Berjumpa Kembali

Berjumpa Kembali
Tempat berkeluh kesah


__ADS_3

Mobil telah sampai dipelataran parkir basement apartemen dirga disingapura,dia membuka seat belt kemudian membuka seat belt wanitanya juga.


Digandengnya tangan alea erat berjalan menuju unit apartemennya.


Alea merasa saati ini hati dan pikirannya tidak sejalan.Seperti tadi aku memutuskan untuk pergi begitu saja tanpa memberikan kejelasan yang pasti,merasa bahwa keputusan yang aku buat ini benar,entah mengapa ada yang mengganjal dihati,merasa masalah yang aku selesaikan sudah tepat,tapi aku merasakan ketidaknyamanan yang aku rasakan, entah itu apa?


Saat ini alea berdiri dibalkon untuk menenangkan pikirannya,hawa dingin yang menyergap tubuh tidak dihiraukannnya,hingga ada suara langkah kaki yang mendekat memakaian selimut tebal menutupi tubuh alea,dipeluknya alea erat agar tubuhnya tidak merasa kedinginan lagi,


"Masuk saja ya sayang,diluar terlalu dingin" dirga merangkul wanitanya,membawanya masuk ke kamar apartemennya.


Didudukkannya alea,dia genggam tangannya yang dingin,dirga tau pasti ada suatu hal besar yang terjadi di keluarga crazy rizh tadi.


"Sayang,ingat kamu punya aku,ada aku disini yang akan membantumu menyelesaikan masalah,jadikan aku tempat berkeluh kesahmu,aku siap mendengarkan semua yang ingin kamu utarakan,karena tidak baik memendam beban sendirian,okey?" diusapnya lembut pipi alea agar wanitanya merasa sedikit tenang.


"Aku nggak tau harus mulai dari mana" lidah alea terasa kelu untuk bercerita.


"It' okey,pelan-pelan saja,semalaman pun aku siap mendengarkan masalah kamu" dirga memandangi wanitanya dengan lekat,

__ADS_1


"Tadi sewaktu kita makan malam,datang seorang wanita anggun,namanya kalau nggak salah ibu danira dan wanita paruh baya tadi nyonya henrita.Ibu danira memelukku tiba-tiba serta memanggilku marsha,aku yang masih kaget dengan kejadian itu,nyonya henrita memintaku untuk datang sebentar dimansionnya untuk menjelaskan semua hal,entah kenapa aku nurut saja ikut dengan mereka.Sesampainya disana nyonya henrita mengatakan kalau sebenarnya ibu danira memiliki anak kembar,dan anak kembar itu memiliki tanda lahir diperut atas sebelah kanan,persis seperti punyaku" Alea tertunduk dengan mata sendu,diangkatnya dagu alea sejajar dengan wajah dirga.


Jujur saja dirga sama terkejutnya dengan yang diceritakan alea barusan.Dia mengerti perasaan wanitanya saat ini,sangat sulit untuk menerimanya.


"Menangislah sayang jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik"


Dirga merengkuh wanitanya dan dibawanya wajahnya bersandar didada nya.


"Aku tau semua kejadian barusan sangat berat bagimu,namun kamu jangan takut,kamu nggak sendirian,ada aku disini yang akan selalu mendukung apapun keputusanmu"


dibelainya lembut rambut panjang alea,dirga merasakan dalam dekapannya alea terisak-isak.


Beberapa menit kemudian,alea merasa sedikit tenang,dia melanjutkan pembicaraannya,


"Menurut kamu apa yang harus aku lakukan"


matanya memandang lurus kearah dirga,dilihatnya wanitanya ini jauh lebih tenang.

__ADS_1


"Kamu pikirin dulu baik-baik,tenangin diri,jangan mengambil keputusan dalam keadaan marah,yang harus kamu inget aku selalu disini bersamamu,oke sayang"


"Gimana bisa semudah itu aku menerima semua ini setelah kenyataan pahit yang aku terima kalau nenekku sendiri tega membuangku hanya karena percaya ramalan konyol yang mengatakan kalau jika hidup berdampingan dengan saudara kembarku,maka keduanya akan menderita tiada akhir,itu jelas mereka menganggap bahwa aku anak pembawa sial,atau memang aku anak pembawa sial sampai aku harus kehilangan orang tuaku karenaku" alea kembali terisak menahan tangisnya.


Dada dirga merasa nyeri mendengar wanitanya menyalahkan dirinya sendiri,


"Maafkan aku alea,jika dari awal aku tidak menuruti hasratku maka kamu sampai saat ini masih memiliki ayah dan hidup bahagia"


Alea melihat wajah penuh penyesalan lelakinya itu,


"Tidak,ini bukan salah kamu,justru aku beruntung bisa memilikimu,jika saat ini kamu tidak ada,aku tidak tau pasti apakah bisa melewatinya sendirian"


Dirga senyum penuh arti,memeluk wanitanya lagi,


"Justru aku yang jauh lebih beruntung bisa memilikimu,sekarang aku tanya apakah mereka sudah melihat tanda lahiir kamu?"


Alea menggelang pelan,

__ADS_1


"Belum,karena aku belum bisa menerimanya"


"Its okey,don't force it too much"


__ADS_2