
Sepeninggal beberapa orang suruhannya,rashad terduduk dengan kepala nya dia sandarkan disofa sembari memejamkan matanya,dengan satu tangannya memijit pelipis alis matanya, terlihat dia menghembuskan nafasnya panjang,lagi lagi dia gagal kali ini,namun akan dia pastikan lain kali dia akan berhasil menemukan alea.
"Alea,dimana kamu sebenarnya,tunggu aku,aku harap kamu baik-baik saja disana"
°°°°°°°°°°°°°°°°
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 jam 30 menit,private jet dirga sampai di halaman belakang mansion maladewa miliknya,karena jarak tempuh yang lumayan menghabiskan waktu itu dirga manfaatkan untuk istirahat karena jujur saja dia merasakan kantuk luar biasa serta tenaga yang terkuras karena peristiwa semalam.
Dirga menuruni anak tangga satu per satu dengan langkah lebar.Mentari telah menampakkan cahayanya terang karena waktu telah menunjukkan pukul 08.30,dia tidak sabar ingin melihat wanitanya setelah hampir 1minggu lamanya tidak berjumpa.Namun karena badannya terasa lengket,dirga terpaksa harus pergi ke kamar mandi terlebih dulu untuk menyegarkan badan.
Selesai mandi dirga mencari keberadaan alea dikamarnya,disatu tangannya ia membawa obat oles paling ampuh untuk mengobati bekas luka dibeberapa bagian tubuh alea.Dia kearah alea hanya memakai jubah mandi dengan atasnya bertelanjang dada setengah terbuka sehingga memperlihatkan sebagian perut ototnya dan bawahnya memakai celana yang mampu membakar manik mata perempuan manapun yang melihatnya.
Sementara alea tidak menyadari kalau hari ini dirga sudah berada dimansion maladewa,karena semalam alea tidak bisa tidur jadi dia hari ini bangun terlambat,bahkan dirinya baru selesai mandi.
Disaat dia tengah bersantai duduk disofa memanjakan manik mata hitam kecokelatannya melihat kearah luar jendela,terpaksa harus bergeser fokusnya seiring suara derap langkah yang semakin dekat memasuki kamarnya.
Cekrekk,,
Gagang pintu terbuka menampakkan lelaki tampan dengan jubah mandi yang tidak berniat dipakainya karena masih terlihat seluruh otot perutnya melangkah kearahnya dengan tatapan sendu.
Manik mata mereka bertemu,tapi tunggu,mengapa seorang faris dirga menatapnya sendu,itu suatu hal yang mustahil menurut nya,manik mata hitam kecokelatan alea seakan menangkap kilau kelabu yang sarat akan penyesalan,kerapuhan dan menyayat.
Entah kenapa sejenak dirinya tidak berusaha melarikan diri dari pandangan dirga yang terlihat semakin dekat kearahnya.
"Kamu baru mandi?"
Entah apa yang dipikiran dirga sehingga menanyakan hal yang baginya jelas sungguh tidak penting itu karena siapapun bisa melihatnya dengan tetesan air yang jatuh dari sela-sela rambut alea.
Alea yang mendengar pertanyaan dirga terasa bergeming,dirinya masih belum sepenuhnya sadar akan situasi saat ini,namun dengan cepat alea menggelengkan kepalanya dan menyadarkan dirinya sendiri agar segera menjauhi bahaya tepat dihadapan nya.
Dirga yang melihat respon alea beranjak melangkah untuk menjauhinya,dia menangkap pergelangan tangannya,
__ADS_1
"Aku bawakan kamu obat oles paling ampuh,agar luka ditubuhmu tidak meninggalkan bekas,menurutlah,aku hanya ingin mengoleskan ini saja tidak lebih" lagi,manik mata hitam kecokelatan alea melihat kesungguhan akan ucapan lelaki itu,entah sihir apa yang dimiliki dirga sehingga dia begitu penurut kembali duduk ketempat semula.
Suasana begitu hening,tidak ada pembicaraan antara mereka sama sekali,dirga mencoba menangkap pandangan manik mata hitam kecokelatan milik wanitanya itu namun dia memilih untuk mengalihkan pandangannya kearah lain.
Enggan dalam keheningan ini,dirga memulai percakapannya dengan alea,
"Apa kamu merasa lebih baik akhir-akhir ini"
Dirga melihat kening alea berkerut sesaat,lalu mulutnya terbuka,
"Apa itu penting bagi anda tuan?"
Sungguh,suara wanitanya itu terdengar begitu asing ditelinga dirga,dia tidak lagi memandang nya seperti dulu,dirga melihat bagaimana wanitanya dengan jelas membentangkan jarak terhadap nya.Dirga hanya bisa tersenyum getir,ingin rasanya ia merengkuh pundak wanitanya yang terlihat begitu rapuh karena perlakuan bengis nya terhadap alea serta mengucapkan beribu maaf kepadanya.
Dirga mencoba mengalihkan pembicaraan lainnya sembari mengoleskan obat dibagian tubuh yang terkena sayatan darinya.
"Apa kamu merasa bosan?jika iya,setelah ini aku akan mengajak kamu jalan-jalan melihat pemandangan laut yang indah yang hanya berjarak 200 meter saja dari sini"
"Tidak terima kasih,saya semalam kurang tidur,setelah ini saya ingin kembali melanjutkan istirahat saya saja"
Dirga menarik nafasnya panjang,kembali melanjutkan pembicaraannya,
"Kamu berbaliklah,aku akan mengoleskan obat ini ke punggung kamu"
"Tidak perlu tuan,lagi pula saya akan menjadikan luka ini sebagai kenangan dimasa depan,itupun jika saya masih memiliki kesempatan hidup dimasa depan karena untuk membayangkannya saja saya sungguh tidak berani"
Kalimat yang terlontar dimulut alea membuatnya begitu tercabik,sebegitukah dalamnya luka yang ia tanamkan hingga membuat wanitanya terlihat begitu pasrah serta sarat akan keputus asaan.
"Kalau sudah selesai saya permisi tuan,saya ingin melanjutkan tidur saya"
Dirga melihat wanitanya sudah beranjak dan melewati dirinya namun lagi,dirga meraih pergelangan tangan alea dan membalikkan posisi tubuhnya menghadap ke arahnya,
"Makan dulu,aku ambilkan sebentar,kamu tunggu disini"
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban dari alea,dirga melangkah lebar keluar dari kamar tersebut,alea hanya bisa berdiri kaku dengan posisi sama seperti tadi,ia begitu heran dengan perlakuan berbeda dirga sedari tadi,penuh kelembutan dan kerapuhan menjadi satu.
Apa lelaki itu mengira jika dengan memperlakukan alea dengan baik maka dirinya akan luluh dengan mudahnya seperti dulu?
Oh tentu tidak,karena kali ini luka yang ditorehkan dirga terlalu dalam hingga dalam hatinya hanya ada kebencian yang terpatri kokoh.
Bersamaan itu pula dirga sudah berdiri tepat dibelakang alea membuat dirinya sedikit tersentak akan kehadiran dirga yang tiba-tiba.
"Mari kita makan bersama" pandangan alea mengekori pergerakan dirga yang membawa nampan besar yang nampak berisi makanan dan minuman untuk kemudian diletakkan nya di meja bundar dengan terdapat dua kursi saja disamping kiri ranjang alea.
Awalnya alea malas untuk duduk disamping lelaki itu,namun karena perutnya terasa lapar akhirnya dengan berat hati ia duduk berhadapan dengannya.
"Kamu harus banyak makan sayuran dan buah agar kondisi kamu cepat membaik" terlihat dirga begitu telaten menaruh sayur dalam mangkok kecil lalu mengupas buah anggur dan apel lalu memotongnya menjadi beberapa bagian kecil.Setelah selesai dirga menggeser piring yang sudah terdapat buah tersebut kearah alea.
Dirga tidak peduli kalau wanitanya tidak merespon dirinya,dengan alea sudah mau duduk untuk makan didepannya saja sudah membuat dirga sedikit lega.
"Kamu makan yang banyak"
Lagi,dirga terasa seperti sedang berakting dalam menjalankan peran yang akan dimainkannya untuk pentas nanti,sehingga ia perlu berlatih menghafalkan dialognya berulang-ulang sendiri.
Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari keduanya,lebih tepatnya alea,karena sedari tadi hanya dirga yang berusaha untuk mengajaknya mengobrol namun tiada respon baginya,kini yang ada hanya suara dentuman piring dan sendok yang bertabrakan menghasilkan irama tak beraturan.
Manik cokelat dirga tak pernah lepas dari wanita didepannya itu,namun yang ia lihat pandangan alea begitu kosong,tidak akan ada lagi tatapan hangat darinya seperti dulu.
Pergerakan dirga menyeret gerak tubuh alea yang akan beranjak dari tempat duduknya.
"Saya sudah selesai tuan,saya permisi"
Dirga tidak bisa berdiam diri saja melihat jarak yang semakin terbentang luas antara dirinya dan wanitanya itu.
Sungguh,dia tidak bisa hidup tanpa wanitanya itu.
"Aku mengakui bahwa apa yang aku lakukan kepadamu terlalu menyayat hati dan tidak bisa diterima,aku tidak berusaha membela diri tetapi aku mencari pengampunan darimu"
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKR,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE VOTE YANG BANYAK DAN JANGAM SKIP IKLAN YA🥰
TERIMA KASIH SELALU SETIA MENDUKUNG KARYA AUTHOR😊