BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 35


__ADS_3

Di dalam kamar Mila masih bersembunyi dan ketakutan, tubuhnya bergetar, siapa orang yang mengirim pesan itu.


Ia akan mengatakan semua saat suaminya sudah pulang, jika semua ini terus terjadi ia takut akan mengganggu kesehatan janin yang ia kandung.


Sore hari Dani pulang, ia memasuki rumah dan mengucapkan salam namun tak ada yang menjawab salam darinya. Kemana penghuni rumah ini pikirnya.


Ia terus berjalan menyusuri ruangan demi ruangan, semua nampak sepi namun televisi masih menyala, Dani bingung siapa yang menyalakan televisi tapi tak ada yang menonton. 


Dani meraih remot yang tergeletak di lantai, saat ia ingin mengambil remot ada ponsel istrinya disana.


Kenapa ada ponsel namun tak ada pemiliknya, selesai mematikan televisi dan meletakan ponsel Mila di atas meja ia berjalan menuju kamar.


Pintu terbuka, ternyata istrinya sedang tertidur, Dani mengulas senyum melihat istrinya yang kini sedang berbadan dua.


Mila kaget saat bangun melihat suaminya sudah ada di sampingnya.


"Mas, kapan kamu pulang? Kok gak bangunin Aku?"


Mila bertanya sambil bangkit dari tidurnya.


"Kamu istirahat saja, Mas mau mandi dulu."


Selesai mandi Dani menghampiri istrinya yang masih bersandar di tempat tidur.


"Mas!"


"Kenapa, kamu seperti orang ketakutan?" Tanya Dani pada istrinya, ia tahu jika istrinya sedang ketakutan.


"Tadi ada seseorang yang mengirimkan pesan padaku Mas! Tapi aku tidak tahu siapa?"


"Maksud kamu, ada yang meneror kamu?"


Mila menggakukan kepalanya.


"Mas baca saja pesan dari orang itu."


Mila memberikan ponselnya pada Dani.


Dani meradang, membaca pesan itu, ia tidak suka jika ada yang mengganggu istrinya. 


Dani akan mencari tahu siapa si peneror istrinya.


"Dasar pengecut," teriaknya.

__ADS_1


Dani mencoba menenangkan istrinya, ia berjanji akan segera menangkap pelakunya. 


Mika menenggelamkan kepala di dada Suaminya seakan merasa aman berada di dalam dekapannya. 


***


Di sebuah kontrakan kecil Amar merasa senang karena ia baru saja mengirimkan pesan pada wanita pujaan hatinya.


Ia tertawa penuh kemenangan.


Pesan demi pesan ia kirimkan pada Mila, Amar ingin membuat jiwa Mila terguncang dan merasa tidak aman hidup bersama Dani.


Saat Mila mulai tak nyaman bersama Dani saat itulah kesempatan Amar untuk mendapatkan Mila kembali.


Amar akan berusaha menghancurkan rumah tangga istrinya, ia tidak ingin jika Mila hidup bahagia bersama lelaki lain selain dirinya.


Amar sesekali tertawa lepas di dalam kamar kontrakannya yang hanya ada kasur lusuh tanpa sprei, ruangan yang sempit dan berantakan, baju-baju bergantungan entah bersih ataupun sudah kotor. Nampak jika tak pernah dibersihkan. 


Di Dinding kamarnya pun banyak foto-foto Mila. Foto jaman mereka masih pacaran dulu ataupun sudah menikah. Semua ditempel.oleh Amar agar ia lebih mudah untuk menatap wajah cantik nan ayu, wanita pujaannya.


Hari ini Ibu Amar datang kontrakan nya, Amar yang sengaja menyuruh Ibunya untuk datang karena ia akan menjadikan ibunya sebagai senjata untuk menemui Mila.


Sejak Mila membuat peraturan jika ia boleh menemui Tegar , ia hanya mengizinkan Amar menemui anaknya satu bulan sekali saja. Itulah sebabnya ia menelpon ibunya untuk segera datang. 


Mengingat Tegar dulu pernah dekat dengan Neneknya pasti ia tak akan menolak apalagi mengusir jika ibunya datang.


Amar sudah tidak sabar menanti kedatang Ibunya, ia sudah membersihkan kontrakannya. 


Jika semua masih berantakan takut jika Ibunya akan marah.


Kontrakan yang kecil dan sempit membuat Amar tak begitu lama untuk membersihkannya. Secepat kilat semua sudah beres dan tertata dengan rapi, Amar juga sudah membeli makanan untuk Ibunya. Takut jika Ibu sampai nanti akan kelaparan. 


Pakaian kotor sudah di antar ke laundry , piring kotor sudah dicuci begitupun  lantai sudah disapu dan dipel oleh Amar, karena tidak ingin Ibunya merasa tidak nyaman tinggal di kontrakan yang sempit.


Jika nanti Ibunya betah barulah Amar akan pindah ke kontrakan yang sedikit lebih besar, ia juga ingin membujuk Tegar untuk tinggal bersamanya. 


Jika Tegar tinggal bersamanya pasti Mila akan sering mengunjungi mereka bukan. Namun bagaimana caranya supaya Tegar mau tinggal bersama Ayahnya.


****


Ibu Amar sampai ke kontrakannya, Ia sedikit kaget melihat kondisi kontrakan sang putra yang kecil dan sempit.


"Kenapa kamu tinggal di kontrakan yang kecil begini si Mar?" Tanya wanita paruh bayah.

__ADS_1


"Iya Bu, nanti Amar cari tempat tinggal yang baru untuk kita."


"Sekarang Ibu istirahat saja dulu nanti kita ngobrol lagi."


Amar menyuruh Ibunya untuk beristirahat sejenak karena sudah menempuh perjalanan jauh. 


Setelah semalaman beristirahat. Keesokan harinya Amar langsung mengajak Ibunya untuk datang ke rumah Mila. Sebelumnya Amar sudah meminta izin pada bosnya tidak masuk kerja dengan alasan ingin menjemput Ibunya yang batu datang dari kota tetangga.


Amar serta Ibunya sudah bersiap untuk pergi menuju rumah Mila mereka sengaja tak memberitahu Mila dulu karena ingin memberi kejutan pada Tegar.


Dengan mengendarai sepeda motor mereka berangkat ke rumah Mila, sampai di depan gerbang mereka masuk kedalam halaman dan memarkirkan sepeda motor di sana.


Amar mengetuk pintu pintu dan mengucapkan salam, tak lama pintu dibuka oleh Bik Ijah.


Bik Ijah nampak kaget melihat kedatangan mantan mertua Mila, ya ! Bik Ijah sangat mengenal siapa mantan mertua majikannya itu.


"Siapa yang datang Bik," seru Mila sambil berjalan keluar kamar menuju pintu depan untuk memastikan tamu yang datang.


"Sia_ apa Bik?" 


"Ibu …," seru Mila sambil memberi salam pada mantan mertuanya.


"Mari masuk Bu, " ajak Mila pada Ibu Amar yang masih berdiri di depan pintu.


"Iya," jawab wanita paruh baya itu.


Mereka duduk di Sofa berwarna putih dengan gorden lemon.


"Rumah kamu bagus sekali Mil." Wanita paruh baya itu kagum melihat rumah besar yang ditempati mantan menantunya, ia tak menyangka jika Mila akan hidup mewah seperti ini.


"Benar-benar menyenangkan jika Mila dan Amar rujuk, maka ia akan tinggal dirumah besar ini juga." Gumam Ibu Amar dalam hati sambil melirik isi rumah mantan menantunya.


"Biasa saja Bu, mari diminum Bu Tehnya," titah Mila pada mantan mertuanya untuk meminum Teh yang sudah disajikan oleh Bik Ijah.


Tanpa perlu disuruh jika ada tamu pasti Bik Ijah akan langsung membuatkan minuman. Bik Ijah pun tahu minuman apa yang layak untuk disajikan pada tamu. Karena ini masih pagi maka teh la minuman yang pas. 


"Mil, maksud Ibu datang kemari, ibu ingin kamu memberikan hak asuh Tegar pada Amar biar kami yang akan merawatnya."


"Bukannya sekarang kamu sedang mengandung, jadi biarkan Ibu yang akan merawat Tegar," ucap Ibu memelas.


"Apa … Ibu bilang apa barusan."


"Kalian mau merebut Tegar dariku, enak saja kalian, dengan susah paya aku membesarkan hingga saat ini dan sekarang kalian mau mengambilnya."

__ADS_1


"Dasar orang-orang yang tidak tahu diri kalian semua, sebaiknya kalian pergi saja."


"Sampai kapan pun Aku tidak akan memberikan anakku pada kalian," teriak Mila.


__ADS_2