
"Maaf anda salah orang,saya permisi"
Alea belum bisa menjernihkan pikirannya atas semua fakta mencengangkan barusan.
"Kalau memang kami salah orang,tolong ijinkan kami melihat dengan jelas apakah ada tanda lahir ditubuh kamu atau tidak" wanita paruh baya itu memandangi alea penuh harap.
Alea merasakan belain lembut dari danira, "nindi,saya minta tolong kesediaannya kamu ya" hati alea berdesir melihat tatapan sendu wanita itu.
Bersamaan itu pula dirga telah sampai dimansion nyonya henrita maheswara,disana dirga langsung dicegah oleh pengawal yang berada diluar mansion.
"Maaf ada keperluan apa anda kemari"
"Saya mencari wanita saya,saya yakin dia didalam mansion itu,tolong sampaikan pada nyonya henrita bahwa saya faris dirgantara datang menjemput nindi alea"
"Baik,mohon tunggu disini,saya sampaikan pesan dari tuan"
Salah satu pengawal berbicara melalui earpiece dengan pengawal didalam mansion untuk mengonfirmasi pesan tersebut.
Beberapa menit kemudian pengawal tersebut mempersilahkan dirga masuk ke dalam mansion dengan pengawalan ketat.
Dirga melihat wanitanya tengah tertunduk lesu,dirga pun memanggilnya,
__ADS_1
"Alea" alea menengok dan mendapati lelakinya itu berada disampingnya,segera dia berlari dan memeluk dirga.
"are you okey?" dirga membelai lembut rambut panjang alea.
"Yeah,ayo kita pulang" ucapan alea terdengar seperti rengekan anak kecil yang sudah tidak betah dilingkungan bermainnya.
"Yes baby" digenggamnya tangan alea,kemudian dirga berpamitan dengan nyonya henrita.
"Maaf nyonya,saya permisi membawa pulang alea kembali"
Alea hanya diam membisu dengan air mata sudah dipelupuk matanya,alea melirik sekilas ibu danira dan nyonya henrita memandanginya penuh arti.
Danira menghampiri alea kemudian memeluknya,
"Hmm..saya permisi"
Alea meninggalkan mansion itu dengan perasaan campur aduk.
Sesampainya dimobil,dirga melirik wanitanya sekilas,dipakaikannya sabuk pengaman lalu dikecupnya pipi wanitanya,
"Kita jalan sekarang ya" tangan dirga membelai lembut rambut panjangnya.
__ADS_1
Awalnya dirga ingin bertanya namum dilihat dari sorot mata alea yang sendu,diurungkan niatnya kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Alea mengedarkan pandangan keluar kaca mobil,tenggelam dalam pikirannya sendiri,dia kembali teringat akan perkataan orang-orang disekitar lingkungan rumahnya dulu,
'Wajah kamu cantik sekali seperti putri keluarga kaya'
'Bagaimana bisa wajah kamu tidak ada kemiripan sama sekali dengan orang tua kamu'
Banyak sekali yang bicara seperti itu,bukan hanya satu atau dua orang.
Alea merindukan orang tuanya,andai saja ayahnya masih ada tentu alea tidak akan gundah gulana seperti ini.
Tatapan alea kosong menerawang jauh akan rentetan kenyataan yang membuatnya berpikir bahwa ini hanyalah mimpi buruk baginya.
Alea tidak habis pikir akan pikiran konyol wanita paruh baya itu,dia sungguh tidak bisa menerima kenyataan bahwa keberadaannya dianggap akan membawa penderitaan tiada henti.
Bagaimana bisa bayi yang sejatinya adalah anugerah tak terhingga justru dianggap membawa petaka,sedangkan setelah berbagai lika liku kehidupan yang dijalani alea dengan susah payah dengan gampangnya mereka ingin mengetahui kebenaran siapa aku.
Ckkk,,
'Atas dasar apa mereka bersikap seperti itu,mereka tidak pernah merasakan hidup serba kekurangan,dihina orang,diremehkan orang,sedangkan alea menanggung semua kehidupan pahit itu' ucapnya dalam hati
__ADS_1
Sementara dirga yang tengah fokus menyetir selalu melirik wanitanya itu,dia merasa khawatir akan keadaannya yang terlihat kacau.