BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
37


__ADS_3

Dua hari kemudian, Aditya sudah kembali ke rumah Bastian. Dia bersikap seperti biasa, dia datang ke kafe Cantika malam harinya. Melihat Bastian yang sedang memandangi Cantika membuat Aditya cemburu. Dia menghampiri Bastian dan duduk disampingnya.


"Hei Bas?" sapa Aditya


"Hei Dit." jawab Bastian


"Lama ya kita udah ga ngobrol? Padahal tinggal serumah." ucap Aditya


"Lo nya aja yang sibuk." jawab Bastian


"Masa sih? Iya nih gue lagi sibuk PDKT sama Cantika." ucap Aditya tersenyum


Bastian hanya diam, wajahnya tampak kesal mendengar ucapan Aditya.


"Kayaknya gue mau nembak Cantika deh Bas, udah lama juga gue mendam perasaan gue. Gimana menurut lo Bas?" tanya Aditya


"Lo yakin? Kalo ditolak gimana coba? Lo pasti ga bisa deket sama dia lagi kan." jawab Bastian masih dengan wajah kesal


"Gue ga akan nyerah, mau ditolak sekali, dua kali bahkan puluhan kali gue ga akan nyerah. Gue udah beneran jatuh hati sama Cantika, mungkin cinta mati." ucap Aditya

__ADS_1


"Terserah lo Dit." jawab Bastian ketus


"Dua bulan lagi ulang tahunnya, gue mau nembak dia pas hari itu. Lo bantu gue ya?." ucap Aditya


Bastian tidak bisa menjawab apa-apa. Dia benar-benar merasa kesal. Dia mengepalkan tangannya dibawah meja, rasanya ingin sekali memukul Aditya dan bilang bahwa Cantika itu miliknya tapi apa daya Bastian yang sekarang bukanlah siapa-siapa Cantika dan hanya sebatas masa lalu Cantika saja.


Setiap hari Cantika menyibukkan diri didapur dengan alat-alatnya untuk membuat makaroni. Sesekali diselingi bermain dengan Fira anaknya. Cantika tidak begitu menghiraukan kekacauan dihatinya. Sekarang Cantika lebih mementingkan anak semata wayangnya. Dia tidak ingin memikirkan kisah cintanya terlebih dahulu. Memang perasaan Cantika terhadap Bastian tidak pernah berubah tapi Cantika yakin jika memang dirinya berjodoh dengan Bastian pasti akan ada jalannya mereka bersama.


Satu bulan berlalu, Cantika sudah benar-benar yakin akan makaroni dan camilan lain buatannya. Cantika memutuskan resign dari tempat kerjanya. Cantika ingin fokus dengan usaha kecilnya. Cantika dengan temani mamanya menjalankan usaha kecil itu, mereka berdualah yang membuat camilan itu sendiri. Cantika mulai memasarkan beberapa camilan buatannya yang dinamakan "Camiland Kita" secara online. Aditya juga membantunya memposting diberbagai sosmednya. Dan syukurlah banyak pembeli berdatangan, tanggapan dari konsumen juga baik-baik.


Bastian yang diam-diam memperhatikan Cantika juga ikut membantu mengenalkan makanan ringan itu pada teman sekantornya. Diam-diam Bastian memesan 50pcs "Camiland Kita" dengan nama samaran agar tidak diketahui Cantika. Dan makanan ringan itu Bastian bagikan pada teman sekantornya.


"Can, besok ada acara?" tanya Aditya


"Ga ada sih, emangnya kenapa?" tanya Cantika


"Ikut aku yuk? Dapet undangan pesta nih tapi ga ada pasangannya." jawab Aditya


"Ohh oke." jawab Cantika mengangguk

__ADS_1


Sebenarnya Aditya tidak berbohong, memang dia mendapat undangan pesta. Tapi undangan itu undangan pesta ulang tahun Cantika yang dia buat sendiri. Memang benar besok adalah hari ulang tahun Cantika, tapi Cantika tidak menyadarinya karena terlalu sibuk dengan usahanya. Aditya sudah merencanakan kejutan buat Cantika, dia bekerja sama oleh orangtua Cantika pastinya.


Esok harinya Cantika sudah bersiap dengan gaunnya yang berwarna peach, tidak lupa rambut Cantika yang pendek itu ia kuncir sedikit dan menyisakan dibawahnya. Dengan polesan wajah yang begitu natural Cantika menghampiri Aditya yang sudah menunggu didepan rumah.


"Yuk berangkat." ajak Cantika


"Ahh yuk." jawab Aditya gelegapan karena melihat sedang melihat bidadari.


"Om sama tante dimana? Mau minta ijin minjem anaknya dulu nih." tanya Aditya pura-pura


"Ga tahu, tadi udah pergi duluan sama Fira juga. Lagian aku juga sudah bilang kog ke mereka kalau mau keluar sama kamu." jawab Cantika tanpa curiga


"Ohh gitu, yaudah let's go." ucap Aditya menggandeng tangan Cantika


"Ini cewek apa ga lihat kalender ya? Kog ga curiga sama sekali sih." gumam Aditya dalam hati sambil tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya


Satu jam perjalanan membuat Cantika mengantuk, dan akhirnya dia tertidur. Sebenarnya tempat kejutan buat Cantika tidak jauh hanya saja Aditya sengaja berputar-putar dulu sambil menunggu persiapan pesta kejutannya selesai.


Aditya membooking kafe tempat Cantika kerja dulu, karena menurut Aditya tempat itu bersejarah untuknya. Pertama dia bertemu Cantika di kafe tersebut. Selain untuk merayakan ulang tahun Cantika, Aditya juga ingin mengutarakan isi hatinya untuk Cantika. Jadi tempat ini yang paling cocok bagi Aditya. Disana sudah berkumpul orang tua Cantika dan Fira, kak Retno beserta suami dan anaknya, Bastian dan Tania, dan semua karyawan kafe dan managernya. Karena Cantika tidak mempunyai teman jadi Aditya tidak mengundang siapapun kecuali Andra. Aditya mengenal Andra karena Cantika memang sangat dekat dengan Andra. Tapi sayangnya malam ini Andra tidak bisa datang karena urusan bisnis.

__ADS_1


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik favorite untuk baca kelanjutan ceritanya.


__ADS_2