BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 34


__ADS_3

Aku berhak untuk bahagia 34


Dani masih bingung apa yang harus ia katakan pada istrinya, apa mungkin ia akan mengatakan jika ia takut karena mantan suaminya sering kesini.


Tapi bagaimana ia harus menjelaskan pada sang istri, begitu banyak tanya dalam benaknya.


Namun Mila masih memaksa Dani untuk mengungkapan kegelisahannya, seakan tahu jika suaminya sedang gundah.


Saat Dani ingin bicara tentang suasana hatinya tiba-tiba ada tamu yang mengetuk pintu, membuat Dani membatalkan niatnya untuk mengungkapkan kegelisahannya.


"Siapa yang datang? Mengganggu saja," gerutu Mila sambil berjalan kearah pintu.


Kreet!


Pintu terbuka, ternyata yang datang Amar mantan suami Mila, dengan rasa malas mempersilahkannya untuk masuk dan duduk di sofa berwarna putih.


"Ada perlu apa kamu kesini Mas?"


"Oh, iya Mas! Satu lagi yang saya mau bilang sama kamu, jangan sering-sering kesini karena aku tidak suka."


Dengan ketus Mila bicara pada mantan suaminya, membuat mata Amar terbelalak tak percaya jika Mila berani berkata seperti itu.


"Saya hanya ingin bertemu Tegar saja kok." Amar mencoba meyakinkan Mila.


"Tidak perlu sering-sering kesini Mas, mulai sekarang kamu hanya boleh bertemu dengan Tegar satu bulan sekali saja."


"Tapi_"


"Aku harap kamu mengerti Mas, karena aku sudah punya keluarga, aku tidak ingin gara-gara kehadiran kamu rumah tangga aku hancur." Mila seakan mengancam Amar.


"Sebaiknya sekarang kamu segera pulang, karena Tegar sedang istirahat, kamu bisa datang satu bulan lagi."


Mila berjalan meninggalkan Amar yang masih duduk di atas sofa ruang tamu mereka, ia tak peduli dengan perasaan Amar, karena ia harus bersikap tegas sebelum semua terlambat.


****


Amar masih duduk di atas sofa seakan tak ingin beranjak dari sana meski sudah diusir oleh Mila.


Amar merasa jika Mila tak suka dengan kedatangannya meski ia beralasan hanya ingin melihat putranya.


Entah rencana apa yang harus ia lakukan agar bisa meluluhkan hati Mila seperti dulu.


Dulu Mila wanita yang lembut dan baik hati, tapi sekarang ia seperti wanita yang kejam tak punya perasaan. 


Dengan terpaksa Amar keluar dari rumah Mila dan kembali ke kontrakannya, di dalam kontrakannya ia berpikir keras agar Mila bisa datang kerumah Mila tanpa harus mengemis dan beralasan.


****


Di dalam kamar Mila melihat suaminya sudah terlelap, padahal mereka belum selesai bicara tadi. Keburu sudah ada tamu.

__ADS_1


Mila terus memikirkan mantan suaminya yang akhir-akhir ini selalu mengunjungi rumahnya dengan alasan Tegar.


Mila takut karena sering memikirkan masalah yang tak penting akan berpengaruh dengan kandungannya.


Lebih baik tidur saja daripada sibuk memikirkan hal yang tak penting  Pikirnya Namun mata terasa enggan terpejam, tetap ia paksa untuk terlelap.


****


Pagi ini Tegar sudah siap dengan seragam sekolahnya begitupun dengan suami Mila sudah siap dengan seragam polisinya. 


Dani begitu terlihat gagah dengan seragam berwarna coklat, Mila sangat bangga bisa menikah dengannya. Menjadi Ibu Bhayangkari merupakan suatu kebanggaan tersendiri baginya.


Bik Ijah membuat nasi goreng dan roti bakar membuat perut semakin keroncongan dibuatnya.


Segelas susu dan kopi sudah tersedia diatas meja begitupun nasi dan roti bakar, seakan bersahutan minta untuk segera dimakan.


Selesai sarapan Mila mengantarkan lelaki halalnya dan sang putra sampai kedepan pintu gerbang hingga mobil yang mereka tumpangi berlalu menjauh dari rumah.


Sambil memegangi perutnya yang buncit Mila berjalan kembali masuk ke dalam rumah membantu Bik Ijah di dapur. 


"Masak apa kita hari ini Bik?" Mila bertanya pada Bik Ijah yang sedang bermain dengan air cucian piring.


"Non maunya di masakin apa?" Bik Ijah balik bertanya.


"Soto kayaknya enak Bik," seru Mila.


Mila mendaratkan punggungnya ke sofa berwarna putih di depan televisi sambil menyalakannya dan menonton acara gosip.


***


Sambil menunggu kedua jagoannya pulang, Mila membuka sosial medianya. Rasanya sudah lama sekali ia tak membuka sosial media.


Sejak menikah dan meninggalkan semua kegiatannya, Mila tidak begitu aktif dalam bersosial media.


Membuka aplikasi biru, ia melihat  semua postingan teman-teman dunia maya.


Mila berpikir untuk membuka usaha online, melalui sosial media ia bisa menghasilkan uang, meski kini ia tidak kekurangan uang.


Hanya ingin mengisi waktu luangnya, ia akan membicarakannya terlebih dahulu pada Dani  suaminya. 


Mudah-mudah suaminya memberi izin, Mila tersenyum sendiri sambil berpikir.


****


Makan siang sudah siap kedua jagoan Mila sudah berada di Meja makan siap menyantap masakan Bik Ijah tentunya.


Siang ini Dani hanya pulang sebentar untuk makan siang setelah itu ia kembali ke bekerja. Tidak tiap hari Dani bisa pulang untuk makan siang bersama. 


Selesai makan siang Dani langsung gegas kembali ke kantor dan Tegar istirahat untuk tidur siang sedang Mila masih melanjutkan menonton acara televisi.

__ADS_1


Ingin keluar untuk sekedar menghilangkan penat namun tidak ada kendaraan. Dirumah mereka hanya ada satu mobil itu pun dipakai Dani untuk bekerja tadinya Mila punya mobil sendiri namun sudah dijual dan belum sempat untuk menggantinya dengan yang baru.


Sedangkan sepeda motor suka dipakai mang Leman untuk mengantarkan Bik Ijah ke pasar dan keperluan lainnya, tidak mungkin jika ia menggunakan sepeda motor dengan perut buncitnya.


Lebih baik ia melanjutkan menonton acara telenovela saja.


Sedang asyik menonton, suara ponselnya bergetar, ternyata ada notifikasi dari aplikasi hijau, Mila tak mengenali nama si pengirim.


Mila membuka pesan dari aplikasi itu.


0812xxxx


[ Kaulah jantung hatiku, pujaan hatiku dan belahan jiwaku]


[Kau segalanya bagiku]


[Aku mencintaimu ]


[Hiduplah bersamaku selamanya]


Isi Pesan yang membuat Mila bergidik ngeri, siapa orang yang berani mengirim pesan seperti itu padanya.


Siapa yang berani mengganggu hidupnya, ia tidak ingin membalas pesan itu, dengan cepat Mila menghapus isi pesan itu.


Ting!


Ting!


Ponsel Mila berbunyi kembali.


0812xx


[Kenapa kau hanya membaca pesan dariku]


[Tak sudikah kau membalasnya Sayang]


[I love you Sayang]


[Aku menunggu balasan darimu cintaku]


Mila menerima pesan dari nomor yang sama, Mila merasa ketakutan, tangannya bergetar membaca pesan itu.


Siapa yang menerornya, penuh tanya dalam hatinya. Selang lima menit kemudian ponselnya bergetar kali ini dari nomor yang sama ia tak hanya mengirim pesan juga mengirimkan foto Mila sedang menyiram bunga di halaman.


Dengan tangan bergetar ia melemparkan ponselnya ke lantai, Mila semakin ketakutan. Keringat bercucuran, tubuhnya gemetar. Seperti melihat hantu saja.


Mila berlari tertatih-tatih masuk ke dalam kamar dan menguncinya. Ia duduk di tepi tempat tidur dengan nafas ngos-ngosan.


Mila menarik nafas dengan pelan, mencoba tetap tenang meski ia masih takut. Jantungnya berdetak lebih cepat.

__ADS_1


__ADS_2