
Setiap orang memiliki garis hidup mereka masing-masing,dari yang menyenangkan hingga terasa menyedihkan.Untuk itu hendaknya apa yang terjadi dalam hidup ini senantiasa dijadikan pembelajaran agar hidup yang dijalani terasa lebih bermakna.
Namun tidak dapat dipungkiri,sejumlah orang mungkin merasa ada kalanya berada dititik terendah dalam hidup,putus asa oleh persoalan yang bagi mereka seakan tidak ada habisnya.Ketika dalam masa itu,salah satu yang dibutuhkan untuk dapat menyembuhkannya adalah adanya pemberian semangat dari orang terdekatnya.
Saat dalam kondisi tersebut,semua hanya bergantung pada diri sendiri,apakah perjuanganmu dalam melanjutkan hidup akan terhenti atau kamu akan melanjutkan nya.
Setelah dirga siuman dari koma selama 4 bulan,hal yang bisa ia kerjakan ialah berusaha untuk memulihkan tubuhnya kembali seperti sedia kala,meskipun dengan cara merangkak serta tertatih dalam melakukannya.
Seperti saat ini,dirga yang merasa tubuhnya sudah merasa baik-baik saja memutuskan untuk kembali ke perusahaan yang sudah diabaikan nya selama 6 bulan lamanya.
"Bro,lo yakin sudah mau masuk perusahaan lagi?" tanya firza dengan raut wajah serius karena khawatir jika tubuh dirga belum sembur total.
"Aman,tenang saja,justru kalau hanya diapartemen akan ngerasa bosan,ayo kita berangkat"
"Hmm baiklah"
Dirga memandangi kota jakarta yang seperti biasanya selalu dipenuhi kepadatan kendaraan orang-orang yang akan melakukan aktifitas keseharian mereka,sejenak ia menghembuskan nafasnya berat,pikirannya melayang ketika pertama kali dirga bangun dari tidur panjang nya,betapa ia amat sangat merindukan alea,betapa ia sangat ingin bertemu dengannya,bagaimana ia akan melanjutkan hidupnya tanpa alea disampignnya.Terlebih saat ini ia tidak tau keberadaan alea dimana,ia cukup sadar diri akan perlakuan kasarnya dulu kepada alea sehingga keluarga soetedjo berusaha keras untuk menyimpan rapat kabar tentang alea agar tidak diketahui orang luar.
__ADS_1
Dirga tersenyum getir akan kenyataan pahit yang siap tidak siap harus ia jalani,ia hanya bisa berharap semoga tuhan mempertemukannya kembali dengan alea entah kapanpun atau dimanapun itu.
Kesadaran dirga naik ke permukaan ketika melihat mobil nya sudah sampai dibasement RITZTOON.
Bagaimanapun ia harus tetap berpikir ke depan karena bisnis yang ia jalani menyangkut ratusan karyawan yang mengandalkan hidupnya di perusahaan milik dirga.
Pintu lift terbuka,dirga melangkahkan kaki nya menuju ke arah ruangan nya,sebelum itu terlihat meja yang dulu nya diduduki oleh alea,sekilas ia melihat bayangan alea yang menyapanya dengan senyuman manisnya,membuat langkah dirga terhenti tepat didepan meja kerja alea dulu,ia seakan bisa melihat bayangan wajah cantik alea dengan senyuman manisnya memandang kearah dirga dengan ceria,bagaimana ia setiap hari nya selalu membuat dirga lebih bersemangat oleh tiap kata yang ia lontarkan,ditengah lamunannya,dirga merasa ada yang menepuk pundak nya pelan,ketika dirga menengok,dirga mendapati firza yang sudah berada tepat disampingnya.
"Kamu gapapa?"
"Gapapa,aku tunggu jadwal hari ini dan aku ingin kamu mengganti meja kerja ini,besok harus sudah beres,paham"
Dua tahun kemudian
Kepala dirga berdenyut seiring siksaan dari pikiran yang mencoba memerangkap isi kepalanya.Dia menemukan bagaimana dirinya merangkap susah payah menyentuh tahun kedua perpisahannya dengan alea.Ia tau tak akan mudah baginya menjalani ini semua ditengah gulungan ombak lara yang menerpanya.
Yang bisa ia lakukan hanyalah mencari pelampiasan dengan cara kembali meminum minuman keras hampir setiap harinya,tidak terhitung lagi jumlah botol yang ia tenggak untuk mengusir rasa rindu yang menyiksa dan pikiran tentang alea yang selalu menghantuinya.Sungguh,ia begitu tersiksa dengan hilangnya alea dalam hidupnya.
__ADS_1
Ia setiap hari nya begitu merindukan alea yang selalu dapat memahaminya,yang selalu bisa menghiburnya dikala ia sedang dalam banyak masalah yang menerpa,ia ingat jika pelukannya yang hangat mampu membuat hatinya seketika menjadi tenang seperti sebuah sentuhan magis.Perlakuannya yang lembut membuat dirga selalu nyaman berada di dekatnya.
Ia merindukan setiap hembusan nafas yang berhembus membakar telinganya,membuat seluruh tubuhnya meremang.
Dirga mencoba memejamkan mata,untuk mencoba menarik kembali segala yang ada dalam angan nya agar terlihat nyata,namun yang ia dapatkan ketika ia membuka mata,yang terdengar hanya suara suara kerinduan dalam hati yang terus berngaung di dada,membuat lagi-lagi dirga terperosok pada rasa penyesalan mendalam.
Sangat menyakitkan ketika hampit setiap jengkal yang ada di apartemen dan kantor,mengingatkan tentang kenangan manis dirinya dengan alea.
Alea benar-benar seakan hilang ditelan bumi,bahkan dirga sudah mengerahkan orang yang handal dibidangnya namun tetap saja yang ada hasilnya hanyalah kekecewaan,ia hanya ingin tau jika hidup alea baik-baik saja,baginya itu sudah lebih dari cukup.
Karena dirga cukup tau diri untuk tidak mengharapkan lebih setelah apa yang ia perbuat kepada alea,meskipun dalam relung hati terdalam ia ingin entah suatu saat ia akan dipertemukan kembali dengan alea,kapanpun waktunya,dirga rela menunggu.
Namun lagi-lagi dia seakan tertampar akan kenyataan pahit bahwa hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi.
'Pada akhirnya kita benar-benar terasing,kamu pergi dengan kekecewaan dan aku berbalik dengan segala penyesalanku' ucap dirga dalam hati.
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE VOTE YANG BANYAK DAN JANGAN SKIP IKLAN🥰
__ADS_1
XIE XIE NIE😊