BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
48


__ADS_3

Setelah Tania dipindahkan ke kamar inapnya, Bastian yang duduk disamping ranjang rumah sakit itu menatap Tania dengan tajam.


"Kenapa kamu merahasiakan penyakitmu ini dariku?" tanya Bastian


"Aku tidak ingin membuatmu mengkhawatirkanku, selama ini aku juga merasa baik-baik saja jadi tidak perlu ada yang aku ceritakan padamu." jawab Tania


"Apa kamu masih menganggapku suamimu? Kenapa begitu banyak yang kamu rahasiakan dariku?" tanya Bastian


"Maafkan aku Bas." jawab Tania sedih


"Sebaiknya sekarang kamu fokus dengan pengobatanmu, aku akan pulang dulu mengambil baju ganti untukmu." ucap Bastian


"Kamu tidak akan meninggalkanku kan Bas?" tanya Tania khawatir


"Tidak akan, aku akan kembali lagi setelah mengambil beberapa barang yang kamu butuhkan selama disini. Kamu beristirahatlah dulu." ucap Bastian tersenyum


"Iya Bas. Hati-hati." jawab Tania


Seminggu sudah Tania dirawat di rumah sakit. Setelah melakukan cuci darah Tania merasa dirinya sudah lebih baik dan menginginkan untuk pulang.


"Bas, aku ingin pulang. Bosan disini terus." Ucap Tania


"Iya nanti aku tanya ke dokter dulu ya." jawab Bastian yang sedang mengupaskan jeruk untuk Tania

__ADS_1


"Sekarang aja nanya ke dokternya, biar aku cepet pulang." rengek Tania


"Iya iya, ini kamu habiskan dulu jeruknya. Aku ke ruangan dokter dulu." jawab Bastian memberikan jeruk yang sudah dikupasnya


"Oke, cepetan gih." ucap Tania menerima jeruk dan langsung memakannya.


"Yaudah aku tinggal dulu ya?" pamit Bastian meninggalkan Tania


Tania yang sedang memakan jeruk itu hanya mengangguk membalas perkataan Bastian.


Bastian berjalan menuju ruang dokter, menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Karena memang ruang dokter dan kamar inap Tania itu cukup jauh. Saat sampai di depan ruang dokter Bastian menunggu diruang tunggu, karena masih ada pasien didalamnya.


Beberapa menit menunggu akhirnya pasien itupun keluar, Bastian langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Masuk." sahut dokter


"Permisi dok." ucap Bastian


"Oh pak Bastian, silahkan duduk." ucap Dokter mempersilahkan


"Ahh iya dok, maaf kalau saya datang mengganggu." ucap Bastian yang langsung duduk


"Tidak pak, tidak mengganggu. Kalau boleh tahu ada apa ya?" tanya dokter

__ADS_1


"Begini dok, istri saya merasa kalau kondisinya sekarang sudah cukup sehat dan dia juga minta saya untuk menanyakan ke dokter apakah hari ini dia diperbolehkan untuk pulang?" jelas Bastian


"Boleh pak, istri bapak boleh pulang hari ini." jawab dokter


"Makasih dok." ucap Bastian tersenyum


"Tapi sebelumnya saya mau menyampaikan ke bapak tentang kondisi ginjal bu Tania yang sebenarnya. Kemarin saya bilang bahwa bu Tania sekarang hanya mengandalkan ginjal kanannya saja, tapi ternyata kondisi ginjal kanan bu Tania juga tidak cukup baik. Mungkin sekarang bu Tania merasa bahwa dirinya baik-baik saja, tapi bisa jadi kondisi bu Tania tiba-tiba drop. Jadi sebaiknya sebelum kondisi ginjal bu Tania benar-benar memburuk pak Bastian segera mencari pendonor ginjal untuk bu Tania. Karena satu-satunya jalan menyelamatkan hidup bu Tania ya melakukan transplantasi ginjal." jelas dokter


"Sudah begitu burukkah kondisinya dok?" tanya Bastian khawatir


"Belum pak, tapi bisa saja besok ataupun kapan kondisi ginjal bu Tania memburuk." jawab dokter


"Kira-kira ginjal Tania bisa bertahan berapa lama dok? Agar saya bisa secepatnya mencarikan donor ginjal untuknya." tanya Bastian


"Mungkin 2-3 bulan pak. Tapi secepatnya lebih baik ya pak, karena saya juga tidak bisa memastikan bahwa kondisi ginjal bu Tania bisa bertahan sampai 2/3 bulan kedepan. Jadi sebaiknya sebelum mendapatkan pendonor, bu Tania harus rutin melakukan cuci darah setiap seminggu sekali." jawab dokter


"Baiklah dok, secepatnya saya akan mencari pendonor untuk ginjal Tania. Tapi sebelum itu lebih baik saya lakukan pencocokan ginjal Tania terhadap ginjal saya sendiri dok. Siapa tahu ginjal saya cocok, jadi tidak perlu mencari-cari lagi." ucap Bastian


"Baiklah pak, mari kita lakukan pemeriksaan sebelum bu Tania dipulangkan." jawab dokter


"Baik dok." ucap Bastian


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2