BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
22


__ADS_3

Setelah kejadian itu mereka saling diam, sama sekali tidak menanyakan apapun tentang kejadian tersebut. Tania juga bersikap seperti tidak ada kejadian apapun, padahal Tania juga mendengarkan semua perbincangan mereka.


"Bas, minggu depan nanti aku cuti lagi. Kamu mau nemenin aku jalan-jalan ga?" tanya Tania


"Kemana?" tanya Bastian heran


"Ke pantai. Pengen ngerasain sejuknya angin pantai." jawab Tania sambil memandang langit-langit


"Iya sayang, aku temenin." ucap Bastian tersenyum.


Bastian tau bahwa perasaan Tania sekarang sangat sedih. Bastian tau bahwa Tania mendengarkan semua yang dibilang keluarganya. Bastian tidak menanyakan atau mengungkit kejadian tersebut, dia tidak ingin melukai perasaan Tania lagi.


Bastian merasa lega melihat Tania yang bisa tegar menghadapi kejadian ini. Bastian merasa bangga melihat istrinya itu. Bastian berusaha untuk membuat istrinya bahagia dengan menuruti kemauannya.


Hari-hari mereka lewati seperti biasa, meski sikap Tania lebih banyak diam. Tapi mereka masih menikmati keharmonisan rumah tangganya.


Minggupun tiba, mereka sudah berangkat menuju pantai bersama. Tania merasa senang selama perjalanan Bastian menggenggam tangannya. Mereka saling melemparkan senyum masing-masing. Memang sudah lama mereka tidak pergi berduaan. Dan akhirnya sekarang bisa terwujud.


Sesampainya dipantai, Tania langsung berlari menuju bibir pantai. Tania seperti anak kecil yang sedang pergi berlibur. Sangat antusias, dia berlarian kesana kemari seperti anak kecil. Memang Bastian memilih pantai yang sepi, karena Bastian tahu Tania ingin menenangkan diri.

__ADS_1


"Ahh segarnya." seru Tania. Bastian melihat tingkah Tania hanya bisa tersenyum.


"Sini Bas!" ajak Tania melambai ke arah Bastian


"Iya." sahut Bastian tersenyum menghampiri Tania


Mereka bermain bersama, berlarian kejar-kejaran dan sesekali saling mencipratkan air ke wajah mereka berlawanan. Tertawa bersama seperti dunia ini milik mereka berdua.


"Ahh aku capek." ucap Tania ngos-ngosan.


"Sama aku juga." balas Bastian yang juga ngos-ngosan.


"Kita duduk dulu disini Bas." ajak Tania


Mereka duduk berdua di pasir bibir pantai. Tania menyandarkan kepalanya dibahu Bastian. Bastian juga membalas mengelus rambut Tania dengan lembut.


"Bas?" panggil Tania


"Iya sayang?" jawab Bastian

__ADS_1


"Kamu bahagia nikah sama aku?" tanya Tania


"Kog kamu nanya gitu? Ya bahagialah. Apalagi kalau kita sering-sering berduaan seperti ini." jawab Bastian, Tania tersenyum.


"Aku juga bahagia." ucap Tania


"Bas, kamu beneran bahagia? Selamanya aku gabisa kasih kamu keturunan. Apa kamu bener-bener bisa bahagia sama aku?" tanya Tania mulai menangis


"Sayang? Selama kamu disampingku, aku akan selalu bahagia meskipun kita hanya akan berdua selamanya." jawab Bastian menenangkan


"Kamu yakin? Kamu ga akan ninggalin aku kan? Kamu ga akan nikah lagi kan?" tanya Tania menangis tersedu-sedu


"Sayang percaya sama aku ya? Aku akan selalu setia sama kamu." ucap Bastian mengusap air mata Tania


"Aku percaya. Makasih Bas." jawab Tania memeluk Bastian


Setelah hari itu keluarga mereka semakin bahagia. Tania memilih berhenti dari pekerjaannya untuk menjadi istri yang baik untuk Bastian. Tania berusaha berubah lebih baik untuk Bastian.


Begitupun keharmonisan keluarga Cantika, mereka masih saja mesra. Saat umur Fira menginjak 5 tahun, mereka memutuskan berlibur ke bali. Sekalian honeymoon katanya, karena memang mereka belum pergi honeymoon sama sekali setelah menikah.

__ADS_1


Di Bali mereka menghabiskan waktunya bersama. Meskipun ditengah-tengah mereka ada Fira anaknya, mereka selalu menyempatkan diri untuk bermesraan. Setiap kali Fira sudah terlelap dalam tidurnya saat malam, dua insan itu melaksanakan ibadahnya agar bisa memberi adik untuk Fira.


*Jangan lupa like dan komennya para readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2