BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 20


__ADS_3

Pov Amar


Namaku Amar aku bekerja di sebuah perusahan dan memiliki istri bernama Mila.


Walau aku sudah menikah namun aku menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Lastri.


Lastri gadis cantik dan mempesona itulah sebabnya Aku tertarik kepada nya.


Awalnya kami hanya teman sekantor, lama-lama aku menyukainya, bak gayung bersambut ternyata Lastri juga menyukaiku.


Kami menjalin hubungan secara diam-diam, kami bertemu setiap hari di kantor dan selalu berkirim pesan.


Aku pernah berbohong pada Mila jika aku akan keluar kota urusan pekerjaan padahal itu hari libur, kami semua disuruh libur oleh perusahan. 


Waktu libur itu aku gunakan untuk bersenang-senang dengan Lastri. Kami menghabiskan waktu bersama untuk memadu kasih.


Padahal saat itu Mila sedang mengandung anakku namun aku seakan tak peduli dengan kandungannya. Aku sudah di butakan oleh cinta hingga melupakan istri dan calon buah hati kami.


Ternyata Mila tahu jika aku punya hubungan dengan seorang wanita namun ia tidak tahu jika wanita itu adalah Lastri.


Lastri adalah adik dari sahabatnya Ayu. Mereka sudah berteman cukup lama, aku sempat takut jika Mila tahu jika wanita yang sedang bersamaku adalah Lastri adiknya Ayu.


Yang namanya keburukan pasti tercium juga. Perselingkuhanku dengan Lastri diketahui Ayu, awalnya ia marah besar dan kecewa pada kami.


Ayu murka pada Lastri dan malu pada Mila walau Mila belum tahu yang sebenarnya.


Ayu menyuruh kami berpisah tapi kami saling mencintai.


Kemurkaan Ayu pun bertambah pada kami karena mengetahui jika adiknya sedang mengandung anak dari suami sahabatnya dan memaksa kami untuk segera menikah.


***

__ADS_1


Mila ingin kami segera berpisah namun aku tidak berniat menceraikannya karena dia sedang mengandung dan akan segera melahirkan. 


Malam itu kami bertengkar hebat dan akupun pergi meninggalkan Mila. Ternyata malam itu Mila melahirkan, aku merasa sedikit menyesal karena tak ada disampingnya saat ia bertaruh nyawa antara hidup dan mati demi sang buah hati.


Bik ijah menelponku, ia juga memberitahu semua keluarga jika Mila sudah melahirkan di rumah sakit.


Aku langsung menuju rumah sakit dimana Mila melahirkan, ternyata disana sudah berkumpul semua keluargaku dan juga keluarga Mila begitupun dengan Ayu.


Aku segera melihat anak kami yang ternyata seorang laki-laki wajahnya begitu tampan seperti  aku ayahnya.


Setelah semua administrasi selesai keesokan harinya Mila sudah diperbolehkan pulang. Semua keluarga menyambut kepulang Mila dari rumah sakit.


Mereka begitu bahagia mendapatkan cucu seorang laki-laki yang diberi nama Tegar oleh Mila.


Tegar nama anak laki-lakiku.


Satu minggu setelah Mila melahirkan dan semua keluarga telah pulang kerumah mereka masing-masing. Aku memberanikan diri menyatakan jika aku akan menikah, aku meminta izin darinya namun ia marah dan meminta cerai.


Pertengkaran Pun tak terelak kan , aku merasa terhina karena Mila tidak memberi ijin padaku untuk menikah lagi. malam itu aku talak dia dan pergi meninggalkan Mila dan anak lelakiku yang masih berusia satu minggu.


Surat perceraian kukirimkan pada Mila dan menikah dengan Lastri serta berhenti dari pekerjaanku.


Ternyata semua tak seindah yang dibayangkan. Sejak menikah dengan Lastri hidup kami makin susah.


Ayu yang tahu jika kami sedang dilanda kesusahan bersedia membantu dengan syarat kami harus pergi keluar kota dan menjauh dari Mila.


Dengan kesepakatan itu kami pun pergi keluar kota, aku sempat berpamitan pada Ibu namun Ibu seakan membenciku dan tak ingin melihatku lagi.


Kami tinggal di luar kota dan hidup dengan bantuan dari Ayu, setiap bulan ia akan mengirimkan uang untuk kami tapi entah kenapa Ayu dan Lastri bertengkar sejak saat itu Ayu tak lagi mengirimkan uang pada kami.


Hidup kami semakin terpuruk di tambah Lastri sedang mengandung, Aku berusaha

__ADS_1


mencari pekerjaan kesana kemari tak juga membuahkan hasil.


Itulah puncak kemarahan Lastri padaku yang membuat aku meninggalkannya di saat ia sedang mengandung anak kami.


Aku pergi meninggalkan Lastri dan hidup seorang diri. Ingin kembali pada Mila rasanya tak mungkin.


Bertahun-tahun sejak saat itu aku menikmati kesendirianku dan penyesalanku. Aku menyesal telah menelantarkan dua orang istri dan anak-anakku.


Aku memberanikan diri pulang kerumah Ibu berharap masih ada Maaf untukku.


Saat aku pulang Ibu terkejut melihat kedatanganku begitupun Mila yang saat itu sedang berada dirumah Ibu.


Aku bersimpuh memohon maaf darinya dan juga Mila. Ibu menangis memelukku dan mau memaafkan serta menerimaku kembali tapi tidak dengan Mila.


Tampak  kebencian di wajahnya Aku tahu itu.


Ibu menyuruhku masuk dan berbincang namun ada sosok anak kecil di rumah Ibu yang memanggilnya nenek. Yang aku ketahui dia adalah Tegar anak lelakiku.


Tegar menolak memelukku saat ia tahu aku ayahnya yang telah menyia-nyiakan dia bertahun lamanya.


Masalah seakan tak juga habisnya. Kesalahan dimasa lalu membuat aku harus menanggungnya sekarang.


****


Ibu menyarankan Aku bisa kembali pada Mila namun hati Mila bak sudah menjadi batu karang. 


Tak sedikitpun ia kasihan padaku. Mila begitu membenciku.


Aku juga menemukan Lastri dan kedua anak perempuanku. Untung nya mereka mau mengakui jika aku adalah ayahnya begitupun dengan Tegar yang sudah bisa menerima ku sebagai ayahnya.


Niat hati ingin menikah kembali namun ibu melarangku, Ibu ingin jika aku dan Mila kembali bersama lagi seperti dulu hidup bahagia.

__ADS_1


Aku masih sibuk mencari cara agar bisa meluluhkan hatinya kembali. Belum sempat kuutarakan niat ku Mila  telah pergi meninggalkan kota dan menjual rumah yang pernah kami tempati.


Aku bingung harus mencari Mila kemana? 


__ADS_2