
Esoknya Cantika dan Andra berpergian bersama untuk mengurus cabang toko Cantika. Saat mereka berdua berangkat, mama Salma begitu senang meskipun belum ada kejelasan atau jawaban tentang permintaannya, dia sudah merasa bersyukur dengan hubungan mereka. Mama Salma tidak ada hentinya mengembangkan senyumnya, membuat papa Cantika merasa heran.
"Kamu kesambet apa ma?" tanya papa yang baru muncul dari dalam rumah dan duduk disofa ruang tamu dengan membawa koran
"Itu loh pa, Cantika baru aja dijemput Andra." jawab mama yang langsung duduk disamping papa
"Kan udah biasa ma, kenapa kelihatanya seneng banget gitu?" tanya papa masih fokus dengan korannya
"Ihh papa, kan mama kemarin udah bilang mau jodohin mereka. Kalau mereka deket terus kan keinginan mama akan terwujud. Andra itu laki-laki baik pa, pasti dia bisa bahagiain Cantika." jelas mama Salma
"Iyain aja deh ma. Tapi inget jangan maksain kehendak mama sendiri. Kalau nanti mereka memang mau menikah, baru kita dukung." jawab Papa
Saat perbincangan kedua orangtua Cantika itu, tidak sengaja dari luar rumah ada yang mendengar percakapan mereka. Mendengar perjodohan yang dilakukan mama Salma membuatnya merasa cemburu berlebihan. Ya orang itu adalah Aditya, dia meremas tangannya sendiri dengan emosi yang sudah menyulut. Saat dia akan pergi tidak sengaja dia menabrak bangku disampingnya membuat kedua orang tua Cantika beranjak menghampiri arah suara tersebut.
Brukkk
"Nak Adit?" panggil mama Salma
"Tan, om?" sapa Aditya saat melihat kedua orang tua Cantika yang keluar dari dalam rumah
"Nyari Cantika ya nak?" tanya Papa Cantika
"Iya om, Cantikanya ada?" tanya Aditya tersenyum terpaksa menahan emosinya
__ADS_1
"Ohh tadi sudah keluar bareng Andra, katanya mau melihat ruko untuk cabang tokonya." jelas papa Cantika
"Ohh gitu, ya sudah saya pamit ya om, tante." ucap Aditya berpamitan
"Ga masuk dulu nak?" tanya mama Salma
"Enggak tan, nanti aja Adit kesini lagi." ucap Aditya beranjak pergi "Assalamu'alaikum."
"Wallaikumsalam." jawab mama papa Cantika bersamaan.
Setelah pergi dari rumah Cantika, Aditya yang dari tadi menahan emosi didepan orangtua Cantika pun meluapkan marahnya. Dengan keadaan emosi dia berkali-kali mengumpat dan memukuli stir mobilnya.
"Brengsek! ******** si Andra! Bilangnya cuman adik kakakan aja dan mau dukung gue dapetin hati Cantika. Tapi apa? sekarang malah nusuk gue dari belakang. Mau dijodohin? Cuihhh! Keparat si Andra! Bisa-bisanya gue percaya omongan dia, jangan harap bisa ngambil Cantika gitu aja. Ga akan gue biarin!" ucap Aditya marah
Sesampainya didekat area ruko tersebut Aditya menghentikan mobilnya dan memantau Cantika dari jauh. Saat melihat mereka berdua keluar dengan penuh tawa membuat emosi Aditya semakin memuncak. Dilihatnya Andra yang akan menyebrang menghampiri mobilnya yang terparkir diseberang jalan membuat Aditya kalap menginjak pedal gasnya menghampiri Andra. Dengan kecepatan penuh dia mengemudikan mobilnya. Cantika yang sedang menunggu diteras depan ruko melihat sebuah mobil yang sedang melaju dengan cepat. Dia melihat Andra yang sedang berjalan menyebrang, secepatnya dia berlari menghampiri Andra.
"Andra awas!" teriak Cantika mendorong tubuh Andra
Brakkk
Andra yang didorong Cantika jatuh ketepi jalan, sedangkan Cantika jatuh tersungkur jauh didepan mobil dengan darah yang mengalir dari kepalanya. Aditya yang terkejut melihat Cantika yang ditabraknya hanya diam mematung didalam mobil.
"Cantika?" teriak Andra menghampiri tubuh Cantika yang terbaring lemah
__ADS_1
Secepatnya Andra meletakkan kepala Cantika dalam pangkuannya.
"Can, sadar! Buka matamu Can!" panggil Andra
Cantika membuka matanya perlahan, dia melihat Andra yang telah dia selamatkan, dia tersenyum dan kemudian pingsan.
"Cantika!" teriak Andra
Aditya yang mendengar teriakan Andra pun tersadar dari lamunanya, dia beranjak turun dari mobilnya. Dia berjalan gontai menghampiri tubuh Cantika yang tergeletak didepan mobilnya. Saat dia berada didepan mobilnya dia menjatuhkan tubuhnya diatas jalan.
"Cantika?" panggilnya lirih yang masih didengar oleh Andra.
Andra menoleh kearah suara tersebut, betapa terkejutnya dia melihat Aditya yang sedang duduk lemas didepan mobilnya.
"Aditya!" panggilnya marah
Secepatnya dia meletakkan kepala Cantika pelan, dan langsung menghampiri Aditya. Dan
Bukk!
Satu pukulan mendarat dipipi Aditya, membuat pangkal bibirnya berdarah.
"Brengsek kamu!" teriak Andra
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.