
Meskipun begitu Danish masih belum bisa melupakan Cantika. Memang Tania lebih cantik tapi Cantikalah yang lebih dicintai Danish. Danish memutuskan untuk menghubungi Cantika lagi.
[ Hai Cantika, apa kabar? ] Danish
[ Baik Dan, kamu gimana? ] Cantika
[ Aku juga baik, gimana hubunganmu sama Bastian? ] Danish
[ Baik Dan, tapi sifat Bastian balik kaya dulu lagi. ] Cantika
[ Kenapa? ] Danish
[ Ga tau lah Dan, aku bingung. ] Cantika
Mereka meneruskan chatting dan memutuskan untuk bertemu. Cantika menganggap Danish seperti kakaknya sendiri, menceritakan keluh kesahnya. Danish bahagia karena Cantika mempercayainya dengan menceritakan keluh kesahnya. Danish semakin yakin akan ada kesempatan untuk dirinya mendapatkan Cantika lagi. Danish selalu sabar dengan curhatan-curhatan Cantika, Danish selalu menuruti kemauan Cantika setiap kali ingin bertemu dan berkeluh kesah. Danish berusaha mendapatkan hati Cantika lagi dengan cara tetap disampingnya saat dibutuhkan Cantika.
"Kak Dan?" panggil Cantika.
Ya Cantika merubah panggilannya pada Danish menjadi kakak karena dia menganggap Danish sebagai kakaknya.
"Iya ada apa Can?" tanya Danish
"Aku capek kak, Bastian selalu saja mengeles saat aku meminta dia melamarku. Selalu aja ada alasan, aku capek gini terus." jelas Cantika
"Kalau Bastian ga mau nikahin kamu, kakak siap kog Can." ucap Danish diselingi ketawa
"Ihh kakak nih." jawab Cantika mencubit Danish dan diteruskan tertawa bersama.
Sebenarnya Danish tidak bermaksud bercanda, dia mengatakan niat sebenarnya. Tapi Cantika menganggapnya hanya sebuah guyonan, Danish dengan lapang dada untuk bersabar kembali. Dia yakin bisa mendapatkan Cantika lagi.
Suatu hari Cantika mendatangi Danish dengan wajah kesalnya.
"Bener-bener deh si Bastian! Menyebalkan!" marah Cantika
"Kenapa lagi sih?" tanya Danish
"Aku capek kak minta Bastian buat ngelamar aku. Tau deh kalo ada yang minang aku duluan baru tau rasa tuh dia." celoteh Cantika
"Emang kalau ada yang minang kamu, kamu bakal nerima dia?" tanya Danish penasaran
"Iya kak, siapa duluan yang minang aku aku bakal nikah sama dia." ucap Cantika
"Yaudah nanti jalan yuk?" ajak Danish
"Yuk, ke bioskop aja kak. Aku pengen nonton." ajak Cantika manja
"Oke" jawab Danish
Setelah selesai jalan-jalan mereka akhirnya pulang, ditengah perjalanan hujanpun datang.
"Can?" panggil Danish
__ADS_1
"Ada apa kak?" tanya Cantika
"Mama papa kamu dirumah?" tanya Danish lagi
"Ada kak, ada apa?" tanya Cantika balik
"Enggak nanti pengen ketemu aja. Bolehkan?" tanya Danish meminta
"Boleh kog kak" jawab Cantika tanpa curiga
.
Sesampainya dirumah Cantika Danish menunggu di sofa ruang tamu. Cantika memanggilkan keduaorangtuanya.
"Ma, Pa, Kak Danish pengen ketemu." Kata Cantika
"Ada apa sayang?" tanya Mama Cantika
"Enggak tau, temuin aja dulu." jawab Cantika
Merekapun menuju ke tempat Danish berada.
"Ehh nak Danish, udah lama nunggunya?" tanya Mama basa basi.
"Enggak kog tan, Danish baru nyampek nganterin Cantika pulang." jawab Danish
"Ngomong-ngomong ada apa nih nak Danish kata Cantika pengen ngomong sama Om dan Tante?" tanya Papa Cantika
"Begini Om, saya meminta izin pada Om dan Tante bahwasanya saya mencintai anak Om dan Tante. Saya ingin menjadikan anak Om dan Tante menjadi pendamping hidup saya." jelas Danish.
Cantika yang mendengar ucapan Danish pun terkejut, bagaimana tidak Danish tidak mengatakan apapun padanya tapi tiba-tiba Danish meminangnya.
"Kak?" panggil Cantika lirih
"Kalo Om itu ikut anak Om saja, kalo Cantika menerimamu Om juga akan menerimamu nak Danish. Apalagi Om sudah mengenalmu, dan kamu orang baik." kata Papa Cantika
"Iya nak Danish, tante juga sependapat sama Om. Gimana kamu Cantika?" tanya Mama Cantika
"Emm.." Cantika berpikir sebentar, seketika dia mengingat ucapannya pada Danish siang tadi bahwa dia akan mengiyakan orang yang meminangnya lebih dulu.
"Iya aku mau kak." jawab Cantika sedikit ragu
"Alhamdulillah," ucap Danish
"Tapi nak Danish, sebaiknya jangan cepat-cepat menikah ya? Tante mau Cantika mandiri dulu." ucap Mama Cantika
"Iya tan, Danish siap menunggu Cantika." jawab Danish
Setelah pinangan Danish Cantika yakin akan keputusannya. Dia yakin Danish akan jadi imam yang baik. Sekali lagi dia menyakiti hati Bastian, entah kenapa Cantika selalu menyakiti hati Bastian dan Danish padahal mereka sangat mencintai Bastian.
Kala itu Bastian yang sedang bahagia karena mendapat promosi dikantornya ingin mendatangi Cantika. Dia menghubungi Cantika terlebih dahulu.
__ADS_1
"Halo sayang? Kamu dirumah?" tanya Bastian
"Iya Bas, ada apa?" tanya Cantika
"Aku ingin menemuimu aku ada kabar gembira." ucap Bastian antusias
"Baiklah aku juga ada yang harus ku omongin sama kamu." jawab Cantika
"Tunggu aku sayang, aku segera datang." ucap Bastian menutup telpon.
Sesampainya dirumah Cantika, Bastian langsung masuk seperti biasa.
"Sayang?" panggil Bastian
"Iya Bas, aku datang." sahut Cantika berlari mendatangi Bastian
"Lihat ini, aku dapat promosi." kata Bastian sumringah menunjukkan surat pengangkatan dia menjadi pemimpin NOC dikantornya.
"Wahh selamat Bas. Aku bangga padamu." ucap Cantika bahagia
"Terima kasih sayang." Bastian mencium kening Cantika
"Sebentar lagi ya? Semoga aku cepat mengumpulkan dana untuk pernikahan kita." imbuh Bastian.
Cantika terkejut, air matanya tak terbendung lagi dan akhirnya jatuh.
"Maafin aku Bas" ucap Cantika menangis
"Ada apa sayang?" tanya Bastian heran
"Danish sudah meminangku." ucap Cantika menutup wajahnya
"Apa maksudmu Cantika?" tanya Bastian bingung
"Ya, kemarin Danish datang dan bertemu orangtuaku dia memintaku menjadi pendamping hidupnya." Cantika menangis sesegukan
"Kenapa tidak kamu tolak Can?" tanya Bastian memegang bahu Cantika
"Karena dia berani meminangku dihadapan orangtuaku meskipun dia tidak langsung menikahiku. Jadi aku tidak tega untuk menolak." jelas Cantika
"Aku juga capek Bas kamu gantung seperti ini. Apalagi nenekmu yang terus saja mengacuhkanku." imbuh Cantika
"Jadi sekarang status kamu calon istri Danish?" tanya Bastian sedih
"Iya Bas." jawab Cantika
"Baiklah aku mengerti, kalau begitu aku pamit." ucap Bastian pergi.
Semenjak hari itu Bastian tidak lagi muncul di kehidupan Cantika seperti sudah ditakdirkan untuk mereka tidak saling bertemu.
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.
__ADS_1