Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Mengurai kebenaran


__ADS_3

"Za,kamu cari wanita sampah yang menjebakku itu dan apa motifnya,saya besok akan balik ke jakarta,seret wanita sialan itu ketempat biasa kita dan satu lagi cari tau tentang kehamilan alea dan dimana dia pernah memeriksakan kandungannya itu,semua harus beres dalam kurun waktu 1x24 jam" titahnya tidak bisa dibantah.


"Siap laksanakan" dirga melihat langkah firza terhenti sejenak,lalu menoleh kearahnya,dia melihat pergerakan mulutnya yang terbuka mencoba mengatakan sesuatu namun diurungkannya kembali.


Melihat hal itu,alis dirga terangkat sebelah,


"Bicara saja jika ada yang ingin kau sampaikan"


Sesaat firza ragu untuk mengatakannya,namun jika tidak disampaikan,maka bisa-bisa dirinya digantung hidup-hidup oleh bos killer nya itu,dia memulai membuka mulutnya,


"Maaf bos,sewaktu kau dibar waktu itu,aku secara tidak sengaja melihat nona dina sarah abadi putri dari mahendra abadi bersama perempuan yang ada difoto itu bos,karena waktu itu hanya melihatnya sekilas saja,jadi aku memastikan terlebih dulu kebenaran tentang penglihatanku" firza memejamkan matanya kemudian melirik dirga dengan perasaan takut karena sudah pasti hal sebesar ini dia akan meluapkan amarahnya.


"Dan kau baru mengatakannya sekarang! Kau ingin aku mengulitimu lalu kujadikan kau makanan untuk harimau-harimauku yang lapar huh!" manik mata cokelat dirga menatap nyalang,rahangnya mengeras dan...


BRUG


BRUG


BRUG


Tangan dirga melayangkan pukulannya pada dinding tembok hingga terlihat tangan dirga meneteskan darah karena pukulannya yang terlampau keras.


Nafas firza seakan tercekat saat itu juga,diraihnya tangan dirga agar menghentikan aksinya menyakiti dirinya sendiri,


"Maaf bos,aku benar-benar baru ingat sekarang" sungguh ingin rasanya firza punya ilmu hitam karena dia ingin menghilang detik itu juga!


Dirga mencengkeram kerah firza,pupil matanya melebar,

__ADS_1


"Cepat cari tau segala hal tentang dina dalam kurun waktu 3 jam serta yang tadi saya perintahkan,paham!" nafas dirga berderu hebat,amarahnya benar-benar saat ini seperti bom waktu yang kapan saja bisa meledakkan seluruh isinya.


"Ba..baik bos saya permisi" firza melangkah dengan setengah berlari dari ruangan penuh kegelapan milik bos nya itu,setidaknya akhirnya dia bisa melarikan diri dari pusaran neraka didepannya tadi.


Dirga mendudukkan dirinya disofa dengan wajahnya mendongak sembari memejamkan matanya,dia mengusap wajahnya kasar lalu menarik nafasnya berat,pikirannya berlarian entah kemana,bahkan tetesan darah ditangan dirga yang masih mengucur seakan tak ada rasa sakitnya,dia abai akan hal itu.


Karena dalam pikirannya dia terus teringat sebuah pernyataan rashad, 'Anak kalian' cukup berhasil untuk membuat dadanya bergemuruh hebat.Dirga tidak bisa membiarkan hal sebesar ini berlarut-larut,dia secepatnya harus mengambil tindakan untuk mengurai kebenaran yang masih samar itu.


Segera dia alihkan pemikirannya dengan melihat kembali layar laptopnya untuk memantau keadaan wanitanya.


manik cokelatnya tak pernah lepas dari pergerakan alea yang tengah terduduk disofa dengan tangan dan dagu menopang sofa sembari melihat pemandangan luar yang memang dirga siapkan sofa itu didekat jendela agar alea bisa melihat pemandangan indah.Entah sudah berapa lama wanitanya itu duduk disofa,sejenak matanya terpejam,dirga melihat bahu alea tampak meninggi sesaat ketika dia kembali menarik nafasnya berat.


Alea menundukkan kepalanya,dia kemudian beranjak berjalan kearah ranjang dengan langkah gontai karena seluruh tubuhnya yang remuk.


Dirga terenyuh melihat keadaan kacau alea seperti itu,hanya karena emosi yang tidak bisa dikontrolnya akan masalah yang belum jelas kebenarannya mengakibatkan wanita yang dicintainya itu menjadi sasaran pelampiasan kemarahannya hingga membuat seluruh tubuhnya penuh sayatan luka terdalam akibat perbuatan bengisnya


Terlihat wijaya soetedjo dan danira soetedjo sedang duduk ditaman belakang dengan danira bersandar dipundak wijaya, keduanya nampak begitu hancur hingga sampai saat ini putrinya belum bisa dilacak keberadaannya.Mereka saling berpelukan untuk bisa saling menguatkan satu sama lain.


Keduanya nampak cemas menunggu kabar dari rashad.Namun seorang wijaya soetedjo juga bukannya tinggal diam,dia telah mengerahkan agen khusus informan yang paling unggul diseluruh penjuru dunia untuk bisa melacak keberadaan putrinya.


Ditengah kemelut hati,bersama itu pula terdengar derap langkah mendekat kearah keduanya,


"Permisi tuan,nyonya,ada beberapa orang yang ingin bertemu,katanya dari agen yang dipercaya tuan" pelayan wanita paruh baya itu mengangguk hormat pada majikannya,


"Suruh mereka masuk keruang tamu,saya akan kesana"


"Baik tuan,saya permisi"

__ADS_1


Tidak lama setelahnya,datang 3 orang dengan memakai setelan jas hitam berbadan kekar,bertubuh tegap dan berperawakan tinggi mendekat kearah wijaya dan danira.


"Bagaimana hasilnya" tanya wijaya dalam raut wajah serius.


"Tuan saya menemukan ponsel milik nona alea,sepertinya sengaja dibuang oleh orang yang menculiknya karena untuk menghilangkan jejak..." dilihatnya ponsel itu,memang benar ini milik putrinya,perkataan agen itu sempat terhenti karena suara tangisan danira yang tak terbendung lagi.wijaya mencoba menenangkan istrinya dengan merengkuh pundaknya lembut,setelah dirasa danira sedikit tenang,wijaya meneruskan perkataannya lagi,


"Lanjutkan" ucap wijaya dengan tegas dan manik matanya yang fokus kearah agen yang ditunjuknya.


"Lalu saya sudah mengecek beberapa foto yang tertangkap kamera cctv dibandara beijing,kami menemukan ciri-ciri seperti nona alea dengan pakaian yang sama persis digunakannya terakhir kali,namun setelah kami memastikan ternyata dia bukan nona alea,hanya menyerupai saja dengan memakai pakaian yang sama serta postur tubuh yang sama pula untuk mengecoh kami,kami menduga nona alea dibawa dinegara terpencil agar kami kesulitan untuk mencarinya,kami sudah mengerahkam seluruh tim kami untuk menyebar keberbagai negara terpencil didunia tuan,saya menduga dalang dibalik semua ini bukan orang yang bisa kita anggap sepele,karena dia begitu ahli dan memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak meninggalkan jejak sejengkalpun untuk kita telusuri"


Rahang wijaya mengeras,hatinya nyeri disaat baru dipertemukan kembali dengan putrinya,kini harus terpisah lagi,namun wijaya tidak mau menyerah,jika mengatakan kuasa,dia juga punya banyak koneksi yang tentunya dengan senang hati mau membantu wijaya.


'Tunggu kami putriku,kami pasti akan menemukanmu' batinnya dalam hati.


"Saya tidak mau tau caranya,segera cepat temukan putri saya,berapapun uang yang kalian inginkan,akan saya penuhi asalkan putri saya ditemukan dalam keadaan baik-baik saja"


"Baik tuan"


Lagi,air mata danira mengalir deras membasahi pipi,tak sanggup menerima kenyataan bahwa ia harus kehilangan putrinya lagi,wijaya memeluk istrinya,mencoba bersikap tegar ditengah-tengah berkecamuk hatinya yang juga tidak rela putri yang baru ditemukannya setelah terpisah puluhan tahun lamanya harus kehilangannya lagi.


TERIMA KASIH SUDAH MENDUKUNG KARYA AKU😊


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE,PLUS KIRIM HADIAH JUGA BOLEH😚


VISUAL👇


WIJAYA SOETEDJO DAN DANIRA SOETEDJO

__ADS_1



__ADS_2