BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 7


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah Ibu mertua yang membuat mental Tegar menjadi sedikit terganggu. Dia lebih sering main sendiri di kamarnya dan tak seceria sebelumnya.


Pagi ini sengaja Aku bangun lebih awal karena ini hari minggu aku berniat membawa Tegar untuk berkeliling kota,  mungkin dia bosan bermain dirumah saja.


"Selamat Pagi jagoan Bunda! Bisikku di telinganya agar Tegar terbangun.


"Bunda! Inikan hari minggu Tegar mau bobok lagi, hari ini kan libur sekolah Bunda," ucapnya.


"Kita jalan-jalan yuk!" Ajakku.


"Kemana Bunda kita akan pergi?" Tanya putraku sambil bangkit dari tidurnya.


Semangat sekali dia mendengar kami akan jalan-jalan hari ini, ku sunggingkan senyum di sudut bibirku melihat dia begitu antuas.


Tak begitu lama Tegar sudah selesai mandi dan juga sarapan. Kulihat dia sudah siap untuk segera pergi jalan-jalan. 


Kulajukan mobil dengan kecepatan sedang membela jalan raya yang tak begitu ramai karena ini hari libur.


Di dalam perjalan yang begitu ramai membuat perjalan kami lebih nyaman karena tak ada kemacetan, sepanjang perjalanan Tegar begitu bahagia sambil bernyanyi kecil membuat Aku tersenyum kecil melihat kelakuannya.


"Kita mau kemana Bu?" Tanya Tegas sambil melihat arah jalan raya.


"Tegar maunya kemana?" Ake betanya balik pada anak lelakiku.


"Terserah Bunda kemana aja!" Yang penting hari ini jalan-jalan ucapanya riang.


"Bagaimana kalau kita main ke taman! Kamu mau gak?" Tanyaku sambil mengelus rambutnya.


"Oke deh." Kami pun tertawa bersama.


****


Sampai di taman Tegar langsung berlarian kesana kemari, sungguh Aku senang jika melihat anakku tumbuh sehat dan juga periang.


Aku memilih duduk di pojok taman sambil memperhatikan Tegar bermain, tampak banyak sekali orang tua yang membawa anaknya kesini. Lagi pula bermain di taman tak perlu mengeluarkan biaya.


Sambil menunggu Tegar bermain sesekali Aku berjalan-jalan mengelilingi taman, melihat-lihat suasana disini yang begitu enak di pandang.


Bunga-bunga sedang bermekaran membuat suasana hati lebih fresh.


Melepas penat yang beberapa terakhir ini sangat mengganggu pikiran. Hati ini saatnya melepaskan semua beban di pundak untuk sesaat walau masalah akan tetap ada.


Suara tawa semua anak-anak di taman membuat riuh dan menyenangkan. Anak-anak berlaki kecil mengitari taman atau sekedar bermain petak umpet bersama saudara dan orang tuanya.


Saat asyik melihat anak-anak bermain, mataku tertuju pada seorang anak kecil berambut panjang duduk di tepian taman sambil sedikit menahan senyum melihat anak yang lain bermain.

__ADS_1


Rasa penasaran seakan menarikku untuk berjalan kearah gadis kecil itu.


Kulangkahkan kaki berjalan ke arahnya yang sedang fokus pada anak-anak yang sedang bermain bola dengan orang tua mereka tanoa menyadari kedatanganku.


Aku berjalan mendekatinya, memperhatikan pakaiannya yang sudah tidak layak, kasihan sekali anak kecil ini. Namun tak terlihat ada orang tuanya disini sepertinya dia sendirian. 


Perlahan kuperhatikan wajahnya yang sendu dan pakaian lusuhnya, betapa malang ia sendirian disini, saat dia menyadari kedatanganku Gadis itu hanya tersenyum kecil padaku. Senyum yang mengingatkanku pada seseorang.


Sepertinya Aku pernah mengenal senyum itu namun entahlah, siapa yang memiliki senyim manis itu.


"Hai, nama kamu siapa?" Tanyaku pada gadis ke kecil itu sambil tersenyum.


"Aku Lani Tante," jawabnya sambil mengulurkan tangan. Sopan sekali anak ini.


"Kamu sendirian! Mana Ibu dan Ayahmu?" Tanyaku pelan.


"Aku tidak tahu Tante," jawabnya sambil menggelengkan kepala dengan mata berkaca-kaca.


"Sejak kecil Aku tinggal panti, tapi sekarang tidak lagi," jawab Lani.


"Aku lari dari panti Tante! Aku ingin mencari Ibuku, tapi Aku bingung mau mencari kemana," lirihnya yAng membuat hatiku terenyuh.


Kasihan sekali gadis kecil ini, hidup sendirian tak tahu harus kemana. Tega sekali orang tua mereka, gumamku.


"Bun, pulang yuk! Tegar capek," ucap Tegar dengan nafas yang ngos-ngosan.


Tegar hanya menganggukkan kepala sambil meneguk sebotol air yang kuberikan tadi.


"Kamu istirahat dulu sini duduk!" Ajakku sambil menepuk tempat duduk memberi isyarat pada Tegar.


"Baik Bun," jawabnya sambil mendaratkan punggungnya.


Tegar duduk sambil minum dan makan sedikit camilan yang sudah kami bawah dari rumah tadi. Saat Tegar asyik mengunyah cemilannya kulihat Lani memperhatikan Tegar.


"Kamu Mau?" Tanya Tegar pada Lani, ternyata anakku juga melihat kalau dia sedang diperhatikan oleh seseorang.


"Ambillah ini buat kamu," ucapnya sambil menyodorkan cemilan pada Lani.


Lani kelihatan bengong saat Tegar memberikan sebagian makanannya sambil mengambil makanan itu.


Dia langsung melahap semua cemilan hingga tandas tak bersisa. Nampaknya Lani kelaparan.


"Kamu tinggal dimana Lani?" Tanyaku setelah ia menghabiskan makanannya.


"Aku tidak punya tempat tinggal Tante," balasnya sambil tertunduk lesu.

__ADS_1


Betapa kejam orang tua mereka yang tega sekali menelantarkan seorang anak yang masih begitu membutuhkan kasih sayang dan perlindungan.


Nampaknya Lani seumuran dengan Tegar.


Kuperhatikan wajahnya yang lusuh,dekil dan kusam. Namun terlihat manis dengan rambut panjangnya. 


***


"Bun, ayo kita pulang," ajak tegar sambil menarik tanganku.


"Ayuk," balasku.


Kami beranjak dari pojok taman dan berjalan menuju parkiran. Tegar begitu riang selesai bermain di taman.


Sampai di parkiran, kubukakan pintu mobil dan gegas Tegar duduk disana. Kulihat ada Lani berdiri di sampingku. Ternyata sedari tadi dia mengikuti kami.


"Kamu mau kemana Lan?" Tanyaku. Kenapa kamu mengikuti Tante.


"Lani …." Kamu kenapa?" Tanya Aku lagi.


Nampak raut sedih terlihat di wajahnya yang membuat Aku bingung, kenapa dia mengikuti hingga ke sini. 


Pot!


Pot!


Suara mamang es krim menawarkan dagangannya berlalu di hadapan kami.


"Es mang," teriak Tegar dari dalam mobil memanggil si penjual es.


"Bun, beliin es krim yah?" Ucapnya sambil merengek minta dibelikan es krim. 


Aku membelikan dua  es krim untuk Tegar dan juga Lani. Karena Lani pun tampaknya menginginkan es krim juga.


Setelah menikmati es krim aku masuk ke dalam mobil untuk bersiap pulang, kumundurkan mobil hingga keluar dari halaman parkir taman.


Kulajukan mobil perlahan keluar dari taman. Tampak terlihat raut sedih wajah Lani saat aku ingin meninggalkan taman. 


Ada rasa kasihan terhadapnya, kenapa Aku merasa sedih meninggalkannya sendirian di taman. 


Padahal baru kali ini Aku bertemu anak itu, ada rasa yang berbeda di hatiku. Ku Putar balik mobil ke arah Lani yang masih berdiri di parkiran. Aku turun dari mobil dan menemuinya.


"Kenapa kamu masih berdiri sini Nak?" Tanyaku pada Lani yang menatapku tajam.


"Aku …."

__ADS_1


 


 


__ADS_2