
Lamunan dirga buyar dengar suara vello yang menyadarkannya,
"Ga..dirga..kenapa kamu diem aja"
tangan vello dengan lancangnya memegang pipi dirga,bersamaan itu pula terdengar bunyi ketukan pintu,
Tok tok tok...
"Masuk"
Dirga segera menepis tangan vello namun dengan gerakan cepat vello memeluk dirga dari belakang tepat disaat alea membuka pintu dan melihat semua yang terjadi.
Dirga melihat wanitanya tengah memandanginya dengan tatapan sulit diartikan,dia yang menyadari vello yang tengah memeluknya,segera dia lepaskan pelukan vello.
"Emm maaf saya ganggu,saya hanya mau bilang kalau pak aderson sudah menunggu dilobi pak dirga" dada alea bergemuruh,ingin rasanya dia menangis,namun ditahannya karena tidak ingin terlihat lemah.
"Baik,saya yang akan kesana menemui pak aderson,kamu ikut saya" dirga melesat menjauh dari vello.
Didalam lift,dirga terus melirik wanitanya yang sedari tadi menunduk,dia tau kalau alea salah mengartikan yang dilihatnya barusan,baru saja dirga ingin berbicara,deringan telepon membuatnya mengurungkan niat untuk menjelaskan.
Drtt... Drtt....
"Halo kenapa za"
__ADS_1
"Pak dirga,sekedar meningatkan nanti malam kita berangkat ke malaysia untuk pembukaan ritztoon cabang baru disana selama 3 hari"
"Baik,silahkan kamu atur semuanya"
"Baik pak"
Bersamaan itu pintu lift terbuka,sehingga dirga belum sempat menjelaskan pada alea.
Dilobi sudah ada pak aderson yang menunggunya,
"Selamat siang tuan aderaon,maaf menunggu,silahkan duduk"
"Its okey,terima kasih,bisa kita mulai langsung saja pak dirga pembahasan terkait kerjasama kita"
Selam hampir 1 jam lamanya pembicaraan dirga dan tuan aderson berakhir,
"Anda memang seorang pengusaha yang brilian pak dirga,tidak salah saya menanam investasi saham untuk perusahaan anda"
"Terima kasih atas pujiannya tuan aderson,saya faris dirgantara menjamin anda tidak akan menyesal sedikitpun atas investasi yang anda berikan keperusahaan saya"
"Baik,saya percaya sepenuhnya kepada anda pak dirga,saya permisi dulu selamat siang"
"Terima kasih kembali tuan aderson,selamat siang,hati-hati dijalan"
__ADS_1
Keduanya saling berjabat tangan,lalu tuan aderson berlalu menjauh dari alea dan dirga.Tinggalah mereka berdua saja,ketika dirga hendak bicara,telepon dari dirga lagi-lagi membuatnya kembali mengurungkan niat untuk menjelaskan.
"Maaf saya permisi dulu pak,masih ada banyak kerjaan agar selesai tepat pada waktunya" alea melangkah cepat menuju pintu lift untuk naik keatas.
Dirga menerima telepon sembari melirik punggung wanitanya yang perlahan hilang dari pandangannya.
Sementara alea didalam lift tenggelam dalam pikirannya dengan apa yang dilihatnya didalam kantor dirga,sebenarnya apa hubungan dia dengan wanita itu,kenapa terlihat seperti sangat akrab,apalagi tatapan wanita itu menatap dirga dalam,seakan dia tidak ingin melepaskan dirga lagi.Apalagi ketika keduanya berpelukan,andai alea tidak masuk,apakah mereka masih terus berpelukan?sampai saat ini dirga sama sekali tidak berusaha untuk menjelaskan,apakah memang wanita itu orang yang pernah ada dihatinya dirga atau kah sampai saat ini masih tetap jadi yang spesial.lalu apa gunanya aku,apakah aku hanya sekedar pelampiasan hatinya saja,tidak terasa air mata menetes dipipi alea,tangan alea mengelus lembut perutnya yang masih ramping,
"Mama harus gimana nak,bantu mama agar mama kuat ya nak"
Bagaimana nasib dirinya dan bayi yang ada didalam kandungannya ini,bahkan sampai saat ini saja dirga belum mengetahui kalau alea hamil benih cintanya.
Apalagi alea dan dirga masih sibuk dalam urusan masing-masing, dalam waktu 3 hari kedepan keduanya tidak bisa saling bertemu,
semoga saja setelah semua urusan selesai,keduanya ada ruang untuk bicara,karena menyampaikan berita besar ini keduanya harus benar-benar dalam kondisi hanya ada mereka berdua saja.
Alea menarik nafasnya pelan,memejamkan matanya sebentar,
"Semangat alea,masa depan kamu masih panjang,kamu harus jadi wanita sukses"
MOHON DUKUNGANNYA YA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,VOTE,SUBSCRIBE,
AGAR SAYA BISA SEMAKIN SEMANGAT DALAM MENULIS
__ADS_1
TERIMA KASIH😊