
"Ga peduli. Aku takut kamu ninggalin aku karena dia." ucap Tania cemberut
"Tapi jangan minta aku ngejauhin kak Retno. Aku gabisa." jawab Bastian sebal.
"Iya udah, pokok kamu jangan sampai ketemu Cantika lagi." pinta Tania
"Iya iya terserah kamu." jawab Bastian.
Disisi lain Cantika tidak mendapat masalah apapun karena Danish begitu tidak perduli dengan Cantika. Sebenarnya Cantika juga ingin merasakan rasanya dicemburui. Tapi ternyata Danish tidak perduli, bahkan tidak menghiraukan nyanyian Cantika.
Berbulan-bulan berlalu, akhirnya kabar Bastian dan Tania akan menikah pun terdengar. Undanganpun sudah tersebar, Cantika yang menerima salah satu undangan tersebut hanya memandangi undangan itu dengan sejuta kesedihan.
"Apa ini yang kamu rasakan dulu Bastian?" tanya Cantika dalam hati.
Tiba-tiba air mata jatuh dipipi Cantika, tidak ada niat untuk menyeka. Air mata tersebut dibiarkan membasahi pipinya begitu saja. Semakin mendalam rasa sakitnya semakin deras pula air matanya. Tiba-tiba pintu kamar Cantika terbuka, secepatnya dia menghapus air matanya. Ternyata Danish yang membuka, tatapan Danish yang keheranan melihat Cantika yang sedang menangis mendekati Cantika.
"Ada apa? Kenapa kamu menangis?" tanya Danish memegang bahu Cantika
"Enggak, gapapa. Kamu baru pulang?" tanya Cantika balik
__ADS_1
"Iya baru sampai. Jujur sama aku ada apa?" tanya Danish memegang tangan Cantika, sekilas Danish melihat ada undangan dibawah paha Cantika dan kemudian ia raih.
"Apa ini?" tanya Danish lagi
"Ahh itu undangan pernikahan Tania." jawab Cantika berusaha tenang.
"Jadi kamu menangis karena ini?" tanya Danish menekankan
"Kamu sedih karena sahabatmu menikah dengan mantan kekasihmu yang sudah merenggut kesucianmu itu?" tanya Danish kesal. Cantika hanya terdiam, dia enggan menanggapi pertanyaan itu. Selain itu Cantika juga bingung menjawab seperti apa.
"Aku tau sekarang! Selama ini kamu masih mencintainya bukan?" tanya Danish marah. Cantika masih terdiam.
Cantika mulai menangis lagi, dia menangis lebih keras bahkan sampai tersedu-sedu. Sekarang dia butuh seseorang yang bisa menenangkannya, tapi suaminya malah membuat Cantika semakin terluka.
Danish yang selama ini sudah mengacuhkannya semakin marah karena tau bahwa istrinya masih memendam perasaan untuk lelaki lain. Danish begitu marah, rasanya dia ingin sekali menonjok wajah Bastian. Tapi apa boleh buat, Danish tidak mungkin menonjoknya karena Bastian tidak tau apa-apa.
Saat pernikahan Bastian dan Tania, Cantika datang hanya bersama Fira, kak Retno dan suami serta keduaorangtuanya. Danish enggan datang karena muak melihat wajah Bastian, orang yang masih dicintai istrinya. Cantika disana berusaha untuk tegar memberikan ucapan selamat pada kedua pengatin. Meskipun rasanya Cantika ingin sekali lari memeluk Bastian tapi Cantika hanya bisa menahannya. Cantika hanya ingin Bastian bahagia dengan pilihannya.
Satu tahun berlalu, sikap acuh Danish semakin menjadi-jadi. Bahkan akhir-akhir ini Danish jarang pulang, Cantika semakin resah dengan kelakuan Danish. Setiap pulang Danish selalu saja mengajak bertengkar Cantika mau masalah sepelepun pasti bertengkar. Cantika semakin tidak tahan dengan sikap Danish, selama ini dia sudah bersabar tapi kesabaran itu sudah diujung batas.
__ADS_1
Meskipun begitu Cantika masih berusaha mengerti Danish. Dia tau bahwa kesalahan ada pada dirinya. Danish bersikap seperti itu karena perasaannya pada Bastian yang belum hilang. Cantika berusaha memperbaiki hubungannya dengan Danish. Sebisa mungkin Cantika lakukan, Cantika berusaha lebih perhatian lagi ada Danish. Bahkan Cantika berusaha merayu Danish diranjang. Saat itu Cantika sudah mulai putus asa, dia merencanakan dinner romantis bersama Danish. Hanya berdua, Cantika menyewa kamar hotel untuknya dan Danish. Dia menghias kamar itu sebaik mungkin. Menurutnya ini usaha terakhirnya, jika sampai Danish tidak juga menerimanya lagi terpaksa Cantika memilih untuk bercerai.
Lama Cantika menunggu akhirnya Danish datang.
"Hai sayang, masuklah." ucap Cantika menggandeng Danish.
Danish yang melihat hiasan kamar itupun terkejut kagum. Memang selama ini mereka tidak pernah merasakan bulan madu jadi wajar saja jika Danish merasa kagum.
"Ini kamu yang nyiapin?" tanya Danish
"Iya sayang, untuk kamu." jawab Cantika merangkul lengan Danish
"Yuk duduk, mari kita makan." ajak Cantika.
Danish hanya mengikuti Cantika menuju meja yang sudah disiapkan. Merekapun memulai dinner romantisnya. Setelah menghabiskan makanannya Cantika mulai mengajak bicara Danish.
"Danish, maafkan aku. Maafkan hatiku yang mengkhianatimu. Aku ingin kita berbaikan, aku ingin hubungan kita kembali harmonis seperti awal kita menikah. Aku janji akan melupakan dia untukmu. Jadi ku mohon beri aku kesempatan." mohon Cantika
"Iya sayang, aku juga minta maaf sudah mengacuhkanmu. Maafkan aku yang marah padamu. Aku seharusnya mengerti kamu, mari kita mulai dari awal lagi ya." jawab Danish
__ADS_1
*Jangan lupa like dan komennya para readers. Klik favorite untuk baca kelanjutannya.