BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM

BIARKAN AKU MENCINTAIMU DALAM DIAM
17


__ADS_3

Setelah malam tiba, Cantika menidurkan Fira dikasurnya. Setelah menidurkan Fira, Cantika menemui Danish yang duduk di sofa ruang nonton TV.


"Yah." panggil Cantika


"Ada apa nda?" tanya Danish sedang membaca koran


"Bunda pengen cerita." jawab Cantika merangkul lengan Danish


"Ceritalah, ayah siap mendengarkan." ucap Danish meletakkan korannya


"Tania berubah sikap padaku. Sikapnya ketus sekali." Ucap Cantika menyandarkan kepalanya dibahu Danish, Danish tidak menjawab dan hanya mengelus lembut rambut Cantika.


"Kemarin bunda denger dari kak Retno kalau dua bulan yang lalu Tania kena musibah. Katanya rahimnya bermasalah dan harus diangkat. Bunda kasihan padanya yah, tadi waktu bunda melihatnya ingin sekali bunda menghiburnya seperti dulu. Tapi Tania ga suka lihat bunda. Wajahnya begitu kesal melihat bunda." jelas Cantika


"Mungkin karena Tania masih belum bisa menerima kenyataan jadi dia bersikap seperti itu pada bunda. Bunda gausah mikir yang enggak-enggak." jawab Danish

__ADS_1


"Bukan karena bunda masa lalu Bastian ya yah makanya sikap Tania seperti itu?" tanya Cantika mendongakkan wajahnya


"Mungkin juga. Tapi itu bukan salah bunda kan, tapi Tania yang salah. Sudah tau bunda dan suaminya pernah punya hubungan malah Tania menikahinya. Kalo saja Tania ga mau berteman lagi sama bunda yaudah biarin. Toh bunda sama Tania memang sudah lama tidak berhubungan." ucap Danish menenangkan istrinya


"Tapi kan yah?" ucap Cantika ragu


"Kenapa? Lagian ayah juga ga suka bunda masih deket sama Tania. Kalo bunda deket sama Tania artinya bunda deket lagi sama si Bastian itu." ucap Danish sedikit kesal


"Iya iya, bunda ga deket-deket lagi sama Tania deh." jawab Cantika mengalah.


Setelah hari itu Cantika sudah tidak begitu memikirkan Tania lagi. Meski niat hati ingin benar-benar tidak peduli tapi tetap saja Tania dulu adalah sahabat terbaiknya. Satu-satunya teman yang Cantika punya. Karena di masa lalu Cantika tidak memiliki teman dekat karena hubungannya dengan Bastian.


Dikehidupan rumah tangga Tania dan Bastian makin terasa hambar. Tidak lagi ada senyuman di wajah Tania. Sesekali Bastian mengajaknya bercanda tapi Tania tidak pernah menggubrisnya. Bastian sudah banyak berusaha membangkitkan keharmonisan keluarganya tapi ternyata Tania masih saja tetap sama.


"Bas." panggil Tania

__ADS_1


"Iya sayang, ada apa?" tanya Bastian melihat Tania


"Aku ingin bekerja." jawab Tania


"Kenapa? Apa kurang yang selama ini aku berikan?" tanya Bastian bingung


"Bukan. Aku hanya jenuh saja dirumah, aku ingin cari kesibukan Bas." jelas Tania


"Baiklah, aku mengijinkanmu selama itu membuatmu senang." jawab Bastian membelai rambut Tania


"Makasih ya Bas, kamu memang selalu mengerti aku." ucap Tania tersenyum memeluk tangan Bastian yang membelai rambutnya.


Bastian membalasnya dengan senyum bahagia, akhirnya setelah sekian lama Bastian melihat senyum istrinya lagi.


Tania mulai bekerja di toko roti dan catering teman sekolahnya. Karena shiftnya yang tidak menentu membuat waktunya bersama Bastian berkurang. Setiap mendapat shift pagi mereka masih bisa menghabiskan waktu bersama dimalam hari, tapi setiap shift sore tiap kali pulang malam Tania langsung tidur karena kecapekan. Dan karena pekerjaannya di toko roti dan catering itupun juga sering mendapati lemburan jadi waktunya untuk suaminya benar-benar terkuras habis.

__ADS_1


Bastian mencoba mengerti dengan keadaan pekerjaan Tania. Tapi meskipun begitu Bastian juga butuh perhatian dari istrinya. Tania yang kecapekan karena pekerjaannya lupa akan kehidupannya menjadi seorang istri. Bahkan di rumah Tania tidak pernah lagi memasak untuk Bastian. Setiap kali Bastian memintanya memasak selalu dijawabnya untuk beli secara DO karena dia merasa capek.


*Jangan lupa like dan komennya readers. Klik Favorite untuk baca kelanjutannya. Berikan vote untuk penulis karena itu sangat berguna.


__ADS_2