
Keesokan harinya Cantika bangun lebih pagi, dia mulai bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Dia mengambil bedak dan liptint yang pernah dibelikan mamanya waktu awal masuk SMA. Memang Cantika tidak pernah memakainya karna menurutnya tampil natural itu lebih baik. Tapi sekarang karna dia akan jadi kekasih seseorang dia memilih untuk berdandan sebisanya.
Sesampainya di sekolah, Cantika langsung menuju kelas Bastian. Saat didepan kelasnya Cantika menghentikan langkah, dia menarik nafas dalam" dan mengeluarkannya. Kemudian dia melanjutkan langkahnya untuk masuk ke kelas Bastian tapi baru saja dia melangkah satu kaki dia berhenti lagi karna ada seseorang yang menghadangnya. Dia dongakan kepalanya dan dia terkejut.
"Bastian!" Seru Cantika
Bastian tidak menjawab tapi hanya menaikan satu alisnya saja menandakan dia heran kenapa Cantika ada didepan kelasnya.
"Ada apa? Kamu mencariku?" Tanya Bastian
"Ehh iya. Aku cuma.." jawab Cantika terbata
"Cuma apa?" tanya Bastian mendekatkan wajahnya karena penasaran
"Emm.. Soal pertanyaanmu kemarin, aa.. Kuu emm aaku" Jawab Cantika grogi menundukkan wajahnya
"Ohh itu. Aku tidak begitu ingin memaksamu, ambil waktumu sendiri. Jangan pikirkan aku, bahkan kalaupun kamu menolak aku juga tidak apa-apa." ucap Bastian memegang pundak Cantika dengan kedua tangannya.
"Bukan begitu.." Ucap Cantika tegas
"Terus?" tanya Bastian bingung
"Aku.. Akuu.. Aku mau jadi kekasihmu!" Ucap Cantika lantang dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena malu.
"Hei cantik, coba lihat aku." ucap Bastian membuka tangan Cantika yang menutupi wajahnya dan meraih dagunya.
Cantika yang masih malu tidak berani menatap Bastian.
"Mulai hari ini kita resmi pacaran kan?" Tanya Bastian tersenyum
Cantika hanya mengangguk malu.
"Terimakasih." Ucap Bastian tersenyum dan meraih tangan Cantika dan langsung mencium punggung tangan tersebut.
Semua teman sekelas Bastian bersorak kegirangan melihat kejadian romantis itu.
Secepatnya Cantika menutup wajahnya lagi yang seperti kepiting rebus itu dan langsung cepat berlari ke ruang kelasnya.
Satu bulan kemudian, hubungan Cantika dan Bastian masih berjalan dengan baik. Cantika juga sudah mulai mencintai Bastian, bahkan sudah sangat mencintai Bastian.
Suatu hari, saat itu hari libur sekolah Bastian berkunjung ke rumah Cantika. Bastian sudah sering berkunjung dirumah Cantika dan bertemu orangtua Cantika. Tapi hari ini orangtua Cantika sedang keluar kota ke rumah saudara Cantika. Cantika yang sedang bosen dirumah menyuruh Bastian untuk datang.
"Papa Mama kamu kemana?" Tanya Bastian
"Ke Bogor, ke rumah tante." Jawab Cantika sambil memakan snack yang dibawa Bastian
"Ohh.. Sayang." Panggil Bastian
__ADS_1
"Hmm?" Jawab Cantika fokus menonton televisi
"Kamu cinta ga sama aku?" tanya Bastian mendekat
"Ihh kamu nih. Ya cintalah, aku tuh cinta kamu sayang." jawab Cantika manja ke Bastian
"Kalo kamu cinta mau dong kamu ML sama aku?" tanya Bastian lagi
"ML? Main mobile legend maksudmu? Aku gabisa sayang." jawab Cantika polos
"Bukan ML itu, tapi Making Love." Ucap Bastian tersenyum
"Apaan lagi itu? Buat cinta? Pake apa? Kertas atau tulisan atau apa?" tanya Cantika dengan keluguannya.
"Hmm.. Maksud aku itu berhubungan badan sayang, berhubungan kaya suami istri. Masa kamu ga ngerti?" jelas Bastian, Cantika sedikit kaget tapi mimik wajahnya berubah menjadi polos lagi.
"Maksud kamu kaya Papa Mama gituh? Gimana sih aku ga ngerti." Tanya Cantika lagi, sebenarnya kali ini Cantika paham tapi dia hanya pura-pura tidak tahu.
"Nih nih kaya gini." Bastian menunjukan video di HPnya.
"KAMU GILA YA BAS!" Cantika langsung berdiri dengan wajah yang penuh kemarahan
"Enggak aku ga gila, aku tuh cinta sama kamu." jelas Bastian menarik Cantika untuk duduk kembali
"Aku ga mau Bas, dosa!" Jawab Cantika
"Katanya kamu cinta? Aku tuh ingin miliki kamu seutuhnya Can. Aku ga mau kalau nanti kamu direbut sama orang lain." bujuk Bastian
"Aku janji akan nikahin kamu kalau kita sudah lulus." bujuk Bastian lagi
Cantika hanya diam menatap wajah kekasihnya.
"Ya sayang?" tanya Bastian meyakinkan
"Kamu janji?" Tanyanya
"Iya aku janji sayang" Jawab Bastian tersenyum memegang kedua tangan Cantika
"Baiklah. Aku lakuin ini karna aku cinta kamu Bas." ucap Cantika
"Aku juga sayang" balas Bastian mengelus rambut Cantika
Bastian mendekatkan wajahnya pada Cantika kemudian mencium bibir Cantika dan **********. Tangan Bastian juga tidak berdiam diri, dia sudah memasukkan tangannya ke dalam kaos Cantika dia bermain dengan payudara Cantika yang masih kecil mungil itu.
Setelah Bastian puas bermain dengan bagian atas Cantika, akhirnya terjadi juga. Kesucian Cantika yang selama ini dia jaga direnggut oleh Bastian dengan sekali hentakan.
Cantika yang polos dan lugu itu telah dibutakan oleh cinta. Hanya dengan janji-janji yang diucapkan oleh Bastian dia menyerahkan hartanya yang paling berharga.
__ADS_1
Setelah selesai dengan aksinya Bastian mengecup kening Cantika.
"Terimakasih dan maafkan aku, aku mencintaimu sayang" Ucap Bastian menghapus air mata di pipi Cantika.
Setelah Bastian pulang Cantika masuk ke dalam kamar mandi, dia mengguyur tumbuhnya yang masih menggunakan pakaian itu. Dia menangisi kebodohannya. Saat Cantika menangis dia teringat sahabatnya yang sudah lama tidak berkabar dengannya yaitu Tania. Dia bergegas membersihkan diri, dan berganti pakaian. Setelah selesai dia langsung meraih HPnya dan menelpon sahabatnya itu.
"Halo Tania" Ucapnya
"Halo Can, ada apa? Tumben nelpon gue?" Tanya Tania
"Hiks hiks.. Maafkan aku Tan" Ucap Cantika menangis
"Heh lo kenapa? Kog nangis sih?" tanya Tania bingung
"Kalo gue cerita gue takut lo ga mau jadi temen gue lagi, hiks hiks" jawab Cantika
"Lo omong apa sih? Yaudah gue kesitu ya, tungguin gue." ucap Tania menutup telpon
Setelah beberapa menit akhirnya Tania datang.
"Lo kenapa sih Can?" tanya Tania menenangkan
"Gue.. Gue.. Gue udah ga perawan lagi Tan!" Jawab Cantika menangis sesegukan
"Apa?" Tania kaget
"Coba lo jelasin ke gue Can sejelas-jelasnya." pinta Tania
Cantika menjelaskan bahwa kekasihnya yang merenggut kesuciannya, dan dengan bodohnya Cantika mengiyakannya.
"Gue takut tan, gue takut kehilangan dia kalo gue bilang enggak." jelas Cantika
"Iya iya gue ngerti, udah berenti nangisnya gue juga mau cerita." Jawab Tania
"Cerita apa?" tanya Cantika bingung menghapus air matanya
"Gue juga sama kaya lo Can, gue udah ga perawan." Ucap Tania menatap Cantika
"Hah? Serius lo?" tanya Cantika kaget
"Iya malah gue pernah mengandung dan menggugurkannya. Bahkan laki-laki yang merenggut keperawanku itupun sekarang menjauhiku." jawab Tania memandang langit-langit
"Tan?" ucap Cantika iba
"Udah gue gapapa, lo masih punya dia. Jaga dia baik-baik jangan sampe kaya gue." pinta Tania
"Iya tan, gue janji bakal jaga dia. Gue juga ga mau kehilangan dia." jawab Cantika
__ADS_1
"Ya sudah sini peluk?" Ucap Tania
Akhirnya mereka berpelukan.