BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
41


__ADS_3

Andra terduduk lemas setelah kepergian Tania.


"Can, apa maksud Tania tadi?" tanya Andra sedih


"Ndra, kamu tenangin diri kamu dulu." jawab Cantika memberikan minum padanya


"Aku dengar rahim Tania bermasalah dan harus diangkat. Itu semua gara-gara efek samping obat aborsinya dulu. Dan karena kehilanganmu, dia selalu tidur dengan banyak laki-laki dan menggunakan pil KB membuat semakin memperparah kondisi rahimnya. Jadi Tania harus kehilangan rahimnya dan keinginannya memiliki anak." jelas Cantika


"Jadi ini semua salah aku, Tania seperti ini gara-gara aku. Bodohnya aku!" Andra mengacak-acak rambutnya dengan kasar


"Udahlah Ndra, ini bukan salah kamu. Semua ini sudah ditakdirkan dari yang diatas. Jadi jangan salahin diri kamu sendiri." ucap Cantika menenangkan


"Iya Ndra, jangan nyalahin diri sendiri. Semua itu kan sudah masa lalu." imbuh Aditya


"Yaudah aku pulang dulu kalau gitu." pamit Andra


"Kamu yakin gapapa?" tanya Cantika khawatir


"Iya aku gapapa, tenang aja. Aku pulang dulu ya?" jawab Andra tersenyum


"Yaudah hati-hati Ndra." ucap Cantika


Andra tersenyum dan meninggalkan Cantika dan Aditya. Melihat Andra sudah pergi, Cantika dan Aditya juga ikut pulang.

__ADS_1


Tania yang telah meninggalkan kafe tersebut masih berada didalam mobilnya. Dia merasa sedih dan kesal, dia menangis didalam mobilnya. Sesekali memukul stir mobilnya.


"Kenapa aku harus bertemu dengan kamu lagi? Kenapa harus disaat seperti ini? Kenapa Ndra kenapa? Padahal aku sangat merindukanmu, aku ingin sekali memelukmu. Tapi kenapa pertemuan pertama kita harus bertengkar seperti ini." ucap Tania menangis menyandarkan kepalanya pada stir mobil.


Sedangkan Andra yang sedang dalam perjalanan pulang hanya memikirkan Tania saja. Dia merasa bersalah karena sudah membentak Tania. Sesampainya di rumahnya Andra masuk kamarnya dan membaringkan diri diatas kasurnya. Dia merogoh dompetnya dan mengambil foto di dalam dompetnya.


"Maafkan aku, aku begitu bodoh sudah membuatmu menderita selama ini. Aku benar-benar bodoh telah menyalahkanmu tanpa tahu apa-apa. Maafkan aku Tania." ucap Andra memandangi foto Tania


Seminggu berlalu, Cantika masih memikirkan perkataan Tania saat di kafe. Cantika merasa bersalah pada Tania. Seharusnya dia tidak lagi hadir dalam kehidupan Tania dan Bastian. Cantika berpikir untuk pergi menjauh dari mereka agar tidak lagi menganggu rumah tangga mereka. Setidaknya membantu Bastian agar bisa melupakannya.


"Ma? Cantika kayanya mau pindah ke luar kota aja deh." ucap Cantika menghela nafas


"Kenapa nak? Ada apa?" tanya Mama


"Nak, apa harus seperti ini?" tanya mama khawatir


"Ma, kalau aku masih di Jakarta Bastian ga akan bisa lupain aku, begitupun aku ma. Jadi aku harus ngejauh dari mereka biar bisa bantu dia buat lupain aku dan belajar mencintai Tania. Aku ingin mereka hidup bahagia ma." jawab Cantika sedih


"Sayang, kenapa harus kamu yang menderita." ucap Mama sedih


"Semua ini salah Cantika ma, jadi ya aku yang harus bertanggungjawab akan semua ini." ucap Cantika meyakinkan


"Relakan Cantika dan Fira pergi ya ma?" tanya Cantika menggenggam tangan mamanya

__ADS_1


"Ya sudahlah, mama mendukung semua keputusanmu nak." jawab Mama pasrah menepuk punggung tangan Cantika pelan.


Mama Cantika yang merasakan ketidakadilan pada putrinya pun menelpon Andra.


"Nak Andra, tante bisa ketemu?" tanya Mama Cantika


"Iya tante bisa." jawab Andra


"15 menit lagi, di kafe XXX ya?" ucap Mama Cantika


"Baiklah tante, Andra langsung berangkat." ucap Andra mematikan telepon.


15 menit kemudian Mama Cantika dan Andra bertemu.


"Nak Andra, tante minta tolong. Cantika sudah menganggapmu seperti kakak laki-lakinya sendiri, jadi tolong cegah dia untuk pindah dari kota ini." ucap Mama Cantika menangis


"Maksud tante apa? Cantika mau pindah?" tanya Andra kaget


"Iya nak Andra, Cantika ingin menghindar dari Tania dan Bastian. Dia merasa bahwa dirinya yang sudah membuat keluarga mereka tidak bahagia, padahal Cantika mengusik rumah tangga mereka pun tidak nak Andra. Tapi dia merasa bersalah akan perasaannya dan Bastian yang sama-sama belum melupakan cinta mereka." jawab Mama Cantika


"Baiklah tante, Andra akan membicarakannya pada Cantika. Tante tenang saja, Cantika ga akan kemana-mana" ucap Andra


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2