BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
36


__ADS_3

Suatu ketika malam itu Aditya datang saat Cantika sudah mulai bernyanyi. Dia melihat Bastian yang memandangi Cantika yang sedang berada dipanggung dengan tatapa penuh kesedihan. Aditya merasa heran dengan hubungan mereka, karena setiap kali Aditya bertanya pada Cantika maupun Bastian tidak pernah ada jawaban yang menjelaskan hubungan mereka.


Karena penuh dengan rasa keingintahuan, Aditya memutuskan untuk berkunjung ke rumah bapaknya Bastian. Aditya ingin mencari tahu tentang masa lalu Bastian dan hubungan Bastian dengan Cantika melalui keluarga Bastian.


Setelah lama perjalanan akhirnya Aditya sampai di rumah bapak Bastian pada sore hari.


"Assalamu'alaikum." salam Aditya mengetuk pintu


"Walaikumsalam" sahut bapak Bastian membuka pintu


"Loh nak Adit." seru bapak Bastian yang melihat Aditya didepan pintu


"Iya paman ini Adit." jawab Aditya menyalami pamannya itu


"Masuk dulu nak." ajak pamannya


Aditya mengikuti pamannya masuk rumah. Dan pamannya mempersilahkan Aditya untuk duduk.


"Datang kesini kog ga kasih kabar dulu to nak?" tanya paman


"Adit cuman mau main aja kog paman. Lagian hari ini kan weekend." jawab Aditya


"Oalah iya nak, bentar paman panggilkan nenek dulu." ucap paman


"Bu, ibu. Sini ada nak Adit datang ke sini." panggil paman


"Siapa To yang datang?" tanya nenek menghampiri

__ADS_1


"Loh ini Adit, anaknya Jamal kan ini?" tanya nenek melihat Aditya


"Iya nek, ini Adit." jawab Aditya menyalami nenek


"Yaampun nak sejak kapan sampai di Jakarta kog nenek ga tahu?" tanya nenek


"Sudah lama nek, mungkin sudah ada satu tahun." jawab Aditya


"Loh kog baru main ke sini to nak?" tanya nenek lagi


"Baru sempat nek." jawab Aditya tersenyum


"Trus kamu tinggal dimana sekarang ini?" tanya nenek lagi


"Di rumahnya Bastian nek, Adit numpang disana." jawab Aditya diselingi tawa


"Iya nek." jawab Aditya


"Oh iya paman, Adit mau nginep disini boleh?" tanya Aditya


"Bolehlah nak Adit. Tapi kami cuman ada tiga kamar, nak Adit tidur dikamar Bastian gapapa kan?" tanya Paman Darto


"Gapapa paman, Adit malah berterima kasih sudah diijinin nginep." jawab Aditya


"Yaudah sini nenek anterin ke kamar Bastian, kamu istirahat dulu. Nenek siapin makan malam dulu." ucap nenek


Setelah mengantar Aditya ke kamar Bastian, nenek Bastianpun meninggalkan Aditya. Sedangkan Aditya yang baru masuk ke dalam kamar Bastian meletakkan tasnya diatas meja dan membaringkan dirinya diatas kasur single bed itu. Aditya memandangi langit-langit, dia mulai memikirkan kembali apa hubungan antara Bastian dan Cantika itu. Aditya langsung bangkit dan mulai menggeledah kamar Bastian.

__ADS_1


Hampir satu jam Aditya mengobrak-abrik kamar Bastian tapi belum juga Aditya menemukan jawaban tentang rasa penasarannya. Tapi saat Aditya membuka laci didalam lemari Bastian, dia menemukan sebuah kotak. Dia mengambilnya dan kembali duduk di atas kasur. Aditya mulai membuka kotak tersebut. Didalam kotak itu terdapat banyak foto dan barang-barang masa lalu Bastian. Saat Aditya melihat foto-foto tersebut Aditya merasa terkejut. Banyak sekali foto Cantika dan Bastian yang begitu mesra. Awalnya Aditya belum percaya akan foto itu, tapi saat dia sedang memandangi foto itu tiba-tiba pintu kamar terbuka.


"Nak Adit, ada apa ini?" tanya nenek Bastian melihat kamar Bastian yang berantakan


"Maaf nek, nanti Adit bereskan." jawab Aditya cepat-cepat menutup kotak dipangkuannya


"Apa itu?" tanya nenek mendekat


"Ohh foto ini. Kamu kenal sama Cantika ya nak Adit?" tanya nenek


"Iya nek." jawab Aditya mengangguk


"Dia mantan pacar Bastian. Dulu Bastian sangat mencintai dia, tapi karena kebodohan nenek yang pura-pura tidak merestuinya akhirnya Cantika menikahi laki-laki lain." ucap nenek memandangi foto Cantika dan Bastian


"Maksud nenek Cantika itu orang yang dicintai Bastian selama ini? Yang belum bisa Bastian lupain." tanya Aditya


"Jadi Bastian masih mencintai Cantika?" tanya nenek kaget


Aditya mengangguk.


"Memang seharusnya yang jadi istrinya Bastian itu Cantika bukan Tania. Cantika menantu idaman, bukan seperti Tania. Jangankan menantu idaman, kasih keturunan buat Bastian aja tidak bisa. Kalau saja Cantika itu masih sendiri, nenek sendiri yang akan mendatanginya dan memintanya untuk menjadi cucu menantu nenek." ucap Nenek


Aditya yang masih syok akan kenyataan yang dia tahu sekarang ini hanya diam tidak menjawab perkataan nenek.


"Yasudah nak, cepat keluar. Makan malam sudah siap, ini diberesin besok aja." ucap nenek meninggalkan Aditya


Aditya masih terdiam mencerna semua perkataan dari nenek Bastian. Dia akhirnya tahu apa hubungan mereka berdua, meskipun dia masih merasa terkejut. Dia sekarang tahu kenapa sikap Tania dingin terhadap Cantika.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2