Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Secuil harapan


__ADS_3

'Tunggu aku alea,aku akan secepatnya menemukanmu dan menyelamatkanmu dari pria keparat itu'


Mansion maladewa,


Alea terbangun dari tidurnya karena suara perutnya yang kelaparan,dia baru menyadari kalau sudah 1 hari perutnya tidak mendapatkan asupan gizi sama sekali.Perlahan alea berusaha duduk bersandar ditepi ranjang namun punggung tubuhnya yang digores dirga menggunakan pisau masih terasa nyeri sehingga tubuhnya tidak bisa sepenuhnya bersandar.


'Auww...'


Alea meringis nyeri pada seluruh tubuhnya yang remuk,dia kembali teringat akan nasib janin dikandungannya yang entah masih hidup atau tidak,yang jelas setelah meminum obat itu,alea diam-diam meminta ke kamar mandi dan memuntahkan segala yang ia telan.


Sesaat ia mengusap perutnya,tersenyum getir akan nasib malang yang menimpanya saat ini,


'Semoga kamu masih hidup ya nak,bantu mommy berdoa agar segera bisa keluar dari sini' batinnya dalam hati.


Pandangan mata alea kosong lurus kedepan,lagi,dia menitikkan air matanya karena meratapi garis hidupnya kini.Namun dia tidak boleh lemah,dia harus bisa memikirkan cara agar setidaknya bisa keluar dari mansion ini dulu,lalu memikirkan langkah selanjutnya agar selamanya bisa lepas dari jeratan iblis seperti dirga.


Ditengah kemelut hatinya yang sedang berkecamuk,terdengar derap langkah mendekat kearah pintu kamar,reflek tubuh alea begitu waspada dengan seseorang yang akan masuk kekamarnya.


Manik mata hitam kecokelatan alea menatap kearah asal pintu kamar,memastikan siapa yang akan datang kesini.


Cekrekkk,,

__ADS_1


Dari balik pintu nampak seorang asisten wanita yang dirga bawa untuk menjaga alea.Tidak,lebih tepatnya untuk mengawasinya 24 jam agar tidak kabur dari mansion ini.


"Permisi nona,ini makanan anda,tolong dimakan ya"


"Saya tidak berselera,tolong anda bawa lagi saja"


"Saya mohon nona kali ini dimakan ya,nanti kami yang kena hukuman lagi dari tuan jika nona tidak mau makan"


Kening alea berkerut, 'hukuman lagi' ,memangnya apa salah pelayan itu?


"Anda dihukum kenapa?" tanya alea penasaran.


"Maaf nona,jika nona tidak makan maka kami akan dicambuk oleh pengawal disini 10x,saya benar-benar memohon pada nona untuk segera makan,tolong kasihanilah kami nona" alea melihat tangan pelayan itu bergetar,matanya berkaca-kaca karena ketakutan yang dialaminya.


"Yaudah saya makan" lagi pula jujur saja cacing diperutnya sudah berdansa meminta asupan yang masuk didalam perutnya dan juga andai janin dalam kandungan alea masih ada,alea harus memberikannya gizi yang cukup dan tidak boleh egois yang memikirkan diri sendiri.


"Terima kasih nona" pelayan wanita itu hendak melangkah pergi,namun alea tercetus sebuah ide,


"Emm bi,bisa minta tolong bawakan buah?saya ingin makan buah"


"Baik nona,anda ingin buah apa biar saya kupaskan untuk anda"

__ADS_1


"Eh tidak usah bi,cukup bawakan saja,saya tidak akan langsung memakannya,biar nanti saya yang kupas sendiri jika ingin memakannya"


"Baik nona,sebentar ya saya ambilkan" pelayan itu pun berlalu hingga hilang dari pandangan.


Alea bernafas lega,setidaknya dia berusaha mencari celah dulu dan mendapatkan secuil harapan entah nanti hasil atau tidaknya,semua alea pasrahkan pada sang penguasa alam.


RITZTOON SINGAPURA


"Dengan semangat kerjasama dan partisipasi aktid dari semua masing-masing divisi,kita sangat mampu untuk mengatasi tantangan kedepannya dan meraih kesuksesan yang lebih besar.Mari kita terus bekerjasama dan memberikan kontribusi untuk mencapai hasil yang lebih unggul dari yang lain,terima kasih semuanya,kalian semua luar biasa" suara lantang dan tegas dirga menggema keseluruh ruang rapat,tanda berakhirnya rapat bulanan selama hampir kurang lebih 3 jam.


Prok prok prok


Riuh riuh tepuk tangan terdengar memenuhi ruangan tersebut,dirga memang dikenal sebagai pebisnis bertangan dingin,jika sudah mengenai masalah bisnis,fokusnya akan terpatri oleh bisnis yang digelutinya.


Setelah selesai,dirga mendudukkan diri dikursi kebesarannya,bahunya bersandar pada kursi seraya memijit pelipis matanya yang berdenyut karena masalah yang memenuhi pikirannya akhir-akhir ini.Disaat dirga mulai memejamkan matanya,dia dikagetkan dengan suara dobrakan pintu ruang kerjanya,terlihat didepannya ada rashad dengan wajah merah menyala menatapnya nyalang dengan tangan terkepal erat.


"Katakan dimana alea, dasar keparat"


TERUS DUKUNG KARYAKU YA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSRIBE,VOTE


DUKUNGAN KALIAN MEMBUATKU BERSEMANGAT LAGI UNTUK BISA CRAZY UP SETIAP HARINYA

__ADS_1


TERIMA KASIH😊


__ADS_2