
Part 51 Tamat
"Ibu mau membersihkan diri dulu Pak, setelah itu Ibu akan masak buat kita makan malam," seru Ayu dengan pelan.
"Ya sudah."
Selesai membersihkan diri Ayu gegas pergi ke dapur untuk memasak makan malam Denis suaminya. Meski raganya berada di dapur tapi pikirannya selalu pada Alvin lelaki yang pernah ia tinggalkan.
"Bu, kok melamun nanti gosong lo masakannya," ujar Denis membuyarkan lamunan Ayu.
"Eh Bapak sudah lama di sana? Bukannya tadi Ibu suruh istirahat saja,
"Bapak bosan dikamar terus, maka Bapak ke dapur mau nemenin Ibu masak, sepertinya enak aromanya bikin lapar saja," ledek Denis terkekeh.
"Tunggu sebentar Ibu siapakan nanti kita makan sama-sama," seru Ayu tersenyum.
Denis sungguh bahagia memiliki istri sebaik Ayu meski ia tahu masa lalu istrinya kala itu. Sebelum menikah Ayu telah menceritakan masa lalunya tanpa ada yang ia tutupi lagi.
Makan malam pun telah terhidang di meja makan, lidah Denis begitu dimanjakan oleh masakan sang Istri, ia tampak lahap menghabiskannya membuat Ayu senang.
****
Keesokan harinya Ayu kembali mencari Alvin tentunya ia sudah meminta izin suaminya, Ayu berharap ia segera menemukan Alvin meski semuanya tampak sulit.
Lelah yang dirasakan oleh Ayu, mengitari kota untuk mencari satu orang, meski ia sudah berusaha namun belum juga membuahkan hasil.
Sedangkan Mila masih sibuk mengurus mantan Ibu mertuanya, ia dan juga Dani sudah berjanji akan merawat Ibunya Amar hingga sehat dan bisa beraktifitas kembali.
Dani berencana untuk mencabut tuntutannya pada Amar karena ia tak tega melihat wanita yang telah melahirkan Amar, apalagi saat ini wanita tua itu sangat membutuhkan perhatian, membuat hati Dani terenyuh tapi jika mengingat apa yang telah ia lakukan pada keluarganya membuat darahnya mendidih.
Mila yang melihat suaminya sedang murung menjadi penasaran apa yang sedang ada di dalam kepalanya saat ini, ingin bertanya namun ia ragu.
"Mikirin apa?" Tanya Mila pada suaminya yang sedang duduk di teras rumah mereka.
"Bagaimana jika kita mencabut tuntutan pada Amar, lalu membebaskannya agar ia bisa berbakti pada ibunya," tutur Dani menjelaskan saat istrinya sudah duduk di hadapannya.
"Jika itu yang terbaik, Aku hanya menurut saja bagaimana baiknya."
"Ya sudah besok akan Aku urus semuanya semoga dengan semua kejadian ini kehidupan keluarga kita menjadi lebih baik."
__ADS_1
"Semoga saja," ucap Mila menimpali.
****
Pagi hari Dani sudah berangkat untuk ke kantor dan mencabut tuntutannya pada Amar.
"Kenapa kau berubah pikiran?" Tanya Amar penuh selidik.
"Sudahlah sebaiknya segeralah ke rumah sakit dan temui Ibumu." Tanpa banyak bicara Amar langsung pergi menuju rumah sakit dimana Ibunya dirawat, ia juga tak sempat mengucapkan terimakasih pada Dani.
Dengan hati gembira dan juga sedih, Amar pergi ke rumah sakit, ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan ibunya yang sedang dirawat.
Tak butuh waktu lama, Amar sudah sampai di rumah sakit dengan menggunakan ojek online yang sebelumnya sudah dipesankan oleh Dani dan melihat ibunya yang terbaring lemah tak berdaya di brankar.
"Ibu …." Teriak Amar penuh air mata.
Disana juga sudah ada Ayu, Mila serta Alvin.
Mereka tak sengaja bertemu di rumah sakit.
Mila yang saat menuju rumah sakit bertemu dengan Ayu yang tampak kebingungan kala mencari informasi tentang keberadaan Alvin mantan suaminya.
Alvin yang sedang menemani istrinya yang sedang dirawat, hendak menghirup udara segar tak sengaja bertemu Ayu dan juga Mila.
"Mas Alvin," ucap Ayu berlinang air mata sedangkan Alvin yang menatap Ayu penuh jengah.
Ada rasa tak percaya jika ia masih diberi kesempatan untuk saling bertemu setelah sekian lama berpisah.
"Ayu! Benarkah itu kamu?"
"Iya Mas, ini aku Ayu, Maafkan Aku Mas! Sungguh aku benar-benar minta maaf," ucap Ayu dengan suara serak membuat Alvin salah tingkah.
Karena mereka berada tepat di halaman rumah sakit yang begitu banyak orang lalu lalang disana.
"Sebaiknya kita bicara di bawah pohon itu saja," ujar Mila memberi saran.
"Kamu tenang dulu Yu, malu dilihat orang-orang jika kita terus berbicara disini."
Mereka berjalan menuju tempat yang disarankan oleh Mila. Disana Ayu mengutarakan semua yang ada di benaknya selama ini. Ia juga memohon maaf pada Alvin.
__ADS_1
Mendengar kata maaf dari Ayu, Alvin pun tak mampu berkata apa-apa. Sebagai mantan suaminya ia hanya bisa memaafkan satu sama lain.
"Sudahlah, sebaiknya kita lupakan semuanya dan memulai hidup kita. Aku harap kau berbahagia saat ini," tukas Alvin mengusap wajahnya. Karena jauh di lubuk hatinya masih ada nama Ayu disana meski mereka sudah lama terpisah dan kini ia sudah menikah lagi.
"Jadi kamu memaafkanku Mas?" Tanya Ayu seraya menutup mulutnya dan berlinang air mata.
"Iya, tidak ada alasan untuk Aku tak memaafkanmu." Mereka pun berjabat tangan meski Alvin ingin memeluk Ayu untuk yang terakhir tapi niat itu ia urungkan mengingat jika Ayu bukanlah siapa-siapa baginya saat ini.
"Ngomong-ngomong kalian mau ngapain dirumah sakit ini?" Tanya Alvin mencairkan suasana.
"Kita ingin melihat Ibunya Amar, ia sedang dirawat di rumah sakit ini," jawab Mila tersenyum.
"Kalau begitu, bolehkah jika Aku ikut kalian untuk melihatnya."
"Boleh dong Mas, ayo kita kesana sekarang," ajak Mila.
Mereka berjalan menuju ruangan dimana mantan ibu mertua Mila dirawat, Dani juga sudah memberi kabar jika Amar akan datang kesana karena semua tuntutan padanya sudah dicabut oleh Dani.
Sementara Ayu yang berjalan bersamaan dengan Alvin terlihat canggung, tak ada kata-kata yang keluar dari mulut Ayu maupun Alvin.
Sedangkan Mila sibuk berbalas pesan dengan suaminya hingga lupa jika ada Alvin dan Ayu diantaranya.
****
Sampai di ruangan, tampak Ibu Amar sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Kini ia sudah mulai bisa mengingat kejadian kecelakaan waktu itu.
Mantan mertua Mila meminta maaf serta berterimakasih karena sudah dirawat dengan baik, ia juga berjanji jika setelah keluar dari rumah sakit tidak akan mengganggu hidup Mila lagi. Ia juga akan kbali ke kampung halamannya.
Kedatangan Amar membuat Ibunya sangat senang karena putranya bisa bebas meski ia tahu jika kebebasannya pasti karena ada rasa belas kasihan.
"Terimakasih Mila sudah membebaskan putra Ibu," tukas wanita paruh baya itu dengan air mata yang sudah bercucuran.
"Maafkan Mila juga Bu, jika selama ini telah menyakiti perasaan ibu." Mereka berpelukan.
Sedangkan Alvin dan Ayu hanya bisa salaing pandang serta melempar senyuman. Kini hati Ayu sudah lega karena bisa meminta maaf pada lelaki yang pernah ia campakkan.
Dani yang ikut menyaksikan di balik pintu hanya diam, ia ikut senang karena bisa berbuat kebaikan untuk orang lain.
************* TAMAT**********
__ADS_1