
Di ruangan kerja dirga,
Dirga melihat tangan alea yang gemetar, tubuhnya merosot turun hingga terduduk dan menundukkan kepalanya,hanya bahu nya saja yang bergerak dengan suara isak tangis yang terdengar membuat dada dirga terasa nyeri.
Dirga yang tersadar mencoba sedikit menenangkan alea,kali ini di dekapnya dengan lembut,di belainya rambut halus alea lalu dia cium kening nya.
"Maafkan saya alea,saya khilaf" ucap nya dengan tulus
Alea yang merasa sentuhan dirga terasa lembut tidak seperti tadi,sedikit merasa lega.
Dia memberanikan diri menengadahkan wajahnya menatap lelaki itu,terlihat tatapan mata nya mengungkapkan penyesalan.
"Saya permisi pak,ijin mengambil berkas-berkas untuk rapat nanti" ucapnya dengan mencoba bersikap tenang.
Dirga hanya mengangguk,dilepaskan nya tangan dirga dari pundak alea yang didekapnya tadi.
Dirga kembali ke tempat duduk,memikirkan perlakuan kasarnya terhadap alea membuat dadanya nyeri sampai saat ini.
Tidak biasanya dirga langsung luluh melihat air mata wanita,namun alea berbeda..dirga merasakan hatinya memberontak tidak karuan,Dirga yang masih hanyut dalam lamunannya,terdengar suara ketokan pintu
Tok...tok...tok...
"Masuk" dirga mencoba menetralkan perasaannya.
__ADS_1
"Ini pak berkas-berkasnya,serta ada beberapa dokumen yang perlu pak dirga tanda tangani"
ucapnya dengan wajah sedikit menunduk.
Dirga menandatangi sembari melirik ke arah alea,ingin rasanya dia mengungkapkan penyebab amarahnya tadi namun di urungkannya karena dirga tidak punya hak untuk marah karena dia bukan siapa-siapa nya alea.
"Apa masih ada lagi"
"Sudah tidak ada pak,kalau begitu saya permisi"
***
Hari ini rapat dari semua kepala divisi,untuk mempresentasikan rencana kerja dari masing-masing divisi.
Pagi ini pertama kali dia ikut mendampingi pak dirga rapat,sebelumnya firza,sekretarisnya yang lama yang selalu mendampinginya.
Mereka mempersiapkan presentasi dengan penuh kematangan,karena mereka tau kalau pak dirga orang yang perfeksionis dalam bekerja,tidak boleh ada kesalahan sedikitpun.
Tak berapa lama,pak dirga serta sekretarisnya alea memasuki ruang rapat.seluruh kepala divisi yang hadir di rapat tersebut berdiri menyambut CEO Ritztoon Faris Dirgantara.
Rapat selesai pada pukul 15.30,semua kepala divisi meninggalkan ruang rapat.
Yang tersisa hanya dirga bersama alea,alea membereskan berkas-berkas rapat tadi.
__ADS_1
Dirga melirik sekilas gerak gerik alea,kemudian memulai percakapan,
"Hari ini kamu boleh pulang lebih awal karena saya ada keperluan diluar"
Alea yang mendengar nada bicara atasannya ini begitu lembut sedikit terenyuh,
"Baik pak,terima kasih,kalau begitu saya pamit pulang"
"Iya,kamu hati-hati dijalan,istirahat saja dirumah karena kamu kelihatan lelah" ucapnya tulus tanpa mengalihkan pandangannya dari alea.
Alea membalas menatapnya,kaget akan perhatian yang dirga berikan.
terukir senyum manis di bibir alea,
"baik pak,saya permisi"
Dipandanginya punggung wanita itu hingga menghilang dari pandangannya,
Alasan dirga menyuruh alea pulang lebih awal karena jujur saja dia masih merasa bersalah atas sikap kasarnya tadi pagi.
Dirga tidak ingin wanita itu hilang dari hidupnya lagi.
sudah cukup baginya merasakan perasaan tersiksa dibayangi wanita yang mampu memuaskan hasratnya walaupun hanya satu kali.
__ADS_1
Ketika tengah melangkahkan kakinya keluar,terdengar suara deringan telepon milik dirga,dilihatnya nama di layar handphone tertulis rashad mega film.
Dirga mengernyitkan dahi, 'ada keperluan apa dia menelepon'