
Dirga menelan salivanya,dari jarak yang terlalu dekat,alea terlihat sangat mempesona.
Detik demi detik berlalu tanpa ada gerakan atau suara dari keduanya,
Bibir mereka masih menempel,mata saling memandang.
Segera alea tersadar kemudian berdiri sembari menata perasaannya yang sedari tadi gugup karena kejadian barusan.
"Ma..maafkan saya pak"
Dengan buru-buru alea melangkah keluar dari kamarnya.
Alea mengatur nafasnya lalu melangkah menuju ruang tamu,
Sedangkan dirga yang masih terbaring di ranjang masih merasakan debaran yang samar,
dirga memijit pelipis nya lalu memejamkan mata nya,
Meskipun bibir mereka hanya menempel,tubuh dirga langsung bereaksi,
Dirga merasa aneh kenapa hanya dekat dengannya saja tubuh dirga bereaksi,dirga ingat sudah setahun ini dia tidak terpenuhi kebutuhan seksual nya.
Sebelum malam panas nya bersama alea,dirga hampir 1 minggu 2 kali sekali memanggil wanita penghibur untuk memuaskan hasrat nya.
"Shittt....kenapa kamu selalu memenuhi pikiranku?" ucapnya lirih
Dirga begitu frustasi dengan siksaan kenikmatan yang pernah wanita itu berikan satu kali.
Deringan telepon membuyarkan lamunan dirga,
__ADS_1
Dilihatnya layar handphone tertera nama firza,
"tumben sekali firza pagi-pagi sudah menelepon,
"Ada apa za?"
"Loe lagi dimana bro pagi-pagi gini,gue diapartemen loe tapi loe nya malah nggak ada"
"Gue lagi di rumah alea" jawabnya jujur
"What?gue nggak salah denger,ngapain lo pagi-pagi,hayoo ngaku?loe baru saja bermain-main pasti dengan sekretaris baru lo,syukurlah loe udah bisa melupakan wanita satu tahun lalu itu"
"Justru gue makin nggak bisa melupakan wanita itu karena sekarang dia selalu berada di lingkungan hidup gue"
"Maksud lo?tunggu-tunggu gue agak bingung,jangan-jangan wanita satu tahun lalu itu nindi alea,sekretaris lo?
"Yeah..of crouse"
"Lo itu ya yang diotak lo cuman ngeres aja,nggak ada yang lain.gue semalem nganter dia di apartemen nya,tiba-tiba gue demam,badan gue lemes sampai gue dipapah sama security ke kamar nya alea,tinggallah gue disini semalamam"
"Terus terus..udah ngapain aja?" tanyanya firza dengan penuh semangat
"nggak ngapa-ngapain lah,udah ah jemput gue sekarang,gue share lokasi apartemennya alea,lo nggak usah bawa mobil,pakai taxi aja,mobil gue di parkiran sekalian bawain gue satu stel pakaian,kita ke bar,gue lagi butuh hiburan"
"Iya bawel lu..."
Hufft....
Dirga menghembuskan nafas nya dengan kasar,lalu beranjak menuju kamar mandi alea untuk menjernihkan pikirannya dengan guyuran air yang dingin.
__ADS_1
Alea kembali dari rutinitas gym nya,
alea melirik ruang pintu kamar nya yang masih tertutup,mengira kalau lelaki itu tertidur lagi.
Alea pun melesat ke kamar mandi tamu untuk menyegarkan badan nya yang sudah penuh dengan keringat.
Selesai mandi,alea menyadari kalau baju ganti nya tertinggal disofa ruang tamu.
Alea merutuki diri nya yang selalu pelupa,
dibuka nya pintu kamar mandi tamu,alea menengok kanan kiri terlebih dulu untuk memastikan kalau lelaki itu tidak ada diluar.
Setelah dirasa aman,alea melangkahkan kaki nya dengan hanya menggunakan handuk yang melilit ditubuh nya serta rambut panjang nya yang masih basah.
Alea buru-buru mengambil baju ganti nya di sofa,alea dikagetkan dengan suara berat lelaki yang di kenal nya memanggil namanya,
Alea menggigit bibir bawah nya lalu berbalik,
"Sial,kenapa lelaki itu harus keluar disaat belum semestinya sih" ucapnya dalam hati
Dirga keluar dari kamar nya setelah selesai mandi,dirga berjalan tengah mencari keberadaan wanita itu.
Ketika hampir sampai di ruang tamu,tubuh dirga menegang melihat alea hanya memakai handuk yang menutupi tubuh indah nya dengan rambut basah nya, membuat milik dirga di bawah sana seketika mengeras.
"****..." ucap nya lirih
Dirga tidak tau lagi apakah dirinya masih bisa menahan diri.
"Alea" ucap nya dengan suara berat
__ADS_1
Di lihat nya tubuh alea dari atas sampai bawah,tetesan air yang masih membasahi tubuhnya sungguh membuat dirga tidak yakin bisa mengontrol dirinya.