Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Benar-benar pengganggu


__ADS_3

Rashad sungguh tidak menyangka kalau didunia ini ada orang yang begitu mirip,matanya seakan enggan berpaling dari perempuan mirip mendiang tunangannya yang sangat dia rindukan.


Rashad menatap alea yang tengah memakan dessert kesukaannya dulu dengan marsha maharani soetedjo,mendiang tunangannya.


"Bagaimana nona alea dessertnya,apakah anda suka?" tanyanya seakan penuh makna


"Hmm enak pak rashad,kebetulan sekali saya sangat suka chocolate" alea melirik dirga sekilas


"Syukurlah,saya takut nona alea tidak menyukainya" rashad tersenyum lebar memperlihatkan dagu terbelahnya.


Dirga mengepalkan tangannya diam-diam,sedetik kemudian dia merasakan sentuhan tangan lembut wanitanya mencoba menenangkannya.


"Terima kasih atas jamuannya,waktu saya sangat berharga,saya permisi dulu pak rashad" ucapannya datar dan dingin.


"Oh iya sama-sama pak dirga,nona alea,saya antar sampai pintu depan"


"Tidak perlu,kami bisa sendiri"


Dirga melangkah cepat dengan memasukkan tangannya kesaku,kebiasaan jika dirga tengah gugup dan emosi.


Dirga dan alea sudah berada didalam mobil,alea memandangi dirga yang terlihat masih emosi,diusapnya dengan lembut tangan dirga,


"Kamu kenapa sayang"


Dihembuskannya nafas dirga dengan kasar,


"kamu nggak lihat bentuk perhatian yang rashad kasih ke kamu itu beda,caranya dia memandang kamu,semua orang pun tau kalau tatapan dia kekamu itu penuh arti"

__ADS_1


dirga mendengus kesal.


"Sayang,aku nggak peduli lelaki lain memperhatikanku,namun yang pasti kamu tetap pemenang di hatiku" alea tersenyum manis kearah dirga.


kruukkk...kruukk..


Suara bunyi perut keroncongan alea menyadarkan dirga kalau mereka belum makan siang.


"Kamu lapar sayang"


dibelainya rambut alea dengan lembut.


Alea mengangguk,


"Banget sayang"


"Aku ngikut kamu aja,yang penting perut kenyang hehe" alea tersenyum lebar


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju salah satu restoran di jakarta.


Disaat mereka tengah menikmati makanan,ada suara sapaan dari orang yanh paling tidak ingin dirga lihat,


"Halo pak dirga,nona alea,bertemu lagi kita disini" senyum rashad melebar ketika melihat alea tengah makan direstoran yang dia juga ada disitu.


"Oh hai pak rashad,anda sendirian" tanyanya alea,mencairkan suasana karena dirga hanya diam membisu.


"Iya kebetulan saya mau cari makan,tidak sangka bertemu nona alea disini,saya sangat senang" senyum rashad tidak pernah pudar dan selalu menatap lekat alea.

__ADS_1


"Pak rashad sungguh ramah ya orangnya pada setiap wanita" ucapnya datar dan dingin


"Lebih tepatnya hanya pada nona alea saja,oh ya pak dirga boleh saya gabung" rashad yang tidak tau malu langsung duduk disamping alea,membuat dirga mengepalkan tangannya,


'benar-benar penganggu' ucap dirga dalam hati


Alea berada dalam situasi canggung diantara mereka berdua,


"Emm maaf saya permisi ke toilet dulu ya pak" alea memilih jalur aman saja.


Mata rashad mengekori langkah alea sampai hilang dari pandangan,


"Saya masih bisa mencium aroma wangi vanila khas nona alea,sesuai dengan karakternya yang membawa kebahagiaan disekitarnya" ungkapan rashad benar-benar membuat dirga geram,dengan beraninya dia terang-terangan mengaguminya didepan dirga,tangan dirga mengepal ingin rasanya dia menonjoknya detik itu juga.


Namun dari kejauhan nampak alea tengah berjalan menuju kearah kami.


"Maaf pak dirga,pak rashad,saya permisi pulang duluan karena masih ada keperluan"


alea takut lama-lama disitu akan ada perang dunia ketiga.


"Saya antar pulang" ucap dirga dan rashad bersamaan,membuat situasi semakin memanas.


"Tidak perlu pak dirga,pak rashad,kebetulan saya sudah dijemput sama teman saya miska"


Dirga yang tengah akan membuka mulutnya langsung di dahului rashad,


"Teman kamu miska yang kerja ditempat saya itu ya?"

__ADS_1


"Iya pak betul,kalau begitu saya permisi dulu" alea melangkah cepat keluar dari situasi yang mencekam.


__ADS_2