
Dirga mencoba meredamkan amarahnya ketika dirinya sudah disamping wanitanya.
Diusapnya rambut alea lembut,dilihatnya wajah alea dengan seksama,tidak heran lelaki manapun akan terpesona dengannya dan itu yang membuat dirga muak.
Dipandanginya wajah wanitanya itu dan dikecupnya keningnya dengan pelan supaya tidak membangunkannya.namun terlihat pergerakan alea yang membuka matanya perlahan,
"Aku dimana"
"Kamu dirumah sakit sayang" dibelainya lembut rambut alea.
"Tadi aku masih dikamar mandi terus merasa kepalaku pusing dan nggak inget lagi"
"Kamu pingsan sayang,udah kamu nggak usah berpikir keras,kamu makan dulu ya sama minum obatnya"
alea mengangguk patuh
"Udah merasa mendingan"
"Hmm iya udah mendingan,kamu kenapa bisa tiba disini,padahal kan masih dijogja"
"Aku langsung terbang kesini begitu tau kamu dirumah sakit dan yang paling buat aku menyesal kenapa temen kamu itu nggak meneleponku dulu malah menelepon lelaki sialan itu"
__ADS_1
"Siapa maksutnya,pak rashad?"
"Hmm.."
Alea melihat lelakinya itu tengah kesal mengusap tangannya dengan lembut,
"Yaudah sayang kamu jangan marah,yang penting dihati aku cuma ada kamu" senyuman manis alea membuat dirga menghela nafasnya,
Huft....
"Aku nggak mau tau,aku mau mengungkapkan hubungan kita ke publik karena aku tidak tahan banyak lelaki diluar sana yang tebar pesona sama kamu bahkan terang-terangan mendekatimu dan aku tidak suka itu!"
"Tapi sayang,aku takut kalau hubungan kita terekspos akan banyak teror yang datang kepadaku meningat kamu sangat populer dikalangan wanita" alea tertunduk lesu
"Kalau sampai ada yang menyakitimu,akan aku pastikan orang itu tidak bisa lagi hidup dengan tenang" mata keduanya bertemu dan saling memandangi satu sama lain.
"Yaudah kamu istirahat lagi,kata dokter besok sore sudah boleh pulang" dikecupnya kening alea.
"Hmm..kamu juga tidur,selamat malam"
"Iya,selamat malam sayang"
__ADS_1
Dilihatnya wanitanya tengah tertidur pulas,dirga belum bisa tenang karena bayang-bayang rashad, dia mengalihkan pikirannya dengan mengambil laptop yang dibawanya tadi,meski sudah lelah,namun dirga masih harus berkutat dalam pekerjaannya.
Tidak terasa sudah 2 jam dirga berkutat didepan layar laptopnya,ditatapnya alea yang tertidur lelap dengan wajah teduhnya,dirga melangkah mendekati alea,duduk disamping ranjangnya dan membelai rambut panjangnya.Dirga mengusap pipi alea dengan jarinya.
Dirga menaiki ranjang tidur pasien,dirinya membaringkan tubuh disamping alea dan menopangan kepala alea kepundaknya.Hembusan nafas alea yang lembut diceruk leher dirga membuat barang miliknya dibawah sana seketika mengeras.
"****" itu sangat tidak masuk akal,hanya karena sapuan harum nafas alea saja dirinya sudah bergelora.
Dirga menjauhkan dirinya dari alea,dia memutuskan untuk tidur di sofa saja supaya tetap terkendali.Namun saat matanya akan terpejam,deringan telepon berbunyi tertera nama firza,
"Gimana hasilnya"
"Lo akan kaget bro,sumpah,gue aja benar-benar nggak nyangka,gua udah kirim semua informasi tentang rashad arga hartono di laptop lo,cepat buka"
Dirga mengambil laptopnya kembali dan membuka file yang dikirimkan firza.
Betapa kagetnya dia melihat sebuah foto pasangan tengah tersenyum bahagia,lelaki itu tampak sangat tampan dan wanita itu sungguh sangat cantik yang berpose memperlihatkan cincin mereka berdua.
Yang membuat dirga kaget adalah wajah perempuan itu benar-benar mirip dengan wanitanya,alea.
Dari bentuk wajah,hidung,alis,mata,bibir,semuanya sama.
__ADS_1
Mustahil ada didunia ini dua orang yang begitu sama persis kecuali mereka memang kembar.
Dirga melirik wanitanya,hingga terbersit dalam benaknya untuk mengetahui asal usul wanitanya itu.