
Setelah pertemuannya dengan Andra, Tania mulai bersikap manja pada Bastian. Dia selalu menempel pada Bastian. Bahkan dia lebih perhatian lagi dengan Bastian. Meskipun rasanya dia ingin sekali bertemu dengan Andra, dia berusaha menahannya. Dia tidak ingin Bastian tahu akan perasaannya dan siapa Andra sebenarnya. Tania benar-benar berusaha mengikat Bastian agar tidak lepas dari genggamannya. Bastian tanpa rasa curiga mengikuti semua perlakuan Tania. Dia merasa ingin memperbaiki hubungannya dengan Tania. Meskipun rasa cintanya pada Cantika masih utuh dan tidak berkurang sedikitpun. Dia sebagai seorang suami ingin berusaha setia pada istrinya.
Andra yang merasa gagal mendapatkan hati Tania lagi mendatangi Cantika untuk berkeluh kesah akan kesedihannya.
"Can, maafin aku ya." ucap Andra sedih
"Maaf kenapa lagi sih Ndra?" tanya Cantika bingung
"Aku gagal menyadarkan perasaan Tania. Dia terlalu keras kepala." ucap Andra
"Hmm yaudah lah Ndra. Mungkin memang Tania ingin mempertahankan rumah tangganya. Jangan mengusik mereka, biarkan mereka berbahagia." ucap Cantika
"Mungkin dia akan terus memusuhi Can, dia mungkin bisa datang lagi kepadamu dan memarahimu seperti waktu itu." ucap Andra khawatir
"Aku gapapa Ndra, beneran deh. Do'ain aja untuk mereka agar bisa saling mencintai satu sama lain. Toh kalo emang Tania datengin aku buat marah-marah kan ada kamu yang ngelindungin aku. Abangku tersayang ini." jawab Cantika tersenyum
"Tapi kamu mencintai Bastian Can." ucap Andra sendu
"Biarkan aku mencintainya dalam diam Ndra. Kamu tahukan kalau Cinta memang ga harus memiliki. Jadi sekarang kamu belajar buat lupain Tania dan buka hatimu untuk wanita lain, akupun juga akan berusaha begitu meskipun aku tahu itu sulit." jawab Cantika
__ADS_1
"Kamu tegar sekali Can. Kamu wanita hebat." ucap Andra kagum
"Kamu salah Ndra, aku ga sehebat dan setegar yang kamu kira. Kamu tahu kan, kalau aku yang sudah meninggalkan Bastian. Jadi aku harus mengikhlaskan semua ini. Aku ga boleh egois Ndra. Selama ini aku menahan perasaanku karena aku tahu aku ga berhak lagi untuk mendapatkan dia. Jadi sekarang ini aku hanya sadar diri saja." ucap Cantika sendu
"Aku yakin kamu akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Bastian Can. Cobalah buka hati kamu untuk Aditya, mungkin dia bisa membantumu untuk melupakan Bastian." ucap Andra
"Enggak bisa Ndra. Aku belum siap, selama 5 tahun aku menikah dengan Danish aku tidak bisa menghilangkan perasaanku pada Bastian padahal aku juga mencintai Danish. Aku tidak yakin bahwa Aditya bisa membuatku melupakan Bastian. Aku akan berusaha sendiri, karena aku tidak ingin memiliki hubungan dengan orang lain tapi hati aku masih milik Bastian. Aku tidak ingin mengecewakan dia yang mencintaiku Ndra." jelas Cantika
"Baiklah jika itu keinginanmu Can, apapun keputusanmu aku akan selalu mendukungmu. Aku akan selalu melindungimu Can." ucap Andra
"Makasih ya Ndra." ucap Cantika memeluk Andra
"Sama-sama Can." jawab Andra menepuk punggung Cantika lembut
Saat itu Cantika sedang pergi ke Mall bersama dua laki-laki itu dan putrinya. Andra dan Aditya sudah seperti pengawal saja, selalu mengikuti kemanapun Cantika dan Fira pergi.
"Kalian ga capek ngikutin aku sama Fira dari tadi?" tanya Cantika
"Enggak." jawab mereka serempak
__ADS_1
Cantika mengerutkan keningnya melihat kelakuan dua lelaki dibelakangnya itu.
"Bun, Fira pengen main." rengek Fira
"Yaudah sana main, ajak om Andra sama om Adit gih biar ga ngikutin bunda mulu." jawab Cantika melirik Andra dan Aditya
"Yaudah sini sama om Andra Fir." ucap Andra menggandeng Fira
"Om Adit diajak juga dong." ucap Cantika
"Aku nemenin kamu aja Can." jawab Aditya
"Iya Can, biar Adit nemenin kamu aja." ucap Andra
Cantika menaikkan alisnya, menatap Andra tajam.
"Gausah ditemenin aku ga akan ilang kog, biar Fira makin senang aja mainnya. Kan seru rame-rame." ucap Cantika
"Iya udah kalo gitu, kamu jangan kemana-mana. Aku ikut Andra dan Fira dulu." jawab Aditya pasrah
__ADS_1
"Oke, aku akan tunggu disana." ucap Cantika menunjuk tempat tunggu dekat dengan playground
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.