
Kebanyakan manusia lebih menyukai keindahan fatamorgana ketimbang menghadapi realita hidup yang terkadang tak seindah harapan.
Seperti yang dirga rasakan sekarang,ia tak bisa membedakan realita dan mimpi.pikiran nya mendorong nya untuk berhenti menyakiti diri sendiri ,namun dialam bawah sadar nya,ia seakam enggan untuk mengakhiri masa-masa indah bersama wanitanya itu.
Sebab yang paling salah dari mengartikan cinta itu sendiri ialah ketika kamu menyelam terlalu dalam pada imajinasi yang kamu buat sendiri,serta harapan yang kamu karang sendiri sehingga kamu lupa menyadari bahwa kamu hanya berekspektasi terlalu tinggi hingga ketika kamu terjatuh,kamu akan merasa terhempas sedalam-dalam nya hingga ke dasar jurang.
Dirga tersenyum kecut,dia rasa detik ini alea sudah bukan lagi wanitanya karena mereka seperti orang asing yang tak mengenal satu sama lain.Ia menghirup serakah udara yang ada,sejenak ia memejamkan mata nya untuk sedikit saja mencoba menenangkan kemelut yang bersarang dalam pikiran nya.
"Katakan padaku alea,bagaimana caraku agar sanggup menjauh dari hidupmu sedangkan seluruh jiwa,raga serta pikiranku sepenuhnya telah aku serahkan hanya kepadamu"
Guman dirga dengan suara rendah,ia memijit pelipis alis mata nya yang terasa berdenyut nyeri.
Ditengah pikiran nya yang berkecamuk,dirga mendengar suara mesin mobil yang di nyalakan dari arah bawah,pandangan mata nya beralih ke halaman vila milik nya,tidak lama setelah itu dirga melihat alea melangkah untuk masuk kedalam mobil yang memang sudah dirga persiapkan untuk mengantarkan nya ke bandara dengan sopir pribadi nya.
Logika nya menyuruh nya untuk segera masuk ke kamar agar alea tidak melihat nya karena takut jika ketahuan oleh alea,maka ia akan semakin sulit untuk menjangkau nya,namun tubuh nya seakan tidak sependapat dengan logika nya.Dia ingin sekali saja bisa memandangi nya dengan puas sebelum ia sadar,bahwa setelah ini ia mungkin akan sulit jika ingin berjumpa dengan nya.
Sedangkan gisel melangkah dari kamar untuk keluar dengan perasaan aneh yang merasuk hati nya.Entah mengapa,seakan kaki nya telah di ikat oleh seonggok batu sehingga untuk melangkah saja terasa berat.Dengan susah payah akhirnya gisel sampai pada halaman vila milik lelaki itu,didepan matanya sudah terlihat mobil yang sudah dipersiapkan untuk mengantarnya ke bandara.
Tanpa sadar ia mengedarkan pandangannya ke berbagai arah,hingga ia melihat dibalkon atas sana sedang berdiri sosok yang sedikit mengganggu pikirannya tadi.
Ia melihat ketika manik cokelat lelaki itu sengaja menabrakkan diri dari manik hitam kecokelatan miliknya,sejenak gisel merasa tersihir oleh pandangan matanya sehingga ia juga tidak bisa mengalihkan pandangannya pada lelaki itu.Namun ditengah keduanya yang sedang saling memandang,suara sopir tersebut yang membuat pandangan keduanya terputus paksa.
"Mari nona,silahkan masuk,karena kita tidak punya banyak waktu untuk sampai ke bandara"
"Oh iya pak,ayo kita berangkat"
gisel terlihat kebalakan dalam menjawab ucapan sopir tersebut.
Ketika gisel sudah hampir masuk kedalam mobil,ia sekilas melirik lagi pandangannya keatas tempat lelaki itu berada,namun nyatanya dia sudah tidak terlihat berdiri disana,membuat nya sedikit merasa..ah entahlah,ia sendiri tidak dapat menjelaskannya.
Mobil telah menembus jalanan yang berliku serta sedikit curam,gisel memilih untuk mengedarkan pandangannya pada pepohonan hijau yang menyejukkan hatinya.
__ADS_1
Gisel terlihat menghembuskan nafasnya dengan panjang,mengapa ia merasa dada nya sedikit nyeri untuk sesuatu yang ia sendiri tidak tahu karena bingung dengan perasaannya.
Namun tiba-tiba mobil yang mereka tumpangi telah ditabrak dari belakang oleh mobil lain.
Ia sedikit terkejut dengan kejadian yang tiba-tiba itu,ia mengerutkan keningnya,perasaannya mengatakan ada yang tidak beres.
"Apa yang terjadi pak"
"Maaf nona,sepertinya kita telah diikuti oleh dua mobil yang ada dibelakang kita,nona tolong pegangan mobil erat-erat karena saya akan melajukan mobilnya dengan kencang"
Nafas gisel seakan tercekat,tubuh nya menegang dengan apa yang sedang terjadi ini,tangan nya memegang
Benar saja memang dua mobil tersebut seakan mengarah pada mobil yang kita tumpangi.
Aksi kejar-kejaran pun terjadi di sepanjang jalan,gisel yang panik mencoba berpikir jernih agar jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan,setidak nya dia harus memberikan petunjuk agar orang bisa menemukan mereka nantinya.
Kejar-kejaran pun berlangsung lama hingga akhirnya mobil tersebut berhasil menyalip mobil yang kita tumpangi.Dan dengan gerakan cepat keluarlah beberapa orang bertubuh tinggi dan kekar berjalan mendekat kearah kita.Gisel merasa panik luar biasa,
Gisel yang panik serta ketakutan mencari nomor dirga dengan tangan bergetar,
"Ah ketemu"
Ia segera menekan tombol memanggil,
"Halo dirga,ini aku,tolong kami,ada beberapa orang yang men...."
Tut tut tut....
Sambungan telepon terputus sebelum gisel menyelesaikan perkataan nya.
"Halo...alea..halo"
__ADS_1
"****"
Dirga mengusap wajah nya kasar,ia segera berlari menuju ke arah mobil nya yang berada dihalaman vila milik nya.
Ia dengan segera melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi dengan berbagai firasat buruk memenuhi pikirannya.
Ia mencoba menghubungi ponsel milik alea karena diam-diam ia menyimpan nomor milik alea sewaktu masih dipesawat.
Satu tangannya mencoba menghubungi alea,sedangkan satu tangan nya memegang stir.
'Tut tut tut...nomor yang ada tuju tidak dapat dihubungi'
"Sial"
Rahang dirga mengeras,amarah nya memuncak mengetahui wanitanya mungkin sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
"Bertahanlah alea,aku tau kau wanita tangguh"
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE DAN JANGAN SKIP IKLAN YA🥰
Kirim-kirim hadiah juga boleh,aku terima dengan senang hati😊
VISUAL👇
Faris dirgantara
Nindi alea/gisela soetedjo
__ADS_1