BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
35


__ADS_3

Malamnya Cantika kerja di kafe seperti biasa. Tapi Aditya yang biasanya datang sebelum Cantika manggung, malam ini tidak. Sampai lagu terakhir yang Cantika akan nyanyikan, Aditya juga belum datang. Tapi tanpa Cantika sadari bahwa ada Bastian di kafe itu yang memperhatikannya.


"Oke, lagu terakhir dari saya untuk malam ini. Selamat malam dan semoga kalian menikmati." sapa Cantika


{ *Tak akoni aku iki memang salah


(Ku akui aku ini memang salah)


Tresno kowe, sing wes wek'e dek'e


(Cinta kamu, yang sudah dimiliki dia)


Yen tak pendem aku ora iso


(Kalau ku pendam aku tidak bisa)


Yen roso ki tak omongno


(Kalau rasa ini ku katakan)


Aku iso tambah doso


(Aku bisa tambah dosa)


Mungkin iki kabeh uwis garise


(Mungkin ini semua sudah garisnya)


Aku kudu iso ngikhlaske


(Aku harus bisa mengikhlaskan)


Opo pancen iki wis nasibku


(Apa memang ini sudah nasibku)


Kudu iso nglalekke kowe


(Harus bisa melupakanmu)


Mending rasah diterosne

__ADS_1


(Jadi tidak usah diteruskan)


Mungkin iki wis takdire, aku karo kowe


(Mungkin ini sudah takdirnya, aku dan kamu)


Sakmene wae, ora perlu diterosne


(Segini saja, tidak perlu diteruskan)


Aku milih pisahan dudu mergo uwis ra sayang


(Aku milih berpisah bukan karena sudah tidak sayang)


Nanging mergo aku ngerteni, yen aku salah


(Tapi karena aku mengerti, kalau aku salah)


Mergo aku tresno kowe


(Karena aku cinta kamu*) }


Di tengah-tengah lagu, akhirnya Aditya datang. Aditya melihat Bastian di kafe, dan langsung menghampirinya.


"Hei Bas! Ngapain disini?" sapa Aditya menepuk bahu Bastian


"Ehh lo, gue lagi nyantai aja." jawab Bastian


"Udah lama?" tanya Aditya


"Lumayan." jawab Bastian


"Cantika nyanyi lagu galau lagi ya?" ucap Aditya yang kemudian duduk disamping Bastian.


Bastian hanya diam meminum minumannya. Setelah lagu Cantika habis, Bastian langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Lo mau kemana?" tanya Aditya melihat Bastian yang sudah siap pergi.


"Pulang." jawab Bastian singkat.


"Ga nyapa Cantika dulu? Kan katanya lo teman lama sama dia." tanya Aditya

__ADS_1


"Enggak. Yaudah gue duluan." kata Bastian langsung pergi.


Setelah Cantika selesai dengan lagu terakhirnya, dia langsung bersiap untuk pulang. Saat sampai di depan kafe dia melihat Aditya yang sedang menunggunya.


"Tuan sedang apa disini?" sindir Cantika


"Sedang menunggumu nona." jawab Aditya tersenyum.


"Masih ingat dengan saya ternyata ya tuan?" sindir Cantika lagi


"Iya iya can aku minta maaf, aku tadi telat datang. Banyak lemburan di kantor." jelas Aditya


"Iya deh aku maafin." jawab Cantika


"Udah yuk pulang." ajak Cantika


"Yuk." merekapun berjalan menuju mobil Aditya.


"Ehh Can, tadi Bastian ada disini loh." ucap Aditya


"Ahh masa?" tanya Cantika sedikit terkejut


"Iya, kayanya lagi ada masalah tuh orang. Tapi pas kamu selesai nyanyi dia langsung pulang, padahal mau aku ajak ngobrol lebih lama." jawab Aditya sambil membuka mobilnya.


Cantika tidak menjawab ucapan Aditya.


"Gimana udah dapet ide untuk usahanya? Tanya Aditya sambil mengemudikan mobilnya


"Udah dong. Mau bikin camilan sendiri buat dijual, tapi sekarang mau belajar dulu." jawab Cantika antusias


"Baguslah, aku akan selalu dukung kamu Can." ucap Aditya


"Thanks ya Dit." jawab Cantika


Setelah hari itu Bastian semakin sering datang ke kafe tempat Cantika bekerja. Bastian datang sebelum Cantika menyanyikan lagu pertamanya dan pulang saat lagu terakhir Cantika selesai dinyanyikan. Cantika tahu kedatangan Bastian, tapi Cantika tidak pernah menghiraukannya. Meskipun hati Cantika sangat merindukan Bastian, tapi Cantika hanya bisa memendamnya. Ingin rasanya datang menghampiri Bastian dan memeluknya, tapi rasa itu selalu ditahan Cantika setiap hari.


Begitupun Bastian, dia begitu merindukan Cantika. Meskipun hanya bisa memandanginya dari kejauhan itu sudah membuat Bastian bersyukur. Bastian mengerti statusnya sekarang tidak bisa jika harus memperjuangkan Cantika. Dia hanya bisa menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa kembali bersama.


Aditya yang melihat Bastian setiap hari datang ke kafe tempat Cantika pun merasa heran. Karena memang sikap Bastian begitu mencurigakan. Setiap kali ditanya oleh Aditya, Bastian tidak pernah menjawab. Bahkan Bastian sudah tidak lagi curhat-curhatan dengan Aditya.


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2