
Di tempat Bastian, terlihat Bastian yang sedang panik setelah mendapat telepon dari Aditya bahwa Cantika kecelakaan pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Secepatnya dia mengambil jaket dan kunci mobilnya tapi baru saja ingin melangkah keluar rumah istrinya pun terbangun.
"Mau kemana Bas malam-malam kaya gini?" tanyanya sambil mengucek matanya
"Emm aku, aku mau ke rumah sakit Tan." jawab Bastian
"Ngapain? Kamu sakit?" tanya Tania cemas menghampiri Bastian dan langsung menempelkan tangannya pada dahi Bastian
"Gak panas kog." imbuhnya
"Enggak, aku ga sakit." jawab Bastian
"La trus mau ngapain malam-malam kaya gini ke rumah sakit? Mau jenguk orang sakit? Kan jam jenguk kalau jam segini udah abis." tanya Tania heran
Mendengar perkataan Tania, Bastian pun langsung mengangkat lengannya dan melihat jam pada jam tangannya.
"Ahh iya ya." ucap Bastian kecewa
"Siapa yang sakit? Kog buru-buru banget sampai gak lihat-lihat jam berapa." tanyanya lagi
"Temen aku, tadi dapet kabar kalau kecelakaan jadinya aku refleks buru-buru mau kesana." jawab Bastian
"Yaudah yuk lanjut tidur, besok aja aku kesananya." ajak Bastian
"Kamu duluan aja ke kamarnya, aku mau ambil minum." ucap Tania menuju arah dapur
Bastian pun kembali ke kamarnya, dia bersiap-siap lagi untuk tidur. Dia membaringkan diri diatas kasurnya, mencoba untuk memejamkan matanya. Tapi tetap saja pikiran Bastian melayang memikirkan bagaimana keadaan Cantika saat ini. Bastian begitu khawatir saat menerima kabar dari Aditya bahwa Cantika mengalami kecelakaan dan harus dioperasi. Tapi kalaupun dia memaksa untuk datang ke rumah sakit saat ini, dia juga akan merasa tidak enak pada orang tua Cantika yang sedang menungguinya apalagi Tania kalau tahu dia akan menjenguk Cantika pasti akan ditentang mentah-mentah.
Esok harinya, Bastian sedang bersiap-siap untuk berangkat ke kantornya dan Tania sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya. Setelah selesai bersiap-siap Bastian pun menghampiri Tania di meja makan dan memulai sarapannya.
"Bas, nanti kamu jadi jenguk temen kamu?" tanya Tania
"Jadi, kenapa?" tanya Bastian balik
__ADS_1
"Mau aku temenin nggak?" tanyanya lagi
"Nggak usah, nanti bareng temen sekantor aja." jawab Bastian masih melanjutkan sarapannya
"Ohh yaudah." ucap Tania
Setelah jam kerja Bastian selesai dibergegas menuju rumah sakit tempat Cantika dirawat. Dia sudah tidak peduli bahwasanya ada atau tidaknya orangtua Cantika disana. Karena yang dipikirkan Bastian saat ini hanya ingin tahu keadaan wanita yang dicintainya.
Sesampainya di rumah sakit dia langsung menuju ruang rawat inap Cantika. Saat sudah berada didepan pintu dia berhenti sebentar dan menarik nafas terlebih dahulu kemudian mengetuk pintunya. Dirasa sudah dipersilahkan untuk masuk, diapun membuka knock pintu dan langsung masuk. Terlihat keterkejutan orang yang didalam ruangan tersebut saat melihat Bastian masuk.
"Nak Bastian?" panggil mama Salma
"Siang om, tante, kak Retno." sapa Bastian menyalami satu per satu orang yang ada dalam ruangan tersebut
"Yaampun Bas, kakak kangen deh sama kamu." ucap kak Retno yang memang sedang ada disana menengok Cantika
"Istri kamu mana nak?" tanya Salma
"Gak ikut tan, Bastian dari kantor langsung kesini." jawabnya
"Jenguk kamu." jawab Bastian mendekat
"Gimana keadaan kamu?" tanya Bastian yang sudah berada disamping ranjang Cantika
"Yasudah tante, om sama kak retno keluar dulu. Kalian ngobrol aja, kami tinggal ya." ucap Salma meninggalkan mereka berdua
"Gimana keadaanmu Can?" tanyanya lagi
"Baik." jawab Cantika ketus
Bastian tersenyum, dia merasa lega sekarang dia sudah tahu kondisi waniti yang dicintainya itu.
"Maaf aku baru datang sekarang." ucap Bastian
__ADS_1
"Kamu ga datang pun aku gapapa." jawab Cantika masih dengan nada ketusnya
"Aku panik saat dapat kabar kamu kecelakaan tadi malam. Sayangnya aku ga bisa langsung kesini." jelas Bastian
"Sekarang kan udah jenguk, jadi sebaiknya kamu pulang." ucap Cantika ketus
"Kan aku baru sampai, masa udah mau diusir aja." ucap Bastian memelas
"Kamu belum makan siang ya?" tanya Bastian melihat nampan berisi makanan dari rumah sakit
"Gak mood makan." jawab Cantika
"Ya ga boleh gitu, harus tetep makan biar cepat sembuh. Aku suapin ya?" ucap Bastian mengambil nampan yang ada dimeja
"Apaan sih, gak usah." tolak Cantika
"Gak boleh nolak, sini aaa?" ucap Bastian mulai menyuapi Cantika
"Ihh enggak mau Bas!" tolak Cantika
"Yaudah kalau gak mau, aku gak akan pulang." ancam Bastian
"Terserah!" jawab Cantika
"Oke." ucap Bastian "Daripada mubadzir, mending aku makan aja." ucap Bastian menyuapi dirinya sendiri
"Ihh, itu kan makanan aku!" ucap Cantika kesal
"Lah kan tadi bilangnya gak mau. Yaudah aku makan." jawab Bastian
"Bodo!" ucap Cantika kesal memalingkan wajahnya
"Makanya sini aaaa? Kan harus minum obat." ucap Bastian "aaaa??"
__ADS_1
"Aku bisa makan sendiri!" tegas Cantika mengambil makanan yang ada ditangan Bastian dan langsung memakannya tanpa dia ingat bahwa sendok yang dipakai itu adalah bekas Bastian.
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.