BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 21


__ADS_3

Pov Mila


Namaku Mila seorang Ibu rumah tangga, aku menikah dengan Amar.


Disaat aku sedang mengandung buah cinta kami suamiku bermain gila dengan seorang wanita satu kantor tempat dia bekerja.


Aku mengetahui itu karena ada seseorang yang mengirimkan foto mereka sedang berduan. Bak disambar petir melihat pemandangan yang menyakitkan. 


Apalagi saat mas Amar mengutarakan keinginannya menikah lagi, sungguh sakit sekali rasanya, bagai dihantam batu besar. 


Daripada dimadu aku lebih memilih berpisah saja. Benar saja Mas Amar lebih memilih hidup bersama wanita itu ketimbang aku dan anaknya.


Lima tahun berlalu aku lalui hidup tanpa suami. Aku berusaha untuk mandiri dan membuka usaha demi kelangsungan hidup kami.


Tiba-tiba disaat aku sedang mengunjungi Ibu mantan mertuaku Mas Amar datang dan bersimpuh di kaki ibunya seakan menyesali perbuatannya. Namun aku tak sedeikitpun percaya itu.


Kebencian ku terhadapnya begitu besar. Apalagi saat Tegar menolak memanggilnya Ayah, disana aku merasa menang.


Mas Amar berusaha ingin kembali dan memperbaiki semuanya namun semua itu sudah terlambat. Aku tak lagi peduli padanya sama sekali.


Disaat hidupku sudah merasa lebih baik aku dipertemukan dengan seorang anak perempuan seumuran Tegar.

__ADS_1


Aku rawat anak itu seperti anakku sendiri namun ternyata anak yang sudah kurawat seperti anakku sendiri ternyata anak mas Amar dengan Lastri.


Lastri adalah wanita selingkuhan suamiku selama ini, rasa tak percaya namun inilah kenyataan yang harus aku terima.


Lastri dan mas Amar teman satu kantor. Saat itulah mereka merajut cinta terlarang. Mereka mengakui semua kesalahan yang mereka lakukan namun hatiku sudah terlanjur sakit.


****


Sejak mengetahui semua perbuatan mereka aku putuskan untuk berlapang dada dan memaafkan mereka. Biarlah semua menjadi bagian masa lalu. 


Lani anak yang aku anggap seperti anak sendiri dengan terpaksa aku kembalikan kepada Lastri karena sejak lama Lani ingin bertemu Ibu kandungnya.


Penyesalan selalu saja datang terlambat. Mungkin ini balasan untuk suami yang telah menelantarkan anak dan istri mereka. 


Sejak saat itu aku kembali membangun kehidupan bersama Tegar. Aku tinggalkan semua yang menyangkut masa lalu. Termasuk rumah yang sudah ditempati bertahun-tahun lamanya. 


Aku menjual rumah dan Toko tempat usaha. Aku pergi meninggalkan kota itu. Kota dimana semua masa lalu akan aku kubur untuk selamanya.


Aku dan Tegar sudah sepakat untuk memulai hidup yang baru bersama Dani lelaki yang sudah menemaniku satu tahun terakhir ini.


Kami memutuskan untuk menikah. Semoga pernikahan kedua ku ini baik-baik saja.

__ADS_1


Rumah dan toko sudah ada pembelinya. Aku mengemasi barang-barang yang diperlukan saja untuk dibawa ke luar kota. 


Sedih rasanya meninggalkan rumah yang sudah hampir sepuluh tahun aku tempati. Begitu banyak suka duka dalam rumah ini.


Aku berpamitan kepada ketua RT setempat jika rumah yang aku tempati sudah ada pemilik baru dan bukan aku lagi. 


Bik ijah dan Tegar sudah mengemasi barang-barang yang mereka bawah. Kami akan berangkat pada malam hari. 


Sengaja memilih malam hari biar tak begitu banyak orang yang melihat jika kami akan pergi jauh. Aku juga tak berpamitan pada mantan mertuaku dan juga mas Amar


Biarlah mereka nanti akan tahu sendiri jika kami sudah tak tinggal di rumah itu lagi. No telepon ku pun aku ganti yang baru karena aku ingin memulai hidup baru.


Dani sudah datang menjemput. Kami akan pergi diantar oleh Dani karena mobilku pun sudah ku jual. Biar nanti semua benar-benar suasana baru tanpa bayang masa lalu.


Aku dan Dani juga sudah memutuskan untuk menikah bulan depan. Dani juga sudah membelikan kami sebuah rumah yang indah.


Tak butuh rumah mewah bak istana. Cukup sederhana asalkan bahagia itu sudah cukup bagiku.


Selamat tinggal rumah dan masa lalu selamat datang masa depan.


 

__ADS_1


__ADS_2