BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
1


__ADS_3

Cantika Salwa Mahdasari, 21th. Seorang wanita berkulit sawo matang yang tidak begitu cantik tapi memiliki senyum yang manis. Dia tidak pandai berteman, orangnya pemalu tapi sekali berteman dia akan menganggapnya sebagai keluarga sendiri.


Bastian Astra Gunawan, 22th. Seorang laki-laki berkulit putih, tampan dan juga tinggi tapi sifatnya yang introverd membuatnya bersikap dingin dengan yang lain. Tapi dia lelaki yang cerdas dan cekatan. Meskipun begitu dia juga memiliki sifat keras dan pendendam.


Tania Ulfa Kinanthi, 22th. Seorang wanita berkulit putih, cantik satu-satunya sahabat yang disayang Cantika. Sifatnya supel, pandai berteman.


Danish Sastrowijoyo, 22th. Seorang laki-laki berkulit putih, tampan dan juga tinggi. Sifatnya supel, pandai berteman tapi tidak terlalu pandai. Hidupnya dibuat santai selama dia merasa senang.


Saat SMP Cantika dan Tania satu sekolah tapi mereka berpisah saat mulai memasuki SMK karena berbeda jurusan yang diambil, karena Cantika memilih jurusan teknologi IT dan Tania memilih jurusan keperawatan. Awal mulanya hubungan mereka renggang karena harus berpisah sekolah sampai saatnya Cantika bertemu dengan Bastian.


Awal masuk SMK Bastian sudah memiliki kekasih, meskipun begitu hubungan mereka tidak berjalan begitu lama. Satu bulan berpacaran mereka putus karena wanita itu berselingkuh dibelakang Bastian. Karena dendam Bastian memutuskan mencari wanita lain untuk disakiti.


Saat mengamati kelas mantan kekasihnya mata Bastianpun tertuju pada satu wanita yaitu Cantika. Dia melihat wajah Cantika yang begitu polos dan lugu serta nudah dibohongi sehingga dia tertarik padanya. Dengan tekad dia berusaha untuk mendapatkan Cantika.


Beberapa jam Bastian sibuk menatap layar HPnya untuk mencari sosmed Cantika. Saat menemukannya Bastian menyunggingkan bibirnya. Dia mulai mengikuti sosmed Cantika, saat Cantika merespon Bastian tidak tunggu waktu lama lagi untuk mengajaknya berkenalan.


Beberapa hari mereka chat di sosmed dan akhirnya Bastian mengajaknya bertemu.


"Hai, aku Bastian." Ucap Bastian menyodorkan tanganya untuk berkenalan.


"Ya, Cantika." Jawabnya malu-malu meraih tangan Bastian.


Ini kali pertama Cantika bertemu dengan laki-laki sendiri. Selama ini Cantika hanya berhubungan laki-laki sekelasnya itupun untuk tugas sekolah. Tapi sekarang dia berhadapan dengan laki-laki tampan yang baru dia kenal selama seminggu. Ya meskipun Cantika tahu laki-laki itu teman satu sekolahnya, dia juga pernah dengar dari beberapa orang bahwa Bastian itu salah satu siswa yang dikagumi karena kecerdasannya.


"Hmm" Bastian tersenyum

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Cantika malu-malu.


"Gpp, hanya saja aku kagum." Ucap Bastian.


"Kagum? Dalam hal apa?" Tanya Cantika keheranan


"Ya kagum, melihatmu dari dekat buat aku kagum. Ternyata kamu sangat cantik seperti namamu." Jawab Bastian memulai aksinya meraih hati Cantikan.


"Haha, ada-ada saja kamu Bas." Ucap Cantika tertawa menutupi pipinya yang merona.


"Hmm Can." Ucap Bastian lagi.


"Ya?" sahut Cantika.


"Bolehkah aku jujur?" tanya Bastian


"Sebenarnya sudah lama aku mengagumimu, sudah lama aku mengamatimu. Aku memiliki rasa padamu. Aku menyukaimu, maukah kamu menjadi kekasihku?" jelas Bastian.


"Uhukk uhukk" Cantika terbatuk kaget mendapati ungkapan perasaan Bastian.


Seketika Cantika terdiam, mencoba meresapi perkataan Bastian tadi.


"Can?" Ucap Bastian melambaikan tangannya didepan wajah Cantika.


"Ahh maaf aku melamun." Ucap Cantika kembali sadar.

__ADS_1


"Maaf aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tidak ingin lagi memendamnya." Jelas Bastian


"Ahh iya, aku mengerti. Tapi maaf Bas aku tidak bisa beri jawaban apapun untuk sekarang ini." jawab Cantika


"It's okey Can, aku akan menunggumu." Ucap Bastian tersenyum.


"Baiklah aku pulang dulu ya Bas." Pamit Cantika yang kemudian langsung berdiri.


"Ya Can, hati-hati" Ucap Bastian.


Saat melihat langkah Cantika yang berjalan menjauh dari dirinya Bastian pun tersenyum.


"Aku yakin bisa mendapatkanmu CANTIKA" ucap Bastian dalam hati.


Sesampainya dirumah Cantika melemparkan dirinya diatas kasur tersayangnya. Dia membenamkan wajahnya ke dalam bantal kesukaannya. Pipinya yang merah merona saat mengingat ungkapan Bastian di caffe buat dirinya salah tingkah. Sesekali dia menggenggam wajahnya sambil tersenyum tidak jelas dan juga sesekali dia mengacak-acak rambutnya karena kebingungan.


Jelas saja Cantika bersikap seperti itu, ini kali pertama dia berhubungan dengan laki-laki yang bukan teman sekelasnya apalagi laki-laki itu mengungkapkan perasaannya bahwa dia menyukai Cantika.


Cantika dengan bingung memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang. Disisi lain dia senang bahwa ada yang menyukainya tapi disisi lain dia juga takut akan dipermainkan. Selama ini Cantika tidak pernah pacaran, dia selalu minder dengan dirinya sendiri. Dia merasa dia tidak cantik dan tidak akan ada laki-laki yang menyukainya. Makanya dia menjadi orang polos lugu yang tidak pandai berteman.


Saat memikirkannya kembali dengan memejamkan mata, seketika Cantika membuka matanya


"Bagaimana kalau aku menerimanya, dan jalani dulu saja. Siapa tahu nanti aku akan jatuh cinta padanya." ucap Cantika dalam hati.


"Ya! Besok aku harus menemuinya." Seru Cantika.

__ADS_1


Setelah lama Cantika berfikir akhirnya dia tertidur.


__ADS_2