
Andra pun kembali menghampiri tubuh Cantika dan mulai menggendongnya menuju mobilnya. Secepatnya dia melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, Cantika dibawa langsung ke UGD. Tidak selang waktu lama, Aditya menyusul mereka ke rumah sakit. Dia melihat Andra yang sedang mondar mandir di depan UGD mencemaskan Cantika. Aditya memutuskan menghampirinya.
"Ndra?" panggil Aditya menepuk bahu Andra
Andra seketika menoleh dengan raut wajah yang sedang marah.
"Masih ada muka lo buat dateng kesini, Brengsek!" umpat Andra menarik kerah baju Aditya
"Maafin gue Ndra." ucap Aditya lesu
"Maaf lo bilang? Setelah lo nyelakain Cantika seperti ini lo bilang maaf?" tanya Andra marah melepaskan genggamannya
"Gue ga sengaja Ndra, gue ga sengaja nabrak Cantika." ucap Aditya menjatuhkan diri ke dinding rumah sakit dan langsung terduduk lesu
"Gue salah, gue marah ke lo Ndra. Gue tersulut emosi setelah mendengar perjodohan kalian, gue ga ada niat nyelakain Cantika Ndra." jelas Aditya menundukan wajahnya
Andra tersenyum sinis. "Jadi lo mau bunuh gue?" tanya Andra
__ADS_1
Aditya mendongakkan wajahnya menatap Andra. "Bukan Ndra, gue ga ada maksud buat bunuh lo. Gue menyesal, gue kebawa emosi jadi lakuin hal gila kaya gini. Maafin gue Ndra." jelas Aditya
"Kalau saja sekarang gue yang ada di UGD ini, gue yang lo tabrak. Apa lo masih bilang menyesal seperti ini?" tanya Andra
"Maafin gue Ndra. Maaf." ucap Aditya
"Lo ga tahu kan Dit, Cantika baru saja donorin ginjalnya buat Tania dan sekarang dia harus terbaring di rumah sakit gara-gara perbuatan lo! Gue ga akan pernah maafin lo kalo sampai Cantika kenapa-napa." ucap Andra
Aditya yang mendengar pernyataan Andra pun terkejut. Pasalnya dia tidak tahu menahu soal si pendonor ginjal pada Tania adalah Cantika, wanita yang dia cintai sendiri yang sekarang sedang terbaring lemah di UGD karena ulahnya. Dia menatap Andra dengan wajah penuh penyesalan, tanpa bisa berkata apa-apa dia hanya menangisi kebodohannya sendiri saat itu.
Setelah menunggu cukup lama, seorang dokter dan perawat muncul dari dalam ruang UGD.
"Saya sus." sahut Andra menghampiri suster tersebut yang diikuti Aditya dibelakangnya
"Akibat kecelakaan ini ada pendarahan dalam otak bu Cantika jadi kami harus melakukan tindak operasi. Selain itu bu Cantika juga kekurangan darah dan stock golongan darah bu Cantika di rumah sakit ini kosong. Apa disini ada yang golongan darahnya AB?" jelas dokter
"Golongan darah saya AB dok, saya mau mendonorkan darah saya untuk Cantika. Ambil sebanyak mungkin yang penting Cantika selamat." jawab Andra
__ADS_1
Dokter mengangguk. "Baik pak, silahkan ikut denga suster dan tolong segera tanda tangani surat persetujuan untuk operasi agar kami bisa secepatnya melakukan tindak operasi." ucap dokter
Andra mengangguk dan kemudian mengikuti suster untuk diambil darahnya. Sebelum dia masuk ke dalam ruangan yang ditunjuk suster dia menelpon keluarga Cantika dan meminta izin untuk menandatangani surat persetujuan dari rumah sakit. Setelahnya Andra diambil darah oleh suster dan menandatangani surat tersebut, Andra langsung menghampiri Cantika yang masih berada di ruang UGD.
"Can, aku yakin kamu wanita kuat. Semoga operasimu berjalan dengan lancar ya." ucap Andra menggenggam tangan Cantika
"Maaf pak, pasien akan kami bawa ke ruang operasi." ucap suster yang datang dari belakang Andra
"Iya sus." jawab Andra beranjak dari tempat duduknya
Beberapa perawat membawa Cantika ke ruang operasi, saat ranjang Cantika baru keluar dari ruang UGD langkah para perawat yang membawanya pun terhenti karena seseorang laki-laki yang tiba-tiba menghampiri Cantika dengan deraian air mata yang tidak lain adalah Aditya.
"Maafkan aku Can, aku mohon cepatlah sadar." ucap Aditya terisak tangis
"Maaf pak, kami harus segera membawa bu Cantika ke ruang operasi." tutur suster
Beberapa perawat itupun melanjutkan langkahnya menuju ruang operasi yang diikuti oleh Andra. Sebelum melanjutkan langkahnya, Andra pun berhenti disamping Aditya yang sedang duduk bersimpuh sedih karena Cantika yang dibawa oleh perawat.
__ADS_1
"Hapus air matamu! Do'akan agar operasi Cantika berjalan dengan lancar. Dan bersiaplah, setelah operasi Cantika selesai akan aku perkarakan kamu!" ancam Andra yang lanjut meninggal Aditya untuk menyusul Cantika ke ruang operasi
*Jangan lupa liken dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.