BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
6


__ADS_3

Setahun berlalu, hubungan mereka masih baik-baik saja sampai pada akhirnya Danish kembali. Tiba-tiba saja Danish yang sudah lama tidak berkabar dengan Cantikapun menghubungi Cantika.


[ Hei Can? ] Danish


[ Hei Dan? ] Cantika


[ Gimana kabarmu? ] Danish


[ Baik Dan, kamu? ] Cantika


[ Aku juga baik ] Danish


Dan seterusnya mereka saling menanyakan kegiatan dan pekerjaan masing-masing.


Setelah beberapa hari chatting dengan Danish, Cantika makin senang. Selama ini Cantika kurang perhatian dari Bastian karena Bastian terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan Cantika sekarang mulai berani curhat masalahnya dengan Bastian kepada Danish. Semua Cantika ceritakan pada Danish, dari mulai dia kehilangan kesuciannya, tentang tekanan Bastian padanya, dan kejenuhannya pada Bastian. Cantika yang membutuhkan kasih sayang itupun mulai tergoda untuk mendua apalagi Danish masih menyimpan perasaannya pada Cantika.


Cantika merasa Danish berbeda dari Bastian yanh hanya mengincar tubuhnya, apalagi janji-janji yang dilontarkan Danish membuat Cantika makin yakin. Sikap lembut Danish yang tidak didapatkan dari Bastian membuat Cantika luluh. Akhirnya Cantika dengan berani memutuskan Bastian demi Danish.


"Bas, aku ingin putus." Ucap Cantika


"Kenapa? Ada apa sayang?" tanya Bastian bingung karena dia rasa selama ini hubungan mereka baik-baik saja.


"Bukannya keluargamu tidak menyukaiku? Aku sudah berusaha tapi mereka tetap tidak menyukaiku. Aku lelah Bas." jelas Cantika


"Kita berjuang bersama Can, aku janji akan menyakinkan nenekku agar menyukaimu jadi ku mohon kita jangan putus." pinta Bastian.


"Aku menyukai Danish Bas." jujur Cantika


"Jadi kamu memutuskan ku hanya karena Danish?" bentak Bastian


"Iya! Karena aku capek denganmu! Bahkan sampai sekarang kamu tidak memiliki niat untuk melamarku! Apa aku kurang mengalah untukmu? Aku hanya ingin kebebasan darimu Bas! Bahkan nenekmu terang-terangan bilang tidak menyukaiku jadi aku harus bagaimana? Aku benar-benar lelah Bas!" ucap Cantika menangis, Bastian hanya diam merenungi perbuatannya selama ini.


"Akupun ragu bahwa kamu benar-benar mencintaiku Bas, kamu datang hanya untuk meminta tubuhku tapi saat aku membutuhkanmu kamu ga ada! Padahal aku selalu ada untukmu saat senang dan dukamu. Kamu mengekangku bagai hewan peliharaanmu, kamu hanya jadikan aku budak seksmu Bas! Aku lelah! Aku mohon lepaskan aku!" imbuh Cantika

__ADS_1


Bastian menangis menutup wajahnya dengan kedua tangannya, Cantika yang melihat itupun pergi meninggalkan Bastian sendiri.


Sesampainya dirumah Cantika melihat HPnya, ada tiga pesan masuk dari Bastian.


[ Maafkan aku ]


[ Aku mohon jangan pergi! ]


[ Aku bisa mati tanpamu Cantika! ]


Cantika yang membacanya menangis sejadinya. Perasaan cinta Cantika pada Bastian memang belum pudar sama sekali. Cantika hanya jenuh dengan hubungannya. Cantika tergoda dengan janji manis Danish. Cantika terlalu percaya bahwa Danish itu berbeda dari Bastian.


Cantika memutuskan untuk melanjutkan hubungannya dengan Danish. Danish begitu lihai dengan kata-kata manisnya membuat Cantika kesemsem dengan Danish. Bahkan sementara Cantika melupakan Bastian.


Danish memang bekerja di luar kota, tapi setelah mendengar dari Cantika bahwa dia dan Bastian sudah benar-benar putus Danish memutuskan untuk pulang ke kotanya menemui Cantika. Pertama kali bertemu mereka saling malu-malu, apalagi Cantika dia begitu malu untuk memandang Danish. Mereka memang sudah lama sekali tidak bertemu, apalagi hubungan mereka yang sempat memburuk di masa lalu.


Tapi sayang apa yang di yakini Cantika itu berbeda, Danish lelaki normal melihat tubuh Cantika membuat Danish gelap mata apalagi mengingat bahwa Cantika yang sudah tidak perawan dan sering bersetubuh dengan Bastian membuat Danish ingin melakukannya. Danish berusaha membujuk Cantika dengan sejuta rayunya dan akhirnya Cantika setuju.


Sekali mereka melakukannya, tapi sayang karena Danish sudah merasakannya itu membuat Danish ketagihan. Yang awalnya berjanji akan melakukannya sekali menjadi berkali-kali. Setiap kali bertemu Danish meminta jatahnya, itu mengingatkan Cantika dengan Bastian. Memang Danish berbeda dia bersikap lembut dengan Cantika bahkan tidak mengekang Cantika, tapi Cantika juga merasa Danish hanya menginginkan tubunya saja.


Saat itu Danish datang membawa sebuah boneka untuk Cantika dan seperti biasa meminta jatahnya pada Cantika, tapi saat sudah selesai Cantika merasa kurang puas. Memang selama ini Danish hanya mementingkan kepuasannya saja, tapi Cantika mengerti dan tidak meminta lebih. Tapi entah kenapa hari ini Cantika menginginkan lagi, Cantika merasa bingung dan tidak mungkin dia meminta lagi pada Danish karena Danish sudah berangkat kerja. Dia memutar bola matanya dan melihat HPnya, langsung dia ambil HP yang ada di meja itu dan kemudian mengirim pesan pada Bastian.


[ Bas? Bisa datang ke rumahku? ] Cantika


[ Ada apa Can? ] Bastian


[ Aku membutuhkanmu ] Cantika


[ Oke aku otw ya? ] Bastian


Setelah beberapa menit Bastian tiba, Cantika berlari menghampiri Bastian. Dia menarik Bastian menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Cantika langsung mencium bibir Bastian. Bastian yang tidak mengerti ada apa dengan Cantika bingung. Saat Bastian ingin menjauhkan wajahnya dari Cantika, Cantika menggenggam wajah Bastian dia ******* bibir Bastian. Setelah dia rasa kehabisan nafas dia akhiri ciuman itu.


"Bas! Ku mohon puaskan aku!" pinta Cantika

__ADS_1


Bastian tanpa menjawab langsung membaringkan Cantika di kasurnya dan kemudian menindihnya. Dan terjadilah pergulatan tersebut.


Setelah selesai dengan kegiatan mereka Bastian berbaring disamping Cantika dengan satu tangannya menjadi bantalan Cantika. Sambil memandangi langit-langit Bastian memulai percakapan.


"Apa kamu juga melakukannya bersama Danish?" tanya Bastian


"Iya" jawab Cantika singkat.


Mendengar jawaban Cantika Bastian terdiam begitupun dengan Cantika. Lumayan lama keheningan itu terjadi, tiba-tiba Cantika memeluk Bastian dan menangis sesegukan.


"Maafkan aku Bas. Aku salah. Aku kira Danish berbeda denganmu, aku kira Danish akan menjagaku tapi ternyata dia juga menginginkan tubuhku." ucap Cantika menangis


"Yang sudah terjadi biarlah terjadi Can, aku harap kamu tidak akan melakukannya lagi." ucap Bastian.


Iya setelah kehilangan Cantika Bastian banyak berubah. Dia makin baik dan tidak berbuat kasar lagi.


"Maukah kamu kembali padaku lagi Can?" tanya Bastian.


"Bas? Kamu yakin?" tanya Cantika mendongakan wajahnya


"Iya aku yakin." yakin Bastian


"Tapi aku masih bersama Danish Bas. Aku belum siap untuk memutuskannya." jelas Cantika


"Baiklah, setidaknya kalau kamu membutuhkanku hubungi aku Can. Aku akan selalu ada untukmu." pinta Bastian


"Iya Bas." jawab Cantika mengangguk.


Setelah kejadian itu Cantika menyesal telah mengkhianati Danish dibelakangnya. Cantika seperti orang gila, mengacak-acak rambutnya dan memarahi dirinya sendiri. Cantika mengambil HPnya dan langsung mengirim pesan.


[ Maaf, lupakan kejadian tadi. Aku khilaf. Anggap saja tidak terjadi apa-apa. ] kirim Cantika pada Bastian


Bastian yang membaca pesan itu pun menghela nafas. Dia yakin Cantika masih mencintainya, dia bertekad untuk mendapatkan Cantika kembali.

__ADS_1


[ Baiklah akan aku lupakan, tapi biarkan aku menghubungimu seperti biasanya Cantika. ] Balas Bastian.


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutannya.


__ADS_2