
Hening,,
Keduanya sama-sama larut dalam pikirannya masing2,yang ada hanya suara gerakan kaki melangkah bersama ber irama.
Alunan piano yang telah terhenti menandakan berakhirnya dansa keduanya.
"Sekarang waktu untuk makan malam bersama,untuk para tamu yang hadir silahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan"
Alea yang tengah mencari tempat duduk,merasakan seseorang menyentuh tangannya,
"Pak dirga"
"Ikut saya sekarang"
kemudian dilepaskannya tangan alea dan berjalan didepannya.
Alea yang penasaran hanya bisa mengikutinya dari belakang.
"Tunggu saya,kamu duduk disini"
belum sempat menjawab,lelaki itu melangkah jauh dari tempat duduknya kini.
Selang beberapa menit,dirga bersama para pelayan disana berjalan ke arahnya dengan beberapa makanan dan minuman.
Alea mengernyitkan alis nya,tidak mengerti maksud lelaki itu.
"Maaf pak,ini apa maksudnya ya"
"Kalian boleh pergi" ucap dirga kepada pelayan disana.
"Saya memastikan bahwa makanan atau minuman tersebut aman,karena kamu orang yang ceroboh,asal ambil makanan atau minuman tanpa dipastikan dulu"
Ucapan lelaki ini mengingatkannya akan kejadian satu tahun yang lalu,hati alea berdesir karena bentuk perhatian kecil yang dilakukan bos nya ini.
"Terima kasih pak"
Dirga duduk disamping alea,ditempat duduknya hanya ada dirga dan alea.
Alea pikir mungkin orang-orang segan untuk bersama dengan pak dirga.
Keduanya disibukkan dengan makanan masing2,setelah selesai dirga membuka percakapan nya,
"Nanti pulangnya saya tunggu diparkiran basement,saya antar kamu pulang"
"Emm..nanti kalau ada yang lihat bagaimana pak?"
"Kamu itu sekretaris saya,normal sebagai sekretaris pulang bersama bos nya"
ucap dirga tanpa memalingkan wajah nya dari layar handphone nya.
Alea hanya bisa mendesah dalam diam,
"Baik pak"
Acara gala dinner selesai pada pukul 23.00,malam ini sungguh melelahkan bagi alea.
Untung nya besok hari minggu jadi alea bisa bersantai di apartemennya.
__ADS_1
Setibanya alea dibasement,alea tengah mencari cari mobil bos nya,sesaat telepon alea berdering,
Drrt....drttt....
"Mobil saya di sebelah kiri kamu berdiri,cepat kesini" titahnya tidak bisa dibantah
"Baik pak" lagi2 hanya itu saja yang bisa alea ucapkan
Setibanya diapartemen alea,dirga memarkirkan mobilnya.
Dirga melirik ke arah alea,didapati nya wanita itu ketiduran didalam mobil.
Di pandangi nya wajah wanita di samping nya ini dengan lekat,dirga tidak tau pasti perasaan apa untuk wanita ini,kenapa setiap hal yang berhubungan dengan nya,dirga selalu ingin tau.
Dirga merasa matanya berat,tubuhnya seperti dingin tidak seperti biasanya,lama kelamaan dirga tertidur juga disamping nya.
Tidak lama alea terbangun dan mendapatinya sudah sampai di pelataran apartemennya.
Alea menengok kesamping,melihat pak dirga yang juga ikut memejamkan matanya,
Alea mencoba memberanikan diri membangunkan pak dirga,
"Pak,maaf saya sudah bangun,saya permisi dulu dan terima kasih sudah mengantar saya"
Tidak ada jawaban dari lelaki itu,alea memperhatikan seperti ada yang aneh dalam diri pak dirga.
Di sentuh nya dahi pak dirga,betapa kagetnya alea karena tubuh pak dirga ternyata demam.
Alea yang kebingungan akhirnya memutuskan untuk membawa pak dirga ke apartemen nya.
Alea meminta pertolongan security untuk memapah pak dirga karena tubuh pak dirga sudah lemas.
Alea mengambil air hangat kemudian mengompres dahi lelaki itu,
Terdengar samar suara lelaki itu seperti mengigau,entah apa yang di bicarakan nya karena terlalu lirih,
sudah sekitar 15menit alea mengompres dirga,alea merasa susah bergerak karena masih menggunakan gaun yang dipakainya tadi.
Alea mengambil baju ganti setelan kaos oblong serta celana pendek menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya juga.
Setelah selesai mandi,alea memegang dahi lelaki itu,
"Sepertinya demam nya sudah berkurang" gumamnya lirih
Di pandangi nya lelaki itu,ternyata seorang faris dirgantara bisa sakit juga.
Malam ini alea tidur disofa,direbahkan nya tubuh alea yang sedari tadi terlalu lelah.hingga mata mulai terpejam dan tertidur.
Alea terbangun,melihat jam menunjukkan pukul 05.00,
alea menuju kamar mandi untuk mandi,setelah selesai alea berjalan kearah kamar nya untuk mengecek suhu badan lelaki itu.
Didapatinya lelaki itu masih tertidur lelap,alea cek suhu badan nya,
"syukurlah sudah turun demam nya" ucapnya lirih
Alea berkutat di dapur membuat bubur khas madura,bubur manggul terbuat dari tepung beras yang diberi santan dan garam.dengan tambahan toping serundeng atau kelapa di sangrai yang di bumbui,daun kemangi serta sambal goreng udang.
__ADS_1
Sementara dirga terbangun dari tidur nya,di lihat nya dengan seksama suasana didalam ruangan ini bukan kamar nya.
Dirga melihat foto berukuran besar,foto wanita cantik jelita dengan senyuman nya yang manis,dirga tau pasti dia ada dimana.
Dirga beranjak keluar kamar,
di dapati nya wanita itu sedang fokus memasak dengan memakai apron,rambut di gulung ke atas dengan menyisakan anak rambut depan,memperlihatkan leher putih mulus nya,
Tidak bisa dipungkiri kalau wanita itu terlihat lebih seksi ketika memasak,pesonanya bertambah dengan gerakan-gerakan lincah diri nya didapur.
Ehmm,,
Terdengar suara deheman dari arah belakang,
Lelaki itu sudah berdiri dibelakang dapur nya,
alea mengernyit,"bagaimana bisa langkah kaki lelaki itu tidak terdengar olehnya"
ucapnya dalam hati
"Ah pagi pak dirga,ini saya buatkan sarapan untuk anda,semoga anda suka"
Di bawanya nampan berisi dua mangkuk berisi bubur,terlihat dari aroma nya dirga yakin kalau bubur ini pasti lezat.
"Dirga,panggil dirga kalau diluar kantor"
"Emm baik pak,eh dirga"
"Silahkan di makan buburnya mumpung masih hangat"
"Oke saya makan"
Di lirik nya dirga memakan masakan alea dengan lahap nya,alea yang penasaran hasil masakannya bertanya,
"Emm gimana masakan saya pak,eh dirga?maaf kalau tidak sesuai lidah anda"
"Enak,sangat enak,ini bubur ter enak yang pernah saya makan"
ucap dirga jujur
Pipi alea bersemu mendengar pujian terlontar dimulut dirga,tidak sia2 dirinya berkutat didapur dari matahari belum menampakkan sinarnya,karena alea mendengar dari orang-orang di kantornya,kalau faris dirgantara orang yang pemilih dalam hal apapun.
Alea membereskan mangkuk dimeja makan,kemudian terlihat tengah mengambil sesuatu dan berjalan ke arah dirga,
Dirga hanya duduk sembari memperhatikan setiap gerakan wanita itu,ternyata alea membawa termometer kemudian duduk disebelah dirga,
"Maaf ya saya lancang,ini di cek dulu suhu badan anda"
"37,belum terlalu normal" dengan reflek tangan alea menyentuh dahi dirga,membuat tubuh dirga berdesir akan perlakuan manis alea.
"Maaf maaf saya tidak sengaja"
"gapapa,auww" kepala dirga berdenyut
"Kenapa dirga,masih pusing ya,ayo saya antar istirahat didalam kamar"
__ADS_1
Alea memapahnya menuju kamar,ketika akan membaringkan tubuh dirga,kaki alea tersandung hingga terjatuh di atas ranjang dengan dirga juga ikut terjatuh di atasnya dengan posisi bibir mereka menempel.
Dirga merasakan bibir wanita itu,rasa yang masih sama hingga ingin rasanya dia ********** dengan penuh gairah.