
Mobil dirga terparkir dibasement apartemen,dia membawa buket bunga serta makanan untuk dimakan bersama alea.
Dirga melangkah menuju pintu lift,namun dia melihat sosok yang dibencinya,rashad.
Dia juga terlihat membawa makanan ditangan nya,rahangnya mengeras.
'Dia benar-benar pengganggu'
Langkah dirga dipercepat agar dirinya dulu yang sampai dipintu apartemen alea.
Sementara alea tengah bersiap-siap menyambut dirga dengan memakai lingerie warna hitam yang terlihat kontras diwarna kulitnya yang putih.Namun dia menutupinya dengan memakai dres kancing depan selutut agar lelakinya itu tidak menyadarinya.
Alea memakai riasan tipis,bibirnya dia poles dengan lip glos warna merah muda,karena pada dasarnya bibir alea memang sudah berwarna pink natural.
Sementara dirga mempercepat langkahnya namun dilihatnya dia oleh rashad.
"Oh halo pak dirga,tidak sangka kita bertemu disini,kebetulan saya mau menjenguk nona alea sekalian mengantarkan makanan untuknya"
"Tidak perlu,anda bisa pergi,saya yang akan menemaninya"
"Perlu anda tau pak dirga,pria sejati tidak akan pernah menyerah pada wanita yang dicintainya dengan sepenuh hati,tidak peduli betapa banyaknya rintangan itu"
Rahang dirga mengeras,rasanya dia ingin memberikan bogeman kearah wajahnya.
"Anda sungguh percaya diri sekali,saya memiliki sesuatu untuk diperjuangkan dan saya akan berjuang untuk cinta dalam hidupku,saya tidak akan menyerah atau mengalah setelah semua yang saya lalui"
Keduanya melangkah dengan membisu,sesampainya didepan pintu apartemen alea.
Ting tong...
Alea tersenyum mendengar bunyi bel rumahnya,segera dia buka pintunya namun yang ada dihadapannya ada dua sosok lelaki dengan tatapan penuh amarah.
__ADS_1
Tubuh alea kaku berada dalam situasi yang menegangkan ini,ingin rasanya dia menghilang entah kemana jika memiliki kekuatan ajaib.
"Emm eh ada pak dirga sama pak rashad,mari masuk"
alea mencoba bersikap adil karena dia juga tidak enak hati jika mengusir pak rashad begitu saja.
Dirga merasa kesal karena mempersilahkan rashad masuk ke apartemennya.
"Wah banyak makanan enak,kita makan bersama saja ya"
Alea melangkah masuk kedalam dapur mengambil piring dan gelas untuknya makan bertiga.
Suasana hening,yang ada hanya suara irama sendok dan piring saja.sepersekian detik kemudian terdengar bunyi deringan telepon,
ternyata milik rashad.
"Halo..oh ya saya segera kesana"
"Maaf nona alea,saya permisi pulang dulu,ada sesuatu hal mendesak,mari nona alea,pak dirga"
"Ah iya hati-hati pak rashad"
Alea mengantarkan rashad sampai depan pintu,lalu ditutupnya pintu itu kembali,tiba-tiba alea merasakan cengkeraman kuat dari belakang menghimpit tubuhnya dengan tubuh lelaki itu.
"Sudah puas buat saya cemburu"
Alea melihat kilatan mata dirga penuh amarah,dia mencoba menenangkannya,
"Sayang,kan nggak mungkin aku ngusir dia,bagaimanapun dia sudah pernah nyelamatin aku,aku cuman sekedar balas budi,udah itu aja"
Dirga mendengus kesal,digandengnya tangan dirga menuju sofa kemudian menyuruh dirga untuk duduk.
__ADS_1
"Kamu duduk dulu disini ya sayang,aku beresin makanan sebentar dimeja,kamu pasti masih capek kan setelah seharian bekerja" disuapnya lembut pipi dirga,membuat dirga sedikit melunak akan sikapnya.
Alea beberes makanan dimeja sembari melirik lelakinya itu tengah memejamkan matanya dengan tubuhnya bersandar dikursi sofa.
Setelah beres,dia melepas pakaian dres miliknya,yang tersisa hanyalah lingerie hitam yang membalut dengan sempurna ditubuhnya.Alea membenarkan make up nya serta rambutnya,dia berjalan perlahan menuju lelakinya itu,tanpa disadari ternyata lelakinya itu tau akan kehadirannya,
Disergapnya tangan alea kemudian dibawanya kedalam pangkuan dirga,
dirga yang melihat wanitanya memakai lingerie hitam menggoda membuatnya menelan salivanya,
Dibisikkannya sesuatu ditelinga alea,
"Aku masih lapar,sangat kelaparan"
Dirga begitu lepas kendali,dia ******* bibir alea,menggigitnya kemudian mengusap dengan lidahnya,alea turut membalas ciuman dirga dengan panasnya.
Dirga terus menciuminya hingga nafas keduanya terengah-engah.
dirga melepaskan bibirnya,dia mengatakan sesuatu tepat didepan wajah wanitanya,
"Aku mencintaimu,kau hanya milikku seutuhnya"
Pernyataan penuh penekanan membuat alea juga terbakar gairah,kali ini alea membalikkan badannya diatas dirga,dia mencumbunya dengan penuh membara,dia tidak menyangka bisa hilang kendali seperti ini.
Dirga menggendong alea menuju kamar dengan bibir keduanya yang masih menyatu,
dirga terbakar oleh gairah yang begitu besar,dia heran bisa memiliki gairah sedahsyat ini ketika bersama alea.
Dirga menghirup aroma ditubuh wanitanya itu,bersamaan dengan bibirnya yang mengecap apapun yang dilaluinya.
Dirga menyelipkan kakinya diantara kedua kaki alea,melihat wanitanya merenggangkan kakinya membuat dirga menelusup dengan cepat kedalam inti wanitanya itu.
__ADS_1
Sepertinya keduanya akan menyelesaikan ujung pergumulan dahsyat itu,sudah beberapa kali keduanya bercinta namun gairah membara dalam diri kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu seakan enggan untuk menyudahinya.Hingga mereka merasakan tenaga yang sudah terkuras habis,dirga melepaskan cairan miliknya masuk kedalam inti wanitanya itu,kemudian keduanya tertidur lelap dengan saling berpelukan.