Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Hidup itu seperti piano


__ADS_3

Flasback on


"Biarlah rasa ini menjadi urusanku,biarlah rasa ini bersemayam di hati.Untuk sekarang,kita hanya akan ikuti alur ini seperti air mengalir,dan jika kamu kembali lalu bertanya padaku lagi,rasa ini selalu dan tetap sama untukmu,tidak akan berubah sedikitpun"


Gisel,nama yang terasa masih asing di indera pendengarannya,namun mulai saat ini ia akan membiasakan diri dengan nama nya sendiri.Ia menatap manik mata hijau milik rashad,mencoba mencari kebohongan yang terlontar keluar dari mulutnya,namun ia sama sekali tak menemukan nya,yang ada hanya kesungguhan tiap untaian kata yang mengalun dari nya.


"Terima kasih karena kamu bisa memahami keadaanku saat ini,aku sangat bersyukur bisa memiliki seseorang yang mencintaiku tanpa alasan,aku akan berusaha agar rasa ini bisa tumbuh kembali"


"Tidak perlu berterima kasih karena aku memang mencintaimu tanpa syarat,sudah menjadi kewajiban bagiku untuk selalu melindungimu,membuatmu merasa nyaman berada disampingku"


"Sekali lagi terima kasih" sungguh,dia menjadi wanita paling beruntung karena memiliki lelaki yang bisa memahaminya,namun kenapa lelaki sesempurna ini tidak cukup mampu menggetarkan debaran jantung nya?apa iya jika seseorang mengalami kehilangan ingatannnya,berpengaruh juga dengan perasaannya yang ikut serta menjadi pudar?


Dia merasa jemari rashad membelai pipi nya lembut,membuat nya kembali pada kesadarannya.


"Kita sudah sampai,ayo kita turun"


"Kita akan kemana?"


"Setelah ini kita akan kerumah sakit dulu untuk melakukan serangkain pemeriksaan lanjutan untuk kamu,disana sudah menunggu kedua orang tua kamu yang sangat merindukanmu gisel"


"Aku sedikit gugup rashad" dia menggenggam erat tangan rashad,membuat dadanya berdesir akan hal itu,akhirnya rashad bisa memiliki alea,tidak,dia tidak boleh salah memanggilnya,mulai sekarang,kekasihnya itu bernama gisel.meskipun ia tau dulu gisel tidak lagi suci,namun ia akan menerimanya dengan lapang dada karena besarnya cinta rashad kepadanya.


"Kamu tidak perlu gugup,kan ada aku,ayo"


Keduanya melangkah akan menuruni tangga,namun gisel terkesiap melihat rashad tiba-tiba menggendongnya ala bridal menuruni pesawat miliknya,semburat wajah merona terlihat di pipi lembut nya.


"Aku malu rashad,turunkan aku"


ia berusaha memukul pelan dada bidang rashad,menyembunyikan wajah yang sudah semerah tomat akibat perbuatan rashad.


"Kenapa malu,kamu itu lagi sakit,menurut ya,demi kesembuhanmu,okey"

__ADS_1


Dia hanya menjawabnya dengan anggukan,sungguh,rasanya ia ingin bisa menghilangkan diri detik itu juga karena malu dengan tatapan dari orang-orang terhadapnya.


Namun,dia memanfaatkannya dengan memperhatikan dengan seksama wajah rashad dari jarak dekat,memiliki wajah tampan perpaduan wajah blasteran karena terlihat dari ketampanannya yang bukan seperti orang asia pada umumnya.Rashad memiliki hidung mancung,rahang tegas,apalagi dagunya yang terbelah membuat semua wanita mengagumi akan ketampanan lelaki didepannya itu.Mungkin orang-orang memandangnya dengan tatapan iri karena memiliki lelaki yang sempurna dengan ketampanan diatas rata-rata serta berperawakan tinggi dan tubuh yang tegap dengan dada yang bidang.


"Aku tau aku tampan sampai mata kamu memandangku tidak berkedip seperti itu" dia terkesiap dengan kata yang terlontar dari mulut rashad,rasanya malu sekali karena ketahuan memandanginya dalam diam.


Ia hanya mampu menyembunyikan wajah nya yang sudah memerah akibat malu,ia mencoba meraup udara sebanyak mungkin karena tiba-tiba dadanya terasa sesak.


Hingga beberapa menit kemudian,keduanya sudah sampai didalam mobil milik rashad dengan seorang supir yang sudah menunggunya sedari tadi,rashad benar-benar menggendongnya sampai mereka masuk kedalam mobil,meskipun sepanjang jalan terdengar nada protes namun rashad tidak bergeming.


"Aku malu tau,semua pandangan orang tertuju padaku"


"Hei,kenapa mesti malu,biarkan saja semua orang tau bahwa begitu besar cintaku padamu,tugasmu hanyalah mencoba membalas ungkapan cintaku,itu saja"


"Maaf ya aku belum bisa menjawabnya sekarang" sungguh,dia sendiri merasa bimbang akan perasaannya,bagaimana dia hanya merasa nyaman saja didekat rashad,namun dia tidak merasakan debaran jantung yang mampu menggetarkan seluruh aliran nadi di setiap tubuhnya.


"Nggak apa-apa,aku nggak akan maksa,dengan kamu berada disampingku saja sudah membuatku merasa bahagia"


Rashad mengecup singkat pipi nya dengan lembut,membuat tubuhnya terasa kaku,manik mata mereka bertemu kembali,seakan rashad mencoba menarik pandangan gisel agar manik mata hitam kecokelatannya selalu terpatri pada manik mata hijau milik rashad,serta agar dia tau bahwa betapa dalamnya rasa yang rashad persembahkan untuk nya itu.


Setelah 20 menit perjalanan,akhirnya keduanya sampai dirumah sakit mouth elizabeth singapura, disana mereka telah disambut oleh kedua orang tua yang meskipun sudah tidak lagi muda namun masih terlihat menawan bagi siapapun yang melihatnya.


"Sayang,akhirnya kamu sampai juga,mama sangat khawatir sama kamu sayang"


Dia melirik ke arah rashad dan dibalas dengan senyuman tulus darinya.


"Beliau mama dan papa kamu gisel"


"Oh,iya ma,maaf aku nggak bisa ingat kalian"


"Nggak apa-apa sayang,melihatmu baik-baik saja sudah membuat kami bersyukur" ucap wijaya soetedjo.

__ADS_1


Entah sejak kapan perginya,rashad kembali dengan membawa kursi roda untuk membawanya menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan.


Dia memasuki ruang pemeriksaan CT-SCAN dan EEG untuk memastikan apakah ada kelainan yang terjadi pada kepala nya.


Sementara diluar rashad,serta wijaya soetedjo dan danira seotedjo memulai percakapan serius nya,


"Siapa yang melakukan semua ini rashad,katakan sejujurnya sama om"


"Dirga dibalik dalang semua ini om,namun jika kita akan menjebloskan nya ke penjara,maka itu memerlukan saksi dari pihak alea selaku korban,tapi tidak memungkinkan untuk saat ini karena alea kehilangan ingatannya,kalau saran saya om,tante,lebih baik kita lupakan saja,kita jaga bersama alea agar jangan sampai kejadian ini terulang kembali dan saya rasa dengan alea berganti nama menjadi gisel,itu juga akan menyulitkan dirga untuk mencari nya,begitu alea sudah selesai seluruh rangkaian pemeriksaannya,kita lebih baik segera mengubah identitas alea menjadi gisela om agar semuanya aman terkendali"


Wijaya yang mendengarkan penjelasan masuk akal rashad terlihat manggut-manggut,menurutnya memang beresiko jika mereka melaporkan hal ini pada pihak berwajib,justru malah nantinya dia akan mengetahui dimana alea berada,alangkah lebih baiknya jika membuat alea seolah-olah tidak nampak lagi sejauh pandangan dirga.


"Betul kata kamu nak,om sepenuhnya percaya sama kamu,nanti om akan atur agar alea melanjutkan sekolahnya di london,akan om pastikan dia aman karena identitas baru nya dan om akan menyewa beberapa bodyguard terbaik yang akan melindungi alea selama masa kuliahnya berlangsung,agar dia tidak tersentuh bahkan seujung jari kuku nya"


"Iya om rashad setuju,tapi kita juga harus hati-hati untuk tidak memanggilnya alea,karena mulai saat ini yang ada hanya nama gisel saja dikehidupannya"


Tidak selamanya kebohongan sarat akan kerugian,adakalanya dengan berbohong maka itu bisa jadi untuk kebaikan orang itu sendiri.Seperti hal nya dalam hidup itu seperti piano.Tuts putih melambangkan kebahagiaan dsn tuts hitam menunjukkan kesedihan.Namun,saat kamu menjalani hidup,ingatlah bahwa tuts hitam juga bisa menghasilkan alunan musik yang indah.


MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE VOTE YANG BANYAK DAN JANGAN SKIP IKLAN YA🥰


XIE XIE NIE😊


VISUAL👇


Nindi alea berganti nama gisela🤭



Rashad arga hartono


__ADS_1


__ADS_2