BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 51


__ADS_3

Part 51


Matanya membulat rasa tak percaya, orang yang telah lama tak pernah ia jumpai kini ada di hadapannya. 


Mila berjalan perlahan menuju seseorang yang sudah ada di hadapannya meski orang itu tak merasakan keberadaan nya. 


"Ayu … kamu Ayu kan?" Tanya Mila dengan mata yang berbinar. 


"Mila! Kamu …."


Ayu yang kaget karena kedatangan Mila sontak ia langsung memeluk erat tubuh Mila. Mereka saling melepaskan rindu yang lama terpendam.


"Maaf kan aku Mil, Aku minta maaf karena telah menyakiti hatimu, aku bukan sahabat yang baik, Aku salah Mila! Sungguh aku tak bermaksud menyakitimu," ujar Ayu dengan berlinang air mata. Ia begitu menyesal karena menyakiti Mila. 


"Sudahlah kau tak perlu sungkan begitu, aku sudah melupakan semuanya kini aku sudah hidup bahagia dengan lelaki yang tepat yang dikirim Tuhan padaku," ucap Mila panjang lebar. 


"Syukurlah jika kau telah bertemu dengan lelaki yang menghargai dan menyayangimu Mil, aku turut bahagia," ucap Ayu sambil menghapus air mata di pipinya. 


"Sekarang kau mau kemana dan tinggal dimana Yu?" Tanya Mila dengan penuh selidik.


"Aku baru saja datang dari luar kota, disini aku ingin menemui Mas Alvin, Aku mau minta maaf padanya karena aku sudah meninggalkannya dulu, aku sungguh sangat menyesali semua perbuatanku. Aku dengar dia sekarang tinggal di daerah ini tapi sudah berapa hari aku disini belum juga menemukannya."


"Mas Alvin tinggal di kota ini juga! Aku baru tahu, aku juga sudah lama tidak bertemu dengannya Yu, terakhir kita ketemu waktu itu dia sudah menikah dan memiliki anak," ujar Mila bercerita. 


"Ya udah gimana kalau sekarang kamu mampir ke rumahku saja nanti aku bantuin buat cari Mas Alvin gimana? Atau kamu sekarang tinggal dimana dengan siapa?"


"Terimakasih Mil, tapi aku harus pulang karena aku kesini dengan Lastri dan kedua anaknya."


"Ya sudah kalau begitu aku permisi ya Mil, lain kali kita ketemu lagi." 


Dengan cepat Ayu pergi meninggalkan Mila yang masih ingin berbicara padanya. Masih banyak hal yang ingin ditanyakan oleh Mila pada sahabatnya itu. Apalagi dia datang bersama Lastri dan kedua anaknya. 


Mila juga merindukan Lani anak yang pernah  dirawat oleh Mila. 


Entah bagaimana nasibnya sekarang, mereka juga harus tahu jika Ayah mereka sekarang berada di balik jeruji besi.


Belum sempat Mila meminta kontak ponsel Ayu namun ia sudah hilang dari pandangan.

__ADS_1


Mila hanya bisa menghela nafas panjang.


"Tadi itu siapa Bun? Seperti kalian sudah lama tak bertemu sampai pake acara nangis segala," ujar  Dani. Karena sebelumnya ia tak pernah melihat Ayu membuatnya merasa heran siapa wanita itu dan ada hubungan apa, penuh tanya dalam hatinya. 


"Ayu namanya Mas, dia sahabat ku sejak dulu tapi entah kenapa tiba2 dia menghilang. Saat itu aku sedang mengandung Tegar." Jelas Mila 


Mereka masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil Mila menceritakan semuanya tentang Ayu. 


Semua kejadian hingga akhirnya sampai mereka bertemu lagi. 


Tanpa terasa mereka sudah sampai di rumah. Perjalanan tak begitu terasa karena sepanjang jalan Mila bercerita tentang sahabat yang baru saja ia temui. 


Dani dak begitu peduli dengan masa lalu Mila. Ia memang pernah menemani Mila waktu itu untuk mencari Ayu, Dani mulai mengingat kejadian itu. 


Tapi baginya itu adalah masa lalu yang tidak  berarti. Yang berarti saat ini adalah kebahagian keluarganya. 


Sesampai dirumah Mila langsung mencari Aldo bayi mungilnya yang lucu. Sudah hampir seharian ia tak mememani Aldo. 


"Bun, Tegar mau main bola sebentar di taman yah," ujar Tegar meminta izin pada sang Bunda yang sedang sibuk mengurus Aldo adiknya. 


"Baik Bun."


Dengan girang Tegar melangkahkan kakinya keluar rumah menuju taman sambil membawa bola.di tangannya. 


Bola kaki adalah kesukaannya sejak dulu. Sejak masih balita ia suka menyukai bola. Sedangkan Dani setelah mengantarkan Mila dan Tegar pulang kerumah  langsung pergi ke kantor untuk menemui Amar. Ia ingin memberitahu Amar jika ibunya sudah ditemukan dalam kondisi sakit. 


Dani merasa kasihan pada Ibunya Amar tapi jika Dani menarik semua tuntutannya pada Amar itu akan membuat Amar besar kepala. Lebih baik jika Amar menjalani hukumannya karena itu akan memberi efek jera untuk dirinya. 


*****


Di jalan Ayu merasa sangat bersalah pada Mila sahabat yang selama ini baik padanya tapi ia telah menghancurkan persahabatan itu bahkan rumah tangganya sendiri demi menutupi kesalahan Amar dan Lastri adiknya dimasa lalu. 


Lastri adalah adik perempuan Mila satu-satunya, awalnya ia sangat kecewa pada Lastri dan juga Amar yang telah bermain api di belakang Mila, apalagi di saat Mila sedang hamil. 


Namun Lastri juga sedang hamil saat itu. Dengan terpaksa Ayu menyuruh Amar untuk menikahi Lastri dan pergi meninggalkan Mila. 


Ayu menangis sesenggukan air matanya jatuh bercucuran. Ia menghentikan langkahnya dan duduk si tepi jalan di bawah pohon sambil terus menangis. 

__ADS_1


Ingatannya terus berpetualang ke masa lalu yang kelam dimana ia meninggalkan suaminya yang tidak bersalah sama sekali. 


Begitu banyak dosa yang diperbuat nya di masa lalu. Kini ia kembali untuk meminta maaf dan mengubur semuanya.


Ayu akan memulai kehidupan baru yang lebih baik. Hatinya akan lebih tenang jika semua orang yang pernah ia sakiti memaafkannya meski itu sulit. 


Ayu bingung kemana ia akan mencari mantan suaminya, lelaki yang baik yang begitu tulus mencintainya namun ia telah menghancurkan segalanya. 


Meski belum membuahkan hasil tapi Ayu tetap bersemangat untuk mencari Alvin sambil di temani suami barunya. 


Suami yang bersedia menerima semua kekurangannya, belum lama Ayu menikah dengannya. 


Ayu tak sengaja bertemu Denis saat ia sedang jatuh pingsan di sebuah parkiran dekat kantor Denis. 


Denis lah yang menolongnya saat itu, sejak itulah mereka sering bertemu dan akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain. 


****


Bagaimana sudah bertemu dengan orang yang kamu cari Bu?" Tanya Denis saat melihat Ayu baru pulang. 


"Belum Pak, entahlah harus kemana lagi aku mencari rasanya lelah," keluh Ayu sambil duduk di samping Denis suaminya.


"Ya sudah, besok Ibu cari lagi, maaf Bapak gak bisa temani Ibu untuk mencari orang-orang dimasa lalu Ibu," dengkus Denis sambil menghela nafas dengan gusar.


"Tidak apa kok Pak! Bapak kan sedang sakit lebih baik Bapak istirahat saja dirumah biar Ibu cari sendiri," ucap Ayu sambil mengelus punggung suaminya dengan lembut."


"Bapak minum obat dulu terus istirahat ya!" 


"Baik Bu."


Ayu membantu suaminya bangkit dan mengantarkannya untuk istirahat di kamar. Denis sedang sakit karena habis kecelakaan berapa hari yang lalu. 


"Bapak istirahat saja dulu," titah Ayu pada suaminya."


"Ibu mau kemana?" Tanya Denis sambil memegang tangan Ayu.


"Hmm …."

__ADS_1


__ADS_2