
"Kau tak perlu meminta maaf karena memang itu bukan kesalahmu,apa yang terjadi dalam hidupmu itu semua kesalahanku,aku ingin menebusnya,aku ingin memperbaiki sikap burukku padamu dulu,untuk itu bisakah kau berikan aku kesempatan untuk membuktikan kesungguhanku?"
Ia tidak tau harus menjawab apa,karena untuk saat ini dia sendiri juga masih belum bisa mencerna atas apa yang terjadi barusan.
"Entahlah,aku merasa semua ini begitu ambigu bagiku,aku sendiri tidak tau harus menanggapi nya seperti apa,maafkan aku"
Dirga membelai lembut pipi alea,mencoba menenangkan wanitanya itu,
"Tak apa alea,aku bisa mengerti,namun bisakah kau mencoba mengingat namaku,panggil aku dirga" lelaki itu mencoba memberikan penekanan pada nya.
"Bisakah kau juga memanggilku gisel saja,aku masih begitu asing dengan panggilanmu itu" gisel abai dengan pernyataan lelaki itu,dia malah balik memberikan penekanan dalam tiap kalimat nya.
"Baiklah,aku akan mencobanya" dirga menarik nafasnya dengan berat,ia harus mencoba menekan amarah yang nantinya akan ia sesali kembali jika menuruti emosi nya.
"Satu lagi aku ingin tanya,bagaimana bisa aku berakhir disini?kau menculikku?"
"Aku tidak bermaksud menculikmu,aku hanya tidak tau lagi dengan cara apa agar aku bisa berjumpa denganmu,disaat aku melihatmu,yang terbersit dalam pikiranku hanyalah ingin membawamu sejauh mungkin agar aku bisa mengutarakan rasa rinduku padamu selama 5 tahun ini,kau tidak tau bagaimana hidupku hancur tanpamu alea,aku sungguh sangat menyesal atas kesalahan yang aku torehkan padamu dimasa lalu,sungguh hukuman siksaan rindu telah berhasil memporak porandakkan hatiku alea,aku sungguh merasa tak berdaya"
__ADS_1
Setiap kata yang lelaki itu lontarkan padanya,kenapa seakan dada nya terasa begitu nyeri,sedari tadi ia merasakan debaran jantung nya yang terus berpacu cepat ketika manik mata keduanya saling bertabrakan.Ada yang selalu mengusik indera pendengarannya,ketika ia selalu memanggilnya alea,ia merasa nama itu tidak asing baginya,namun logikanya mengatakan bahwa namanya gisel,bukan alea yang ia sebutkan itu.Ia mencoba meredamkan pacuan jantungnya agar berdetak normal kembali,setelah dirasa dirinya sedikit tenang,ia membuka mulutnya untuk melanjutkan banyak pertanyaan yang memenuhi pikirannya saat ini.
"Lalu kita saat ini dimana?"
"Kita divilaku,puncak bogor,kita menempuh perjalanan sekitar 5 jam untuk sampai sini,indonesia"
Mata gisel terbelalak lebar,seakan tak percaya bahwa ia telah dibawa jauh sampai kesini.
"Bagaimana bisa kau membawaku sejauh ini?"
"Dia punya nama,rashad, dan dia lelaki yang baik"
Gisel mendengar suara geraman tertahan didalam mulut dirga,
"Tak bisakah kau menghargai keberadaanku saat ini dan berhenti memuji lelaki sialan itu didepanku,taukah kau dia lelaki penipu,dia mengaku sebagai kekasihmu,padahal aku kekasihmu sesungguhnya,tidak pantaskah aku untuk merasa cemburu melihat wanitaku memuji lelaki lain di depan mata kepalaku sendiri?" bentak lelaki bermata cokelat tersebut.
"Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?bagaimanapun rashad telah menipuku,namun dia yang selalu menemaniku dalam 5 tahun ini,sedangkan kau,saat itu kau dimana?kenapa sekarang kau baru muncul dikehidupanku?" ucap gisel yang tak kalah tinggi nya tanpa menatap dirga dan manik mata nya mencoba berlarian kearah yang lain,entah kenapa dirinya begitu emosional dan diselimuti amarah diseluruh tubuhnya.
__ADS_1
Dirga mencoba menarik wanita itu untuk dapat menatapnya kembali mempertemukan pandangan keduanya,
"Tak pernah seharipun terlewat selama 5 tahun ini aku terus mencari keberadaanmu alea,kau tidak tau betapa hancur dan terpuruk nya hidupku dengan diselimuti rasa keputus asaan ketika mencarimu?pantas saja aku baru tau mengapa aku begitu sulit untuk menemukanmu,ternyata keluargamu dan rashad telah mengganti identitasmu sehingga itu akan mempersulitku untuk menemukanmu"
Dirga mengusap kasar wajahnya yang sudah memerah,dirga kembali mencengkeram lengan wanitanya,gisel bisa merasakan deru napas yang memburu yang menyapu kulit wajahnya.
"Apa kesalahanmu hingga membuat keluargaku begitu rapat menyembunyikanku serta mengganti identitasku agar tidak diketahui olehmu?bisakah kau jujur padaku?"
Gisel benar-benar tak mampu untuk mencerna semua ini,ia begitu bingung kenapa keluarganya begitu bersikukuh untuk menghilangkan jejak hidup nya,apakah lelaki ini telah melukainya dulu?pikirannya benar-benar dipenuhi dengan tanda tanya yang besar.
"Baiklah aku akan mengatakan semuanya dengan jujur,tapi sebelum itu berjanjilah padaku,kau tak akan menjauhiku setelah nya alea"
Jemari dirga terulur membelai pipi alea,ia dapat merasakan getaran pada tiap sentuhan itu padanya.Dia merasakan jantung nya berdebar kencang tentang apa yang akan dia dengar setelah nya atas pengakuan lelaki itu pada nya.
MOHON DUKUNGANNYA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,SUBSCRIBE,VOTE DAN JANGAN SKIP IKLAN YA🥰
Kirim-kirim hadiah juga boleh,aku terima dengan senang hati😊
__ADS_1