.Ia mendekat kearah dirga dan memulai membuka kancing kemeja yang dikenakannya dengan gerakan sensual.
Yang tersisa hanya kancing paling bawah,tangan dirga merapat ke pinggang dina hingga tubuh keduanya menempel,dirga mendekatkan mulutnya kearah telinga dina,
__ADS_1
"Mari kita bersenang-senang"
Tubuh dina meremang,disaat ia ingin mendekatkan bibirnya untuk mengecup bibir dirga,dengan cepat dirga membalikkan tubuh dina dan membenturkannya ke dinding,dina mengira ia akan memulainya dengan permainan lewat belakang,namun yang terjadi justru sebaliknya.
Dirga menarik keras rambut dina dengan kedua tangannya dan langsung membenturkan kepalanya beberapa kali kedinding,dia melihat tetesan darah mengalir disisi kepala wanita itu,namun hal itu belum dapat meredakannya dari kobaran api yang membakar amarahnya.
"Kenapa kamu lakukan ini kepadaku dirga,apa salahku?" terdengar suara rintihan wanita itu penuh kesakitan,bibirnya bergetar karena ketakutan dan kebingungannya saat itu.
"Cih...jangan pura-pura polos didepanku,dasar wanita sampah"
Lagi,dirga menjambak rambut wanita itu dan kembali membenturkannya lebih keras dari sebelumnya.Lalu setelahnya,dia menghantam dengan keras perut nya hingga mulutnya mengeluarkan darah.
Dina benar-benar tidak menyangka bertemu dengan iblis tampan seperti dirga.Wajah dina semakin pucat seiring darah yang mengalir dari sisi kepala dan mulutnya.
Sungguh,dina merasa saat ini untuk bergerak saja sangat kesusahan,ia hanya bisa menangis dan meratapi atas nasib malang yang menimpanya kini.
Melihat wanita itu kesakitan dan terkapar,membuat dirga tersenyum miring,
"Itulah akibatnya kau bermain-main denganku dan itu juga hukuman karena kau berani membuat hidup wanitaku hancur ditanganku sendiri karena berita omong kosong yang membuatku gelap mata menyakitinya hingga membuat wanitaku membenciku dan kau harus menangggung semuanya"
dina mendongak keatas,melihat seringainya yang begitu menakutkan membuatnya mencoba melarikan diri meskipun dengan cara merangkah penuh kesusahan karena rasa sakit disekujur tubuhnya.
Dirga melihat pupil matanya melebar,mulutnya berucap lirih,
"A..aku mohon ampuni aku..a..aku akan menebus semuanya,aku akan meminta maaf sama alea"
Rahang dirga kembali menegeras,tangannya mencengkeram erat rambut dina,
"Kau pikir semuanya akan kembali seperti semula setelah apa yang kau lakukan huh?kau tidak tau bagaimana alea detik ini juga begitu membenciku karena perlakuan kasarku kepadanya dan itu semua gara-gara kau"
Dina hanya mampu mengerjapkan matanya dengan lemah,dia melihat kilatan amarah berkobar dimanik cokelat milik dirga.
"Bu..bunuh saja aku" wanita itu memohon untuk dibunuhnya saja daripada harus merasakan siksaan demi siksaan oleh lelaki iblis didepannya itu.
"Oh tidak sayang,itu akan begitu mudah untukmu,karena kita akan terus bersenang-senang sampai saya ingin mengakhirinya sendiri"
__ADS_1
Pupil mata dina melebar,tubuhnya bergetar hebat karena menekanan ditiap kalimat yang dirga lontarkan kepadanya.
"Aku mohon ampuni aku" dina hanya bisa mencoba memelas iba agar dirga melepaskannya.
"Jangan memasang wajah memelasmu itu karena itu sangat menjijikkan,membuatku ingin segera memulai permainan ini" manik mata cokelatnya penuh dengan amarah yang membara.
Dina melihat dirga tertawa mengerikan,rahangnya yang kembali mengeras dan dia mendengar jelas giginya yang menggelatuk.Dirga mencengkeram tengkuk dina dan mengarahkan pisaunya keleher,
"Kalian cepat masuk" ucap dirga dengan nada tinggi.
Bersamaan itu pula terlihat derap langkah 4 orang memasuki kamar tersebut,dina yang melihatnya langsung melebarkan pupil matanya,dia menggeleng perlahan dan meronta sekuat tenaga di sisa-sisa tenaga yang dimilikinya.
"Nikmati tubuh wanita sampah ini,kalian boleh bersenang-senang dengannya malam ini tapi ingat,jangan buat dia mati cepat,saya ingin dia mati perlahan dengan merasakan siksaan yang begitu pedih dan menyayat"
Pupil mata dina melebar sempurna melihat segerombolan serigala lapar berjalan ke arahnya.Dia tidak bisa berteriak karena mulutnya telah ditutup dengan selotip berukuran besar.
Dirga berderap dengan langkah lebar keluar dari ruangan itu,diluar ruangan terlihat firza tengah duduk bersantai dengan asap rokok yang mengepul disela bibirnya dan satu tangannya terdapat botol whiskey dengan memakai setelan jas hitam dan kemeja putih sedang menunggu menjalankan perintah dari bos sekaligus sahabatnya itu.
"Aku serahkan sisanya padamu,pastikan wanita sampah itu tidak meninggalkan jejak sama sekali dan bermainlah yang rapih seperti biasanya"
"Baik bos,kau tenang saja"
"Good"
Dirga melangkah pasti keluar rumah setelah pembalasannya telah terselesaikan.
Kini hanya satu yang ia tuju,yaitu ingin segera bertemu dengan wanitanya meskipun ia sadar diri bahwa wanitanya sudah begitu membencinya.
Dia tidak peduli,dirga akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kesempatan kedua kalinya agar wanitanya bisa memaafkannya bahkan jika wanitanya ingin dirinya mati,maka dirga akan dengan senang hati melakukannya karena 'dia lebih suka hidup hanya satu detik asalkan bersamanya dari pada menghabiskan seumur hidup tanpanya'
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE VOTE YANG BANYAK DAN JANGAN SKIP IKLAN YA🥰
AGAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI DALAM MENULIS CERITA.
KAMSAHAMNIDA☺️
__ADS_1
VISUAL FIRZA👇