BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
20


__ADS_3

"Bunda?" panggil Danish


"Ahh iya yah." jawab Cantika menghampiri Danish.


"Ayah lapar, ingin makan buah." ucap Danish manja


"Hah? Iya yah, bunda ambilin buahnya." balas Cantika mengambil buah.


"Suapin." pinta Danish makin manja


Melihat kelakuan suaminya membuat Cantika heran dan mengangkat alisnya. Cantika hanya mengikuti semua kemauan suaminya yang tiba-tiba bertingkah aneh itu. Bastian yang melihat mereka hanya bisa menahan rasa cemburunya.


Setelah lama bermain dengan Bastian, Fira mulai merasa mengantuk. Bastian langsung membawanya menghampiri orangtuanya.


"Bun, Fira mengantuk." ucap Fira mengucek matanya


"Yaudah kita pulang aja kalau gitu. Tunggu bentar ya sayang bunda beresin ini dulu." jawab Cantika


"Enggak usah sayang. Kamu sama Fira langsung ke mobil aja biar ayah yang beresin. Liat tuh Fira sudah benar-benar mengantuk." ucap Danish


"Ohh gitu yaudah kalo gitu kita, aku dan Fira duluan ya yah, Bas." ucap Cantika berpamitan


"Ahh iyaa." jawab Bastian


"Dada om babas." ucap Fira melambaikan tangannya


"Dada cantik" balas Bastian melambaik tangannya.


Setelah Cantika dan Fira pergi menjauh, raut wajah Danish yang awalnya senang seketika berubah menjadi datar.


"Lihat! Begitu bahagianya kan keluarga saya. Kamu dulu memang masa lalu istri saya, tapi saya dan Fira adalah masa depannya. Jadi saya mohon jangan masuk lagi dalam keluarga saya. Anda juga sudah punya keluarga sendirikan? Jadi jaga saja keluarga anda sendiri itu." jelas Danish menekankan dan segera pergi menyusul istri dan anaknya.

__ADS_1


Bastian yang mendengar ucapan Danish mengepalkan tangannya hanya bisa menahan amarahnya.


"Seandainya dulu kamu tidak masuk dalam kehidupanku dan Cantika mungkin yang disamping Cantika dan berbahagian dengannya sekarang adalah aku! Kamu yang merebutnya dariku brengsek!" umpat Bastian dalam hati


Melihat Danish dan Cantika yang begitu bahagia membuat Bastian sedih. Dia yang selama ini berkorban, membiarkan mereka bahagia dengan jalan mereka. Tapi sekarang harusnya Bastian juga bahagia dengan pilihannya Tania. Tapi sayang sekali kebahagiaan yang diharapkan Bastian benar-benar tidak ada.


"Kamu sudah pulang?" tanya Bastian melihat Tania yang sudah berada di rumah


"Ahh iya, tadi aku pulang cepet mau ada arisan sama temen-temen." jawab Tania


"Ohh" balas Bastian


"Kamu darimana? Kog kaya lagi kesel?" tanya Tania


"Dari taman kota, abis jogging." jawab Bastian ketus.


"Yaudah aku berangkat dulu. Byebye sayang." pamitnya mengecup pipi Bastian.


"Beginikah hidup bahagia itu?" tanya Bastian lirih pada dirinya sendiri


Hari-hari yang dilewati Bastian tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Tania masih sibuk dengan dunianya sendiri, bahkan karena Tania sudah ikut serta dalam geng-geng arisan Bastian semakin tak terurus. Mereka memang memutuskan untuk tinggal sendiri dikontrakan setelah menikah, jadi Bastian benar-benar tidak ada yang mengurusi. Tania juga sudah lama tidak berkunjung di rumah keluarga Bastian, meskipun begitu sesekali Tania masih menyempatkan untuk pulang ke rumah keduaorangtuanya. Tiba-tiba nenek Bastian menelpon meminta cucunya untuk datang bersama istrinya. Setelah menerima telpon Bastian langsung menemui Tania.


"Tan, besok kerumah bapak aku yuk?" ajak Bastian


"Ngapain?" tanya Tania


"Tadi nenek telpon katanya kangen, minta kita kesana." jawab Bastian


"Aku kan besok kerja Bas." ucap Tania menatap Bastian


"Minta ijin sekali ini aja ya? Lagian yang punya toko kan teman kamu sendiri pasti dibolehin. Plis." pinta Bastian memohon

__ADS_1


"Yaudah deh aku minta ijin besok." jawab Tania menurut


"Makasih ya, sesekali kasih waktu kamu buat aku Tan. Jangan sibuk kerja terus, aku kan juga kangen kamu." ucap Bastian


"Ihh kamu nih, iya iya aku akan usahain ya?" jawab Tania


Bastian hanya tersenyum membalas perkataan Tania. Setelah percakapan itu mereka langsung tidur.


Keesokan harinya Tania bersiap-siap untuk pergi berkunjung ke rumah mertuanya.


"Dah siap belum sayang?" tanya Bastian memanggil


"Iya bentar lagi, lagi bikin alis!" jawab Tania


"Cepetan keburu mancet!" ajak Bastian


"Kamu nih bikin alis aku rusak aja! Diem bentar, tungguin aku selesaiin ini dulu." jawab Tania mendatangi Bastian dengan alis yang tinggi sebelah.


"Haha, yaudah aku tungguin dimobil ya. 5 menit jangan lama-lama." ucap Bastian tertawa melihat alis istrinya


15 menit kemudian akhirnya Tania selesai berdandan juga.


"Yuk berangkat." ajak Tania yang sudah duduk dikursi samping kemudi


"Ku bilang tadi 5 menit kan? Kenapa jadi 15 menit?" protes Bastian


"Kan aku ga jawab iya?" sangkal Tania


"Iya deh iya, wanita memang selalu benar." jawab Bastian mengalah.


Setelah 20 menit perjalan akhirnya sampai di rumah keluarga Bastian. Di rumah itu hanya ditinggali bapak dan neneknya saja. Awalnya saat memutuskan untuk tinggal sendiri bersama istrinya membuat cekcok keluarga kedua belah pihak karena Bastian dan Tania sama-sama anak tunggal dan semua keluarganya menginginkan tinggal bersama mereka. Tapi akhirnya karena tekad Bastian dan Tania sudah bulat, keluarga mereka mengalah dan membiarkan mereka hidup sendiri.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2