
Hari ini keduanya berangkat bersama ke kantor ritztoon,awalnya alea enggan karena tidak ingin ada tatapan mematikan dari perempuan-perempuan lain yang memuja lelakinya itu.Namun dirga memaksanya,
hingga tibalah mereka keduanya didepan kantor ritztoon.
Bersamaan itu pula dilobi ada wanita dengan pakaian minim memanggil dirga,
"Dirga,how are you" wanita itu memeluk erat dirga tanpa memedulikan orang banyak yang tengah memandanginya.
"oh hai vello,Im fine,kamu kapan sampai dijakarta" dirga mencoba melepaskan pelukan wanita itu karena sadar disampingnya ada alea.
"Baru saja,oh ya coba tebak kenapa aku kesini"
"i dont know" dirga memasukkan satu tangannya kedalam saku celana,menandakan kalau ia tengah gugup.
"Aku"
mata wanita itu melirik kearah alea,
"Eh kamu sekretarisnya dirga ya,yaudah gih sana kamu keatas,ngapain kamu nguping pembicaraanku"
"Vello,sebenarnya dia.." ucapan dirga terhenti karena alea pamit keatas.
"Maaf pak dirga saya pamit keatas dulu,permisi"
alea segera melesat menjauh dari dirga dan wanita menyebalkan itu,segera dia memencet tombol lift dan naik kelantai paling atas,ruangan dirinya dan CEO.
Sesampainya dimeja kerjanya,alea melupakan kejadian menyebalkan barusan,segera dia tepis pikiran yang mengganggunya dan menggantinya dengan fokus pada jadwal dirga hari ini.Alea harus menyelesaikan tugasnya selama 4hari kedepan karena besok dia sudah terbang ke china bersama pak rashad.
Disaat dia tengah berkutat pada layar laptopnya,dia mendengar langkah dua pasang kaki semakin mendekat ke arahnya.disana terlihat dirga bersama wanita itu yang terus saja menempel didekatnya membuat alea dibakar api cemburu.
Dia mencoba menetralkan perasaannya,membuatnya terlihat baik-baik saja,lalu berdiri dan menyapa sang CEO,
__ADS_1
"Selamat pagi pak dirga" alea setengah membungkuk dengan mengulum senyum.
Dirga yang melihat sikap wanitanya seperti biasa,menganggap kalau dia tidak mempermasalahkan hal sepele ini,pikirnya.padahal perasaan alea sudah tidak karuan,karena menganggap kalau dirga tidak bisa menghargai perasaan hatinya.
"biar saja nanti aku akan menjelaskan siapa vello kalau vello sudah pulang" katanya dalam hati.
Wanita itu ikut masuk keruangan dirga,ingin rasanya dia menjambak wanita pengganggu itu.
"Tenangkan dirimu alea,kamu harus terlihat seperti wanita elegan" dihembuskannya nafas perlahan,alea kembali duduk dikursi mejanya,bersamaan itu pula ada deringan telepon kantor masuk,
kring...kring..
"Iya halo pak dirga,ada yang bisa saya bantu?"
"Alea,bisa tolong bawakan saya berkas rapat dari tim humas?"
"Baik pak mohon ditunggu sebentar"
"Masuk"
"Permisi pak dirga,ini berkas yang anda minta tadi"
"Baik,kamu bacakan agenda saya hari ini"
"jam 10.00 pagi pak aderson dari perusahaan yellow toon akan datang ke kantor,lalu jam 1 siang anda ada wawancara dengan jurnalis media continue.com,sudah itu saja pak"
"Oke kamu atur semuanya,apa ada tambahan lagi"
"Ada pak,untuk mengingatkan saya mulai besok selama 3 hari akan ke china untuk membahas kerjasama dengan china group corpotion jadi saya sudah mempersiapkan berkas-berkas serta agenda anda dalam 3 hari kedepan"
"Saya sudah menghubungi kepala divisi editor ibu mayang untuk ikut bersama kamu ke china guna mempelajari secara langsung bagaimana membuat pengemasan cerita yang menarik pembaca"
__ADS_1
"Baik pak,kalau begitu saya permisi" alea sejenak melirik wanita itu yang tengah berbaring disofa samping meja dirga dengan memperlihatkan pose menggoda,kemudian dia keluar dari ruangan dirga.
"Baik silahkan" sikap dirga yang seakan tidak ada inisiatif memberikan penjelasan semakin membuatnya merasa kalau dirinya memang tidak penting dalam hidupnya.
Alea melanjutkan kerjanya,hari ini akan jadi hari yang sibuk karena dia harus mengumpulkan dokumen yang diperlukan dirga untuk 3 hari kedepan.
Sementara didalam ruangan dirga,
Mata dirga memandang serius ke arah layar laptopnya,sedari tadi vello dihiraukan begitu saja bahkan dirga jujur saja tidak menyadari keberadaan vello.
Vello yang melihat seakan dihiraukan segera melangkah mendekati dirga yang tengah serius dalam pekerjaannya,dilihatnya dirga yang masih sama seperti 5 tahun lalu,lelaki berkarisma yang membuat wanita terpikat akan pesonanya.
Tangan vello menyentuh pundak dirga,
"Dirga,aku sudah disini selama setengah jam lho dan kamu seakan nggak menganggap keberadaan aku" vello mengerucutkan bibirnya.
"Sorry vello,hari ini banyak hal yang perlu aku urus,kamu kesini sama suami kamu apa sendiri"
mata dirga masih terfokus pada layar laptopnya.
"Aku udah cerai setahun lalu dirga"
Mendengar kata cerai,jari dirga yang tengah mengetik jadi berhenti,
"Kenapa kalian cerai,kamu waktu menikah terlihat sangat bahagia"
"Itu karena aku menyadari yang aku cintau bukan dia,tapi..." kalimat vello terjeda,kemudian melanjutkannya lagi,
"Tapi kamu dirga"
JANGAN LUPA JEMPOLNYA YA..LIKE,SUBSCRIBE,KOMEN,VOTE😊
__ADS_1
TERIMA KASIH