
Setelah bertemu dengan Mamanya Cantika, Andra langsung menghubungi Cantika dan mengajaknya bertemu.
"Can, jelasin ke aku. Kenapa kamu mau pindah?" tanya Andra dengan wajah marah
"Kamu denger dari siapa aku mau pindah? Dari mama?" tanya Cantika balik
"Iya, tante Salma datang ke aku. Minta aku mencegahmu pergi." jawab Andra
"Huhh, mama ini gimana katanya dukung aku tapi malah ngadu ke Andra." guman Cantika
"Aku denger Can." ucap Andra
"Iya iya, aku emang mau pindah. Aku ga mau aja keseret dalam masalah rumah tangga orang lain Ndra." jawab Cantika
"Aku ga ngijinin kamu pindah, titik! Tidak dapat dibantah." ucap Andra tegas
"Apaan sih Ndra." ucap Cantika kesal
"Kamu seneng ya kalau nanti Tania dateng lagi trus nglabrak aku yang ga ngelakuin apa-apa ini." imbuh Cantika
"Ada masalah bukan untuk dihindari tapi diselesaikan. Masalah ini datang ada karena kesalahan kita dimasa lalu, jadi kita juga harus selesaikan sama-sama." jelas Andra
"Gimana caranya?" tanya Cantika
"Menyadarkan Tania." jawab Andra
"Maksud kamu?" tanya Cantika bingung
"Menyadarkan perasaan Tania yang sebenarnya, milik siapa perasaannya dan akan tertuju pada siapa. Aku yakin, permasalahan ini ada dalam hati Tania." jawab Andra
"Kamu yakin Tania masih mencintaimu Ndra?" tanya Cantika
Andra mengangguk.
"Aku dukung kamu. Tapi jangan terlalu memaksakan, Tania itu istri orang Ndra." ucap Cantika
"Bastian pasti akan mengerti Can." jawab Andra
__ADS_1
"Aku dukung kamu, bukan berarti aku mengharapkan Bastian. Aku hanya ingin Tania bahagia." ucap Cantika
"Aku tahu. Kamu sayang sama Tania, makanya kamu ingin kabur kan?" jawab Andra
"Aku selalu sayang Tania, mau bagaimanapun sikapnya dia tetap sahabatku. Tapi Ndra, cukup sadarkan Tania saja jangan paksakan dia kembali ke kamu." ucap Cantika tersenyum
Setelah pertemuannya dengan Andra, Cantika menghilangkan keinginannya untuk pindah keluarkota. Dia tetap stay di Jakarta seperti ucapan Andra. Karena Cantika selalu percaya pada Andra dan menuruti semua perkataan Andra. Karena setelah perceraian dengan Danish, Andralah penguat Cantika. Andra yang selalu berada disamping Cantika saat Cantika membutuhkan seseorang. Cantika sudah menganggap Andra sebagai kakaknya begitupun Andra, dia sudah menganggap Cantika sebagai adiknya sendiri.
Andra memutuskan untuk menemui Bastian. Dia ingin mengatakan perasaannya yang masih mencintai Tania dan meminta ijin pada Bastian untuk mendekati Tania lagi.
"Hai, kamu Andra?" tanya Bastian yang baru sampai
"Iya aku Andra, kamu pasti Bastian." jawab Andra tersenyum
"Iya, ada apa mengajakku bertemu? Sepertinya kita tidak saling kenal." ucap Bastian
"Memang, kita tidak saling kenal ataupun pernah bertemu tapi aku mengenalmu." jawab Andra tersenyum
"Oh ya, seberapa banyak kamu mengenalku?" tanya Bastian
"Jadi apa maksud anda mengajakku bertemu?" tanya Bastian mulai kesal
"Tania. Aku mencintai Tania." jawab Andra langsung meminum kopinya
Sontak Bastian kaget dan menggebrak mejanya.
"Apa maksud kamu mencintai istriku?" tanya Bastian marah
"Iya aku mencintai Tania, dari dulu sampai sekarang aku selalu mencintainya. Dan aku yakin Tania juga masih mencintaiku." ucap Andra meletakkan kopinya
"Jangan harap kamu bisa merebut istriku!" bentak Bastian
"Bukannya kamu tidak mencintainya? Mengapa tidak membiarkan aku memilikinya dan kamu bisa mengejar cintamu lagi?" tanya Andra tersenyum sinis
"Meskipun aku tidak mencintainya, dia tetaplah istriku. Jadi aku tidak akan membiarkan siapapun merebutnya dariku." jawab Bastian
"Baiklah, jika itu keinginanmu. Mulai sekarang lupakan Cantika dan belajarlah mencintai Tania!" ucap Andra tegas dan langsung berdiri
__ADS_1
"Sampai kamu menyakiti mereka lagi, aku akan merebut Tania darimu dan tidak akan membiarkanmu kembali dengan Cantika." ancam Andra meninggalkan Bastian
Bastian yang mendengar nama Cantika hanya bisa diam membisu. Bagaimana laki-laki yang tidak dikenalnya bisa mengenal Cantika. Apa hubungannya dengan Cantika, Bastian hanya mengira-ngira. Bastian terus memikirkan siapa laki-laki tadi, bagaimana dia bisa mengenal Tania dan Cantika. Dan kenapa tiba-tiba dia datang dan mengatakan bahwa dia mencintai Tania.
Bastian yang masih memikirkan siapakah Andra itupun langsung menghampiri Tania.
"Tan?" panggil Bastian
"Iya Bas?" sahut Tania
"Kamu kenal yang namanya Andra?" tanya Bastian
"Siapa?" tanya Tania kaget
"Andra." jawab Bastian
"Aku tidak kenal, kenapa kamu menanyakannya." jawab Tania berbohong
"Kamu yakin tidak mengenalnya?" tanya Bastian meyakinkan
"Iya, aku tidak kenal." jawab Tania ketus
"Aneh, dia tadi mengajakku bertemu dan bilang kalau dia mencintaimu. Kamu yakin tidak mengenalnya?" tanya Bastian lagi.
Tania kaget akan pernyataan Bastian bahwa Andra bilang mencintai dirinya.
"Apa maksudmu aku berbohong? Aku benar-benar tidak mengenalnya." jawab Tania kekeuh
Bastian melihat wajah Tania yang gugup merasa bahwa Tania sedang berbohong. Tapi Bastian tetap bersabar, dan berusaha menerima jawaban Tania. Dan berusaha untuk tidak mendesak Tania.
"Iya iya aku percaya." ucap Bastian
"Yaudah aku mau tidur dulu." ucap Tania menarik selimutnya dan menutupi dirinya dengan selimut itu.
Bastian hanya bisa menahan rasa curiga dan keingintahuannya tentang Andra. Dia pun menyusul Tania untuk tidur.
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.
__ADS_1