Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Tidak semudah itu


__ADS_3

Hangat nya mentari pagi dan udara segar dapat membuat perasaan kita menjadi sedikit damai.


Mentari pagi memang menawarkan sejuta pesona nya yang membuat mata terpana akan keindahan nya.Selain itu,mentari pagi juga dapat menghangatkan tubuh ditengah suasana dingin saat pagi hari,apalagi saat ini dirinya sedang berada di puncak yang memang terkenal akan cuacanya yang sejuk.


Setiap orang dapat mengambil pelajaran dan pengalaman berharga dari sebuah peristiwa yang terjadi.Tak semua kehidupan berjalan seperti semestinya,karena adakalanya akan selalu ada hari-hari menyakitkan seperti saat ini yang tengah ia rasakan yang seakan menghantam nya hingga ke relung hati terdalam,namun yakinlah akan ada hari-hari berikut nya yang baru dan cerah seperti matahari terbit menampakkan sinar nya.


Semalam bahkan gisel tidak bisa terlelap dengan tenang,ia selalu merasa gelisah dalam tidur nya,sudah beberapa kali ia mencoba berganti posisi tidur agar merasa nyaman namun sia-sia saja usahanya,hingga lingkaran bawah mata nya menghitam yang nampak seperti mata panda karena hanya tidur sebentar saja.


Ia menghirup nafas panjang,saat ini gisel sedang berada dibalkon kamar menikmati udara pagi yang sejuk.


Disaat dirinya tengah berkutat dalam kesendiriannya,tiba-tiba terdengar ketukan pintu kamar nya,ia segera melangkah untuk membuka pintu tersebut,nampak pria kisaran umur 45 tahunan membawa nampan berisi makanan.


"Nona,ini sarapan untuk anda,tolong dimakan,setelah itu saya ditugaskan untuk mengantar anda ke bandara oleh tuan"


"Emm tuan anda dimana?" entah lah mengapa kalimat itu justru yang terlontar keluar dari mulut nya.


"Tuan sedang berada dikamar satunya nona,ia pagi-pagi sekali bangun lalu memasak makanan untuk anda,kemudian tuan berpesan untuk mengantarkan makanan nya kepada anda"

__ADS_1


Gisel terperanjat mendengar penuturan lelaki tersebut,ia mencoba bersikap biasa.


"Oh iya terima kasih"


"Lalu ini pakaian ganti untuk anda nona,semua sudah dipersiapkan oleh tuan"


"Kenapa dia mengantarkan sendiri kesini?apa dia sedang tertidur?"


Lagi,tanpa ia sadari kalimat itu lolos begitu saja dalam mulut nya,bukankah harus nya ia merasa senang karena sepertinya lelaki itu menepati permintaan nya agar tidak menampakkan diri nya dalam hidup nya itu?


'Kau sungguh aneh gisel!' tukas nya dalam hati pada diri sendiri.


Sejenak dada gisel berdesir akan penuturan sopir lelaki itu,memang benar makanan yang tersaji didepan mata nya itu sesuai dengan selera nya.


"Apa ada lagi yang anda butuhkan nona?"


Suara sang sopir menyadarkan gisel dari lamunannya,membuat dirinya sedikit gelagapan,

__ADS_1


"Oh tidak,sudah cukup,terima kasih"


"Kalau begitu saya permisi dulu nona,saya menunggu di bawah,jika anda sudah siap untuk berangkat,saya akan langsung mengantarkan anda"


"Ah iya pak,terima kasih"


Sepeninggal sopir tersebut,gisel membawa nampan berisi makanan lalu duduk dibalkon yang memang terdapat meja serta kursi kayu kecil.


Ia memulai memakan makanan tersebut dengan pelan,suasana begitu hening,yang ada hanya suara cecapan mulut nya yang mengunyah makanan agar tertelan dengan sempurna dari mulut hingga turun ke perut.


Namun pandangan matanya menerawang jauh oleh pikiran yang sedikit mengusik rasa menggelitik dihati nya,jika ia tidak salah mendengar,tadi sopir nya mengatakan kalau tangan lelaki itu berdarah,namun dengan tangan yang masih terluka ia masih tetap memaksakam dirinya untuk membuatkanku makanan karena katanya hanya lelaki itu yang mengerti apa yang sesuai dengan seleraku?


Pandangan mata gisel beralih pada makanan yang ia makan,lelaki itu membuat roti sandwich isi tuna yang dipotong kecil-kecil lalu ditumis dengan menggunakan campuran telur dan keju dengan tanpa daun bawang serta acar,karena gisel tidak menyukai itu.Dan ternyata makanan yang ia persiapkan memang sesuai dengan selera nya.


Apakah dulu lelaki itu memang sangat mengenalnya?benarkah dulu ia dan lelaki itu memang sudah menjalin hubungan begitu dalam?hampir saja ia akan melunak dengan perhatian dari lelaki itu padanya,namun pikirannya tertampar akan ingatan pernyataan lelaki itu bahwa ia telah dengan tega melenyapkan dengan paksa bayi yang ada didalam perut nya.


Apakah lelaki itu kira jika dia menunjukkan perhatian-perhatian kecil akan membuat perasaan nya sedikit melunak?oh itu sungguh pemikiran yang salah besar,karena kenyatannya tidak semudah itu mengembalikan kertas yang telah dirusak akan kembali utuh lagi,begitu pun dengan kebencian gisel padanya.

__ADS_1


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE DAN JANGAN SKIP IKLAN YA🥰


Kirim-kirim hadiah juga boleh,aku terima dengan senang hati😊


__ADS_2