
Seperti biasanya alea selalu terbangun pukul 05.00,dia merenggangkan ototnya,kemudian perlahan membuka kedua matanya dan mengedarkan pandangan kesetiap sudut dikamar yang dia tempati semalam.
Untuk sesaat alea terperanjat dengan isi kamar tersebut sangat jauh berbeda dengan yang ada di apartemennya,namun dia teringat kalau saat ini alea berada didalam mansion milik keluarganya.
Alea beranjak dari tidurnya,melangkah ke kamar mandi untuk menyegarkan seluruh tubuhnya yang terasa lengket.
Tubuhnya terasa segar sehabis mandi,alea teringat perkataan mama danira,
"Sayang,ini semua pakaian mama siapin buat kamu,kamu tinggal ambil saja ya"
Alea melangkah menuju walk in closed yang didominasi dengan warna merah muda,warna pink identik dengan wanita yang manis,elegan dan modern.
Alea menelisik dalam sudut ruangan yang begitu luas dengan adanya lemari tinggi besar yang terdapat banyak baju-baju branded serta beberapa pasang sepatu dan tas yang tentunya dengan harga yang sudah pasti mahal,terdapat pula kotak khusus menyimpan berbagai jam dan pernak pernik.
Diruangan walk in closet ini semakin terlihat cantik dengan terdapat hiasan lampu gantung yang diletakkan diarea tengah ruangan.Selain itu warnanya dikombinasikan dengan dinding warna pastel beige dan lantainya berwarna abu-abu.Semakin menambah kesan elegan didalamnya.
Pilihan alea jatuh kepada dres diatas lutut warna mint lengan pendek dengan rok bawahnya memakai bahan tule dengan rambut panjangnya dibiarkan tergerai serta memakai riasan tipis.
Alea melangkahkan kakinya berkeliling mansion yang amat sangat luas itu.
Dia memutuskan melangkahkan kakinya ke halaman belakang mansion yang ternyata terdapat pondok khusus taman bunga yang luas,dari luar saja begitu memanjakan mata memandang,karena penasaran alea mendekati taman bunga tersebut.
Manik mata coklat hitam alea menangkap seseorang tengah menyirami bunga-bunga didepannya,dengan langkah anggun dan senyum yang terukir diwajahnya membuat hati alea menghangat.Alea mendekatinya,
"Pagi mama" suara alea membuat danira membalikkan badannya,senyumnya merekah melihat putri cantiknya sudah berdiri dibelakangnya.
"Halo sayang,kamu sudah bangun" suara serak khas danira masuk kedalam pendengaran alea dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya.
__ADS_1
Direngkuhnya alea dalam,seakan tidak rela melepaskan putrinya yang baru saja bertemu setelah puluhan tahun lamanya,harus sudah terpisah lagi karena alea hari ini akan kembali ke indonesia.
Alea merasakan hangat didalam tubuhnya dengan rengkuhan mama nya,mata alea terpejam sejenak menikmati suasana menenangkan seperti ini,alea membalas pelukan mama nya dengan erat,danira yang merasakan pelukannya mendapat respon putrinya,hatinya merasakan senang luar biasa.
"Iya mama,aku sudah terbiasa bangun pagi jam 05.00,mama suka bunga?"
mata alea beralih memandangi berbagai jenis bunga yang indah.
"Iya sayang,dari dulu mama suka,kamu jadi pulang ke indonesia hari ini?" mata alea menangkap guratan kesedihan diwajah mama nya,alea menarik nafasnya pelan,
"Iya ma nanti jam 11 alea pulang sama rashad"
Danira memegang tangan alea,kemudian tersenyum tipis kearahnya,
"Kamu kalau kesini lagi tinggal dimansion saja ya temenin mama,mama kesepian sayang,kamu mau kan?" usapan lembut tangan danira membuat hatinya berdesir,
"Iya ma,alea juga rencananya bakal menetap disini" terlihat senyumnya mengembang lebar menampakkan gigi putihnya yang rapi.
Bersamaan itu pula terdengar suara yang dikenalnya mencoba mendekat,
"Pemandangan didepanku jauh lebih indah dari pada pemandangan bunga-bunga disini"
terlihat rashad sudah berada tepat dibelakang mereka.
"Danira dan terkekeh, "kamu ini ya nak rashad,mengganggu kami saja"
Alea hanya tersenyum melihat interaksi keduanya,
"Oh ya tante,om wijaya pesan sama saya kalau berjumpa tante,katanya ditunggu diruang kerjanya"
__ADS_1
"Oke baik" matanya beralih memandang alea, "Nak,mama kedalam dulu ya sama mau nyiapin sarapan buat kita"
"Rashad,temenin alea ya" danira melangkah pergi meninggalkan rashad dan alea berdua saja.
Ada yang mengusik pikiran alea,membuatnya memulai mempertanyakan sesuatu kepada rashad,
"Emm shad,boleh aku bertanya?" rashad menoleh ke arah alea,memperhatikan mulut alea yang sudah membuka namun tertutup kembali,membuat alis kirinya terangkat,
"Bicara saja alea,lepaskan yang ada dipikiran kamu,aku akan jawab semua yang aku tau"
tangan rashad menepuk pelan pundak alea seakan meyakinkan bahwa dia mau berbagi beban alea bersama.
"Aku tidak tau harus dimulai dari mana" rashad melihat alea menggigit bibir bawahnya,membuat rashad justru berfantasi liar ingin ******* bibir wanita dihadapannya kini.Namun dengan cepat dia menggeleng kepalanya pelan,tersadar akan lamunan kotornya,membalaa perkataan alea,
Kedua tangan rashad memegang pundak alea untuk memutar tubuh alea agar menghadap sejajar dengannya,wajah rashad sedikit menunduk untuk melihat dengan jelas wajah alea yang penuh dengan pertanyaan yang ada diotak nya namun tertahan didalam mulutnya.
"Aku sudah bilang,aku akan selalu ada buat kamu alea,kamu jangan merasa terbebani karena kehadiranku,justru aku merasa senang kalau kamu mau sedikit berbagi keluh kesahmu kepadaku,perlahan saja kamu mau mulai dari mana,okey"
Lagi-lagi alea menggigit bibir bawahnya dengan mata terpejam sesaat,
"Ini hanya kamu yang tau rahasiaku,aku bisa mempercayaimu kan?"
Dibelainya rambut alea pelan,manik abu miliknya bertabrakan dengan manik coklat hitam milik alea,rashad sedikit membungkukkan badannya karena dia tubuhnya yang tinggi.
"Kamu bisa mempercayaiku alea,aku jamin itu"
"A...aku hamil rashad" nafas rashad tercekat mendengar perkataan alea terlontar begitu saja dari mulutnya,dia merasa tubuhnya tersengat aliran listrik bertegangan tinggi yang meremukkan seluruh tubuhnya.
Harapan rashad pupus sudah untuk bisa merebut alea disisinya,namun meskipun begitu entah kenapa melihat wajah sendu alea yang terlihat begitu menyatat hati membuat rashad bertekad apapun yang alea butuhkan,dia akan selalu ada disampingnya.
__ADS_1
"Siapa ayah dari anak itu,apakah dirga?"