BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
11


__ADS_3

Tujuh Bulan kemudian.


Setelah lama mengandung, sekarang kandungan Cantika sudah membesar. Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, HPL Cantika sudah dekat. Cantika sangat antusias menunggu kelahiran anaknya begitupun dengan Danish.


Hari itu jadwal kontrol kandungan Cantika, pagi-pagi Cantika dan Danish sudah berangkat. Sesampainya di dokter kandungan Cantika diperiksa.


"Bayinya belum masuk panggul bu, perbanyak gerak ya biar bayinya segera masuk panggul dan dilahirkan." jelas dokter


"Oh iya dok." jawab Cantika


Setelah pulang dari kontrol kandungan, dirumah Cantika tidak bisa berhenti bergerak. Dia terus saja berjalan-jalan kadang kala dia berjongkok sesuai arahan dokter. Saat pukul 12 siang Cantika mulai merasakan sakit diperutnya.


"Ma, mama!" teriak Cantika memanggil mamanya


"Ada apa sayang?" jawab mamanya berlari mendekat


"Kayanya Cantika sudah mulai kontraksi deh ma." ucap Cantika

__ADS_1


"Gimana jarak kontraksinya cepat atau lambat?" tanya mama


"Kayanya masih lama ma, ini udah ga sakit lagi." jawab Cantika


"Yaudah kamu jalan terus deh sekarang, nanti kalau jarak kontraksinya udah cepat langsung hubungi suamimu kita ke dokter." ucap Mama


"Iya ma." jawab Cantika melanjutkan berjalan


Satu jam berlalu jarak kontraksi Cantika sudah mulai cepat. Cantika langsung menghubungi Danish, begitu Danish dapat kabar bahwa Cantika akan segera melahirkan langsung ijin pulang dari kantor. Sesampainya dirumah Danish langsung membawa Cantika ke dokter kandungannya. Disana Cantika diperiksa kembali.


"Ini baru pembukaan satu pak, nanti kalau sudah pembukaan sepuluh bayi akan lahir." jelas dokter


Mendengar perkataan dokter Cantika langsung bergegas untuk jalan-jalan lagi. Tiga jam Cantika tidak berhenti bergerak, sesekali hanya duduk sebentar dan lanjut jalan lagi. Akhirnya dokter datang dan memeriksa kembali.


"Baru pembukaan 3 bu, kalo sampai magrib belum juga pembukaan 10 sebaiknya kita lakukan operasi karena hasil USG tadi pagi bayi ibu belum masuk panggul." jelas dokter


Cantika yang mendengar itupun kaget, dia ingin sekali melahirkan dengan normal. Dia ingin sekali merasakan bagimana rasanya melahirkan. Dengan menangis dia berdiri dan melanjutkan gerak lagi.

__ADS_1


"Adek sayang, bantu bunda ya. Adek mau kan cepet-cepet ketemu bunda? Biarkan bunda melahirkanmu dengan normal sayang." ucap Cantika mengelus perutnya yang besar.


Jam menunjukkan pukul 17.30 Cantika yang masih berjalan dengan rasa sakitnya merasakan ada darah yang keluar dari organ bawahnya. Bersamaan dengan keluarnya darah itu Cantika merasakan sakit yang begitu hebat. Mama dan Danish yang didekatnya langsung memanggil dokter. Setelah kembali diperiksa dokter berkata.


"Bu Cantika siap melahirkan." ucap dokter tersenyum


Akhirnya setelah lama Cantika berjuang putri yang ditunggunya telah lahir. Melihat perjuangan istrinya demi melahirkan anaknya Danishpun menangis bahagia. Dia langsung menggendong bayinya dan mengadzaninya.


"Sayang terima kasih telah melahirkan anak yang cantik ini." ucap Danish mengecup kening istrinya.


Sambil menggendong anaknya Danish memperlihatkan bayinya pada Cantika. Mereka tertawa bersama melihat putrinya.


Dua hari Cantika dan bayinya menginap di rumah sakit, akhirnya mereka diperbolehkan pulang. Danish yang siap siaga membawa anak dan istrinya pulang ke rumah. Sesampainya dirumah keluarga mereka berkumpul menyambut kedatangan mereka bertiga.


Lima hari kemudian acara aqiqoh putri Danish dan Cantika. Mereka memberikan nama putrinya "ANANDA ZAFIRA LESTARI" dengan nama panggilan Fira. Kehadiran Fira ditengah Cantika dan Danish membuat keluarga mereka semakin bahagia.


Tapi kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Saat umur Fira 7bulan keluarga Cantika mengalami musibah, bisnis keluarga Cantika mengalami kebangkrutan. Papa Cantika yang terkejut dengan kebangkrutan bisnisnya menjadi sakit-sakitan. Sekarang keluarga Cantika hanya mengandalkan Danish, meskipun begitu Mama Cantika tidak tinggal diam. Mama Cantika memutuskan untuk membuat catering kecil-kecilan untuk menghidupi keluarganya.

__ADS_1


Sifat Danishpun berubah, dia semakin tidak peduli dengan urusan orangtua Cantika. Dia tidak mau ambil pusing tentang orangtua Cantika. Menurut Danish dia hanya akan menafkahi istri dan anaknya saja. Meskipun begitu Danish mulai perhitungan pada istrinya, setiap pengeluaran apapun Danish harus tau. Danish hanya memberi uang yang hanya cukup untuk kebutuhan Fira saja dan uang untuk belanja makanan sehari-hari.


*Jangan lupa like dan komennya para readers. Klik favorite untuk baca kelanjutannya.


__ADS_2