BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI

BIARKAN AKU MEMILIH JALANKU SENDIRI
bab 24


__ADS_3

Amar semakin bersemangat mencari keberadaan Mila, pantang menyerah baginya sebelum menemukan mereka.


Amar ingin kembali memulai segala dari awal, Amar berjanji pada dirinya sendiri untuk berubah dan tidak akan menyakiti hati wanita lagi.


Amar pergi ke kota untuk mencari Mila,entah kenapa ia merasa jika Mila pindah ke kota seberang.


Perjalanan Pun dimulai, Amar berangkat pagi-pagi sekali ke kota, dia meminta restu sang Ibu.


"Semoga kamu bisa secepatnya menemukan Mila dan Tegar ya Nak."


"Iya Bu, doakan Amar ," ucap Amar pada Ibunya sambil mencium punggung tangan wanita paruh baya itu.


Amar berangkat menggunakan sepeda motor.


Selama di perjalanan ia beberapa kali berhenti untuk sekedar beristirahat. Perjalanan yang ditempuh lumayanlah jauh, meski lelah namun tak menyurutkan niatnya untuk mencari sang mantan istri.


****


Sesampainya di kota Amar mencari kost an untuk sementara, karena di kota ia tak memiliki saudara.


Amar menemukan kost-kost an khusus laki-laki. Disana dia bisa langsung beristirahat sekedar melepas lelah dari perjalanan jauh.


Kost-kost an yang ia tempati begitu nyaman hingga membuatnya tidur begitu lelap. Matahari telah berada di atas kepala, Amar Pun bangun dan bersiap untuk pergi berkeliling kota mencari Mila sekaligus mencari pekerjaan.


Hidup kota ini susah bila kita tidak memiliki penghasilan maka akan menjadi gelandangan. Tidak mungkin dia meminta uang pada Ibunya.


Seharian ia berkeliling namun belum juga membuahkan hasil, namun saat Amar berhenti di sebuah warteg ia melihat ada lowongan pekerjaan untuk mengantarkan pesanan dari warteg.


Tanpa pikir panjang Amar menemui pemilik warteg dan mengatakan niatnya untuk melamar pekerjaan. 


Benar saja, Amar langsung diterima bekerja, ia bersyukur bisa bekerja mengantarkan pesanan sambil mencari Mila dan Tegar.


****


"Pak Amar tolong antarkan pesanan ini ke kantor polsek atas nama Dani."


Ini adalah antaran pertama bagi Amar di hari pertamanya bekerja.


Amar Pun berangkat untuk mengantarkan pesanan nasi kotak Pak Dani. Dengan rasa gugup Amar berhasil mengantarkan pesanan atas nama pak Dani yang bertugas di kantor polsek.


Meski Amar tidak bertemu dengan Pak Dani tapi pesanannya sudah sampai.


Sejak Amar bekerja sebagai kurir di warteg, pesanan pun semakin banyak, Amar semakin senang karena tak sedikit yang memberikan komisi padanya di luar biaya ongkos antar.


Hari-harinya semakin menyenangkan meski Mila belum juga ia temukan.


Setiap hari Amar selalu mengantarkan pesanan ke tempat Pak Dani bekerja.

__ADS_1


Amar makin penasaran siapa pak Dani itu, sudah hampir satu bulan dia sering mengantarkan nasi kesini tapi belum juga bertemu sosok pak Dani.


Siang ini ia sudah siap mengantarkan pesanan pak Dani dan juga pelanggan yang lain. 


Sampai di polsek seperti biasa pesanan pak Dani ia titipkan kepada orang yang sedang berjaga di pintu gerbang, namun siapa sangka hari ini ia akan bertemu pak Dani.


"Siang Pak, ini saya titip pesanan Pak Dani," ucapnya pada pak polisi yang berjaga.


"Iya Pak, terima kasih sudah mengantarkan pesanan saya setiap hari tepat waktu," ujar pak polisi.


"Iya Pak, sama-sama! Jadi bapak yang namanya pak Dani?" Tanyaku sambil nyengir menampakan gigi yang tak rapi.


"Kenalkan nama saya Ramadani biasa dipanggil Dani disini," ucap Dani sambil mengulurkan tangannya pada Amar.


"Saya  Amar Pak."


"Salam kenal kalau begitu! Oh iya ini ada undangan untuk pak Amar, kebetulan minggu depan saya akan menikah, saya harap bapak bisa datang ke acara pernikahan saya."


"Baik Pak, terimakasih."


Amar pamit untuk mengantarkan pesanan pelanggan lainnya sambil membawa sebuah undangan yang diberikan pak Dani padanya.


Undangan pernikahan Pak Dani ia masukan ke dalam tas pinggang tanpa sempat membacanya terlebih dahulu.


Bagi Amar undangan itu tak begitu penting karena pak Dani orang yang baru ia kenal.


****


Semua keluarga sangat bahagia menyambut pernikahan mereka meski awalnya sempat bikin tegang.


Hari yang ditunggu pun tiba, acara pernikahan akan digelar, Mila dan Dani sudah dirias sejak matahari belum bersinar.


Tampak senyum menghiasi mereka begitu juga Tegar sangat senang akan mendapat kan Papa baru.


Papa panggilan Tegar pada Dani sang calon ayah sambungnya.


Pukul 9.00 WIB akad nikah dilaksanakan dengan hikmat.


Dengan satu tarikan nafas Dani mengucapkan Ijab kabul janji suci pernikahan.


Sah … Sah


Akhirnya mereka sudah Sah menjadi suami istri. Tangis bahagia pun pecah.


Semua orang memberikan ucapan selamat pada Mila Dan Dani.


Setelah ijab kabul selesai dilanjutkan acara resepsi yang di gelar di hotel berbintang, membuat kebahagian Mila bertambah. 

__ADS_1


Sungguh ini diluar keinginannya.


Tamu undangan berbondong-bondong memberikan ucapan selamat kepada mempelai.


Acara resepsi selesai semua beristirahat di kamar Hotel yang sudah disediakan tempat acara di gelar. 


Selesai acara resepsi mereka akan pergi ke pulau sebrang untuk berbulan madu.


Mila begitu bahagia, Mila merasa begitu dihargai dan dihormati sebagai perempuan meski ia seorang janda.


Tidak seperti dulu saat ia di sisa-sia oleh Amar sang mantan suami.


Mila menutup semua kisah masa lalunya dan membuka lembaran hidup yang baru. 


****


Amar lupa jika kemarin adalah hari minggu dimana hari pernikahan Pak Dani. Pantas saja hari ini tidak ada pesanan dari pak Dani. Pikir Amar.


Amar membuka tas pinggangnya. Mengeluarkan undang yang diberikan pak Dani waktu itu padanya, kenapa dia bisa lupa.


Saat ia membuka undang itu, Amar membaca dengan seksama nama yang tertulis disana. Ternyata nama Mila ada di dalam undangan, matanya melotot, berulang kali Amar  mengucek matanya ia berharap salah lihat.


Namun ia tidak salah lihat, benar nama dan foto di dalam undang itu adalah foto dan nama Mila wanita yang ia cari selama ini. 


Badan terasa lemas, rasa tak percaya namun inilah kenyataan yang ia harus terima. 


Wanita yang ia cari ternyata sudah menikah.


Amar menangis dan berteriak di dalam kamar mandi, hatinya hancur usahanya sia-sia. Inikah karma sesungguhnya.


****


Hari ini Amar tidak masuk kerja, ia pergi menuju alamat acara pernikahan Dani digelar hari minggu kemarin meski terlambat namun ia masih penasaran.


Gegas ia berangkat mengendarai kuda besi dengan kecepatan tinggi. Hatinya sangat kacau, pikirannya begitu kalut dengan hati yang hancur.


Sampai di hotel, Amar memarkirkan kuda besi yang ia kendarai di parkiran. Melihat sekitar tempat dimana acara itu diadakan. 


Amar melihat masih ada papan nama ucapan suka cita yang bertuliskan nama Mila dan Dani, foto mereka pun masih ada disana, meski sebagian orang-orang sudah mulai membereskannya.


Air Matanya pun jatuh, ini pertama kali ia menangisi Mila yang sudah menikah dengan pria lain. 


Amar masih berdiri di depan papan ucapan suka cita pernikahan Mila. 


Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang, sontak Amar terkejut dan menoleh ke arah belakang ternyata …!


 

__ADS_1


__ADS_2